Tags

, , ,

Title : Jebal, Look at Me!
Author : Choi Yoonri
Main Cast : Im Yoonri (readers)
Support Cast : Kim Jonghyun, Im Yoona, Tuan Im, Nyonya Im, Choi Minho
Length : Sequel
Genre : Friendship, Family, Romance
Rating : PG-13
Happy Reading ^^

Part 5

Angin pagi hari pada musim gugur di sebuah kota London. Dua orang yeoja menggunakan kacamata hitam dan mantel selutut untuk melindungi diri dari angin musim gugur, turun dari pesawat yang telah membawa mereka dari Seoul ke London. Perjalanan yang cukup panjang membuat mereka lelah, tetapi ketika mereka mengingat tujuan utama mereka ke London seketika kecapean mereka hilang seketika. Dengan cepat mereka mengambil koper mereka dan berjalan ke arah pintu keluar. Mereka segera mengedarkan pandangan mereka mencari papan nama mereka.

“Eonni di situ.” Seorang yeoja menunjuk papan nama yang bertuliskan Im daughter’s. mereka pun menghampiri orang tersebut yang membawa mereka ke mobil. Mobil itu melesat di tengah kota London yang sudah mulai padat dengan kesibukan masyarakatnya. Hingga sampai di satu rumah sakit cukup besar mobil itu berhenti di lobby utama rumah sakit tersebut.

Dengan terburu-buru 2 orang yeoja itu belari ke arah meja resepsionis dan menanyakan di mana ruang appa nya dirawat—dengan bahasa inggris yang cukup fasih. Untungnya appa mereka pernah meminta seorang guru inggris asli—yangbisa berbahasa korea—mengajari mereka. Setelah di jelaskan di mana letak ruangannya mereka segera berlari mengikuti penjelasan suster tersebut.

“Eomma!!!” Teriak Yoona saat menemukan eommanya duduk di bangku lorong.

“Eomma, appa kenapa? Appa baik-baik sajakan!?” Tanya Yoonri yang berdiri tepat di depan eommanya. Nyonya Im terlihat sangat kecapean, matanya sembap dan rambutnya sedikit berantakan.

“Saat appa ingin pergi ke kantor, terjadi kecelakaan beruntun dari depan. Mobil di depan appa mengerem secara mendadak. Jarak mobil appa dan mobil di depan sudah lumayan jauh, tapi pada saat itu supir yang mengendarai mobil appa bergerak dengan kecepatan tinggi hingga tidak sempat mengerem. Dan sialnya ada mobil di belakang mobil appa juga. Appa mendapat luka di kepala dan kakinya, tidak terlalu parah memang tetapi appa shock dengan kejadian itu, sampai sekarang masih belum sadarkan diri. ” Jelas Nyonya Im panjang lebar.

Yoona dan Yoonri hanya bisa melongo seakan tidak percaya dengan apa yang terjadi pada appanya. Untungnya appa mereka tidak mengalami luka yang cukup serius.

“Dokter bilang appa mungkin akan sadar dalam waktu cukup dekat.” Jelas Nyonya Im sambil memberikan senyumnya walaupun sedikit di paksakan. Yoona yang melihat eommanya berusaha tegar, duduk di samping wanita paruh baya itu sambil mengelus pundak eommanya itu.

Mereka bertiga memutuskan untuk tetap di rumah sakit menjaga kepala keluarga mereka. Walaupun Nyonya Im sempat memaksa kedua anaknya itu untuk pulang ke hotel, tetapi mereka menolak. Malah mereka meminta Nyonya Im beristirahat, tentu saja Nyonya Im menolak. Sehingga akhirnya mereka memutuskan untuk menjaga sang kepala keluarga bersama. Nyonya Im selalu duduk di samping suaminya sambil memegang tangan namja yang sudah menjadi pendampingnya lebih dari 20 tahun itu.
Saat mereka semua sudah tertidur, tiba-tiba Nyonya Im merasa yang bergerak di tangannya. Iapun membuka pelan matanya dan memastikan jika tangan suaminya itu bergerak. Dengan perasaan cemas ia pun langsung melihat ke wajah suaminya itu yang sepertinya mulai membuka matanya perlahan.

