Tags

, , , , , ,

Title : Jebal, Look at Me!
Author : Choi Yoonri
Main Cast : Im Yoonri (readers)
Support Cast : Im Yoona, Choi Minho, Lee Taemin, Choi Sulli, Kim Kibum, Kim Jonghyun, Nyonya Im, Tuan Im
Length : Sequel
Genre : Friendship, Family, Romance
Rating : PG-13
Happy Reading ^^

Part 6
“Ya! Yoonri-ah cepat bantu aku bereskan baju-baju ini. Hari ini kita sudah harus checkout. Setelah itu kita mampir ke tempat appa dulu lalu berpamitan dengan eomma. Baru pergi ke bandara. Ppali! Waktu kita tidak banyak.” Teriak Yoona di pagi, atau lebih tepatnya dini hari jam 4 di salah satu hotel London yang mereka tempati.

“Aigo eonni, aku masih mengantuk.” Uccap Yoonri sambil mengucek matanya beberapa kali dan menguap.

“MWO!? Tapi eonni aku mau mengambil gelang yang sudah kupesan.” Sontak mata Yoonri membesar setelah mencerna kata-kata Yoona dengan baik.

“Ya! Kenapa kau tidak mengambinya kemarin? Pabo!” Teriak Yoona kesal.

“Kemarin aku sudah pergi ke toko itu bersama Jonghyun oppa tetapi kata pegawainya hari ini baru bisa selesai. Ahhh ottoke?” Rengek Yoonri sambil berlari kecil ke arah kamar mandi.

“Aishh anak ini benar-benar.”

***

Setelah dua Im bersaudara itu selesai mandi dan berberes-beres. Mereka segera naik ke mobil pribadi Tuan Im dan melesat ke tengah kota London untuk ke rumah sakit tempat Tuan Im di rawat.

“Appa, Eomma annyeong~!” Yoonri membuka pintu kamar Tuan Im dengan semangat saat mereka sudah sampai di depan kamar Tuan Im. Yoona hanya bisa mengikuti dongsaengnya dari belakang.

“Annyeong dua malaikat manisku.” Gurau Tuan Im yang mendapatkan ciuman di pipinya dari kedua anak kesayangannya itu.

“Eomma, apa eomma tahu nomor handphone Jonghyun oppa? Aku mau meminta dia datang sekarang.” Ucap Yoonri sambil bergelayut manja di lengan Nyonya Im.

“Ada, sebentar eomma carikan. Tapi Yoonri-ah sekarang baru jam setengah enam. Apa kau tidak mengganggu Jonghyun