“Yeobo! Jangan bangun dulu aku panggilkan dokter.” Teriak Nyonya Im panik. Ia langsung memencet tombol yang ada di dekat kasur pasien. Yoonri dan Yoona yang mendengar teriakan eommanya sontak terbangun dari tidur mereka. Selang beberapa menit, beberapa dokter dan suster datang sambil berlari.

“Mr. Im hanya memerlukan istirahat dan besok kita akan melihat perkembangan lukanya.” Ucap dokter yang menangani Tuan Im sambil tersenyum. Setelah selesai mengecek keadaan Tuan Im dokter tersebut dan para susternya meninggalkan kamar tersebut. Tuan Im yang sepertinya kecapean mulai memejamkan matanya kembali.

“Appa! Appa gwenchana?” Tanya Yoonri masih sedikit panik sambil memegang tangan appanya. Sedangkan Tuan Im hanya bisa menganggukkan kepalanya sambil tersenyum lemah.

“Sudah Yoonri-ah, mungkin appa kecapean. Kalian tidur lagi saja, ok?” Ujar Nyonya Im lembut sambil mengelus puncak kepala kedua anaknya itu. Sedangkan mereka hanya bisa mengangguk mendengar pertanyaan eommanya itu.

***

Matahari mulai menampakkan dirinya di London. Ini adalah kali pertamanya Yoonri dan Yoona bisa melihat matahari terbit di London, karena kemarin saat mereka sampai di London mereka sama sekali tidak bisa menikmati pemandangan London. Walaupun sekarang mereka hanya bisa melihatnya dari gedung rumah sakit ini.

“Yoona, Yoonri, lebih baik kalian ke hotel bersihkan diri dan sarapan terlebih dulu baru setelah itu kalian kesini lagi. Otte?” Ucap seorang wanita paruh baya yang sudah balik dari hotelnya. Ia terlihat lebih bersih dan ceria tidak seperti kemarin.

“Ne eomma. Kita akan kembali secepatnya. Annyeong. Kajja Yoonri.” Sahut Yoona sambil meninggalkan ruangan tersebut di ikuti oleh adiknya.

***

“Eomma, igeo kami bawakan eomma sandwich.” Ujar Yoonri setelah kembali ke rumah sakit dan menyodorkan eommanya sekotak makanan.

“Ini juga jus jeruk.” Kata Yoona sambil memberi Nyonya Im sebotol jus.

“Aigo, gomawo kedua anakku yang cantik.” Ucap Nyonya Im seraya mengelus kepala kedua anaknya itu. Sedangkan Yoonri dan Yoona hanya bisa tersenyum pada eommanya itu.

“Hari ini eomma akan menggantikan appa di kantor, kalian jaga appa ya.” Ucap Nyonya Im.

“Eomma tidak perlu memberitahu kamipun kami pasti akan menjaga appa.” Ujar Yoonri sambil berdiri di samping ranjang appanya.

“Betul itu yeobo, hati-hati di jalan ya.” Ucap Tuan Im seraya tersenyum hangat pada Nyonya Im.

“Ok, aku pergi dulu ya annyeong.” Sahut Nyonya Im sambil melangkah ke arah pintu dan membawa sekantong makanan dan botol jus yang di berikan anaknya tadi.

“Ne eomma annyeong hati-hati di jalan.” Ucap Yoona dan Yoonri bersamaan.

“Appa sudah makan?” Tanya Yoona sambil duduk di sisi lain appanya. Baru saja appanya ingin menjawab terdengar suara pintu di ketuk dan di buka perlahan.

“Excuse me, breakfast for Mr. Im.” Ucap seorang perawat sambil membawa nampan berisi makanan dan minuman.

“Oh, thank you nurse.” Ucap Yoona sambil mengambil nampan yang di bawa sang suster ke meja kecil appanya. Setelah pamit suster itu pun keluar dan seorang namja masuk ke ruangan tersebut.

“Hello uncle.” Sahut namja itu dengan penuh senyuman sambil membawa seranjang aneka buah.

“Hello Yoona long time no see.” Sahut namja itu kemudian sambil memeluk Yoona dan menyodorkan keranjang yang di bawanya. Sedangkan Yoona hanya memeluk balik namja tersebut sambil tersenyum dan menerima keranjang yang di berikan namja tersebut.

“Hei sweety.” Ucap namja itu seraya mengecup pipi Yoonri.

“Jonghyun oppa! Bogoshipeoyo!” Teriak Yoonri seraya memeluk namja yang di panggil Jonghyun. Sedangkan Jonghyun tersenyum sambil memeluk balik sepupunya itu.

“Hai Jonghyun, apa kabar? Mana eomma dan appamu?” Tanya Tuan Im.

“Mereka masih bekerja nanti malam mungkin akan datang.” Sahut namja itu dengan bahasa inggris yang lancar. Walaupun Tuan Im mengerti tetapi Tuan Im menanyakannya dengan bahasa korea. Tuan Im pun hanya bisa mengangguk dan tersenyum.

“Oppa, lalu bagaimana dengan kuliahmu? Kapan selesai?” sekarang giliran Yoonri yang bertanya.

“Hari ini aku libur, paling sekitar 2-3 tahun lagi baru selesai.”
Ujar Jonghyun santai seraya duduk di pinggiran jendela kamar tersebut.
“Jong berhentilah menggunakan bahasa inggris.” Ujar Yoona sinis. Jonghyun tertawa dengan cukup keras.

“Aigo, kau tidak berubah Yoona masih galak.” Kata Jonghyun sedikti terkekeh. Yoona melipat tangannya di depan dadanya dan memutar matanya.

“Yoonri-ah, jika kau tertarik Jonghyun bisa membantumu masuk ke salah satu universitas yang ada di sini jika kau tertarik. Pendidikan management dan business di sini sangat bagus. Appa bisa menjamin itu.” Sahut Tuan Im seraya menatap lembut anak keduanya yang menjadi andalan perusahaannya kelak.

“Ne appa, aku akan memikirkannya. Tetapi aku lebih tertarik belajar di Seoul dari pada di London.” Jawab Yoonri.

“Gwenchana, jika kau mau kuliah di sini beritahu aku ok? Aku bisa membantumu saengi.” Ucap Jonghyun sambil menmainkan ipad yang dari tadi di pegangnya.

“Oppa, boleh aku pinjem ipad-mu? Aku ingin memberitahu teman-temanku jika aku sudah sampai di London.” Sahut Yoonri sambil memperlihatkan senyumannya yang begitu lebar. Jonghyun segera memberi ipadnya ke Yoonri.

“Gomawo~” Yoonri segera membuka email dan segera mengirim email kepada Sulli, Taemin dan Minho. Tiba-tiba suatu ide terlintas di benaknya.

“Appa hari ini aku boleh pergi tidak?” Tanya Yoonri.

“Mau kemana? Memangnya siapa yang mau mengantarmu?” Tanya Tuan Im bertubi-tubi mengingat putrinya tidak tahu apa-apa tentang London.

“Biar aku saja uncle.” Ujar Jonghyun seraya berdiri dan menghampiri Yoona dan mulai mengganggu Yoona yang sedang membaca majalah dengan serius.

“Ne biar Jonghyun saja appa. Siapa lagi jika bukan dia.? Sekalian dia pergi dan tidak menggangguku.” Usir Yoona sambil mehrong ke arah Jonghyun.

“Ohh ya sudah, Jonghyun-ah nitip anakku ya. Jangan sampai dia tersesat. Yoonri, jangan terlalu lama perginya.” Nasehat Tuan Im.

“Ne, gomawo appa. Aku pergi dulu annyeong.” Sahut Yoonri ceria sambil melangkah keluar.

“Annyeong uncle. Cepat sembuh.” Ucap Jonghyun seraya mengikuti langkah Yoonri.

***

“Kau mau kemana Yoonri-ah?” Tanya Jonghyun saat mereka sudah di parkiran rumah sakit. Jonghyun mulai menstarter mobilnya dan mulai menelusuri jalan London.

“Aku ingin membeli sesuatu oppa.” Ujar Yoonri seraya melihat pemandangan London yang belum pernah di lihatnya.

“Oppa antarkan aku ke mall saja. Otte?” Pinta Yoonri sembari melirik Jonghyun sekilas. Jonghyun pun membalasnya dengan gumamman kecil.

“Memangnya kau mau membeli apa?” Tanya Jonghyun penasaran. Yoonri hanya cengar-cnegir tidak jelas tanpa menjawab pertanyaan Jonghyun.

“Gelang dan beberapa barang.” Jawab Yoonri memperlihatkan sederetan giginya yang putih dan rapi itu.

Setelah sampai Yoonri dan Jonghyun pun segera turun dari mobil dan mengelilingi pusat pembelanjaan yang cukup besar di London.

“Oppa kita ke toko itu ya.” Sahut Yoonri sambil memeluk lengan Jonghyun dan mengajaknya ke sebuah toko yang menjual barang aksesoris.

“Permisi, apakah barang ini tinggal satu?” Tanya Yoonri kepada salah satu penjaga toko menggunakan bahasa inggris dengan cukup fasih, setelah menemukan sebuah gelang yang cukup menarik perhatiannya.

“Iya, tapi jika kau ingin membuat dua, kami bisa membuatnya lagi.” Jawab penjaga toko tersebut. Barang yang di maksud Yoonri adalah sebuah gelang berantai yang cukup simple dengan gantungan bergambar kunci yang tidak terlalu mencolok ukurannya.

“Oh ok. aku memesan satu lagi tetapi gantungannya bergambar gembok bagaimana? Bisa?”

“Bisa, tetapi kami memerlukan waktu sekitar 4 sampai 5 hari.” Sahut pelayan tersebut. Dengan cepat Yoonri berpikir kapan ia akan kembali ke Seoul. Sepertinya cukup. Batin Yoonri dalam hati.

“Ok, untuk ukurannya. Oppa pinjam tanganmu sebentar.” Yoonri pun langusng memakai paksa gelang yang dari tadi ia pegang ke tangan Jonghyun. Jonghyun hanya bisa mengernyitkan keningnya dan pasrah di pakaikan gelang oleh Yoonri.

“Ukurannya sama seperti dia ok?” Ucap Yoonri pada pelayan tersebut seraya memberikan gelang yang ingin di beli. Pelayan tersebut menggangguk dan berjalan ke arah meja lainnya untuk mengambil bon dan bolpoin, lalu berjalan ke arah kasir.

“Ya! Yoonri-ah kau sebenarnya ingin memberikan pada siapa? Oppa?” Sindir Jonghyun saat Yoonri hendak beranjak membayar.

“Aniyo!” Seru Yoonri.

“Lalu untuk siapa? Aigo, jangan-jangan nae dongsaeng sudah punya namjachingu?” Ejek Jonghyun lagi seraya merangkul Yoonri.

“Aniyo! Oppa! Ini hanya untuk temanku dia namja dan tetanggaku arraseo?” Seru Yoonri geram melihat sepupu yang sudah ia anggap saudara sendiri itu terus meledeknya.

“Jinjja? Kenapa kau begitu baik padanya? Do you love him?” Tanya jonghyun dengan senyum begitu lebar seraya mengikuti Yoonri keluar dari toko. Yoonri hanya bergumam mengatakan iya tetapi tidak jelas, dan cukup jelas sehingga bisa di dengar Jonghyun.

“Jinjja!? Siapa namja yang kurang beruntung itu?” Gurau Jonghyun, sedangkan Yoonri yang mulanya kesal malah bertambah kesal karena ulah Jonghyun. Sadar dengan ekspresi Yoonri, Jonghyun segera merangkul sepupunya itu lagi sambil mencubit pipinya.

“Mianhae saengi kan aku hanya bercanda.” Ucap Jonghyun masih mencubit kedua pipi Yoonri.

“Oppa appoyo!” Sungut Yoonri sambil memukul lengan Jonghyun. Jonghyun pun melepas cubitannya sambil etrsenyum puas.

“Sebagai permintaan maaf oppa harus mentraktirku eskrim dan bantu aku mencarikan barang untuk teman yeojaku dan satu teman namjaku.” Sahut Yoonri dengan nada cemberut.

“Hanya eskrim dan membantumu mencari barang untuk temanmu? Ok tidak masalah bagiku. Kajja.” Ujar Jonghyun santai sambil menarik dongsaengnya itu.

***

“Eonni.” Panggil Yoonri saat masuk ke dalam ruang inap appanya. Sambil membawa barang yang ia beli. Dan sepertinya appanya sudah tidur efek obat yang di minum.

“Eoddiga? Kau beli apa saja?” Tanya Yoona seraya menepuk sofa di sebelahnya.

“Aku hanya membeli barang untuk teman-temanku.” Yoonri menaruh barangnya di meja yang ada.

“Jonghyun kemana?” Tanya Yoona lagi saat menyadari bahwa dongsaengnya datang tidak bersama sepupunya itu.

“Jonghyun oppa sudah pulang. Eomma masih belum selesai?” Tanya Yoonri balik.

“Ani.”Jawab Yoona malas sambil memainkan ipad yang sedari tadi ia pegang.

“Itu punya appa kan?” Yoonri menunjuk ipad yang Yoona pegang.

“Ne wae?” Sahut Yoona cuek tanpa melihat ke arah Yoonri.

“Eonni pinjam sebentar ya. Aku ingin lihat temanku sudah membalas emailku atau belum.” Jawab Yoonri sedikit merajuk Yoona.

“Aishh, nihh.” Yoonri pun menerimanya, dengan cepat ia membuka email dan membuka salah satu situs chatting yang ada.

Dengan cepat Yoonri mencari nam Sulli, Taemin dan Minho di teman chatnya tersebut. Kebetulan sekali Minho oppa online. Batin Yoonri dalam hati.

imYoonri : oppa annyeong~

smileMinho : annyeong Yoonri-ah, bagaimana kabarmu dan ahjussi?

imYoonri : appa sudah lebih baik saat aku sampai di rumah sakit beberapa jam kemudian apa sudah sadar dan kondisi appa mulai membaik aku sendiri juga baik.

smileMinho : jinjja? syukurlah ngomong-ngomong kapan kau kembali?

imYoonri : sekitar 4 atau 5 hari lagi, awalnya aku dan Yoona eonni ingin kembali secepatnya tetapi eomma sudah terlanjur membeli tiketnya. Eomma bilang juga sudah lama kami tidak berkumpul jadi seklian hehehe. Ngomong-ngomong kaki oppa bagaimana? Pertandingan sekolah bagaimana?

smileMinho : kakiku sudah tidak apa-apa, aku juga sudah ikut lomba lagi. Perlombaannya? Berjalan lancar, kau tahu sekolah kita terus emnang melawan sekolah lain ^^

imYoonri : jinjja!? wow aku ingin sekali ikut perlombaan dan melihat kalian bertanding TT TT

smileMinho : aigo jangan begitu Yoonri-ah bagaimanapun juga appamu lebih penting bukan?

imYoonri : tentu saja tapi jika saat aku sekolah nanti sudah muali ujian semester

smileMinho : oh iya benar juga~ kalau begitu menyedihkan sekali Yoonri-ah kkkk~ ^^

imYoonri : oppa TT TT oh iyaa oppa aku membelikan sesuatu pada oppa nanti oppa harus memakainya arraseo? Aku juga mempunyai yang sama persis dengan punya oppa hanya beda di gantungannya saja ^^

smileMinho : aishh untuk apa kau membelinya? Aku tidak perlu Yoonri-ah

imYoonri : ehehe tidak ada alasan khusus aku hanya ingin memiliki sesuatu yang sama dengan oppa pokoknya aku tidak mau tahu oppa harus memakainya!

smileMinho : aishh ne ne, nanti aku memakainya

imYoonri : ok hehehe oppa aku pergi dulu ya annyeong jaga diri oppa yaa ^^

smileMinho : ne annyeong kau juga ^^

To Be Continue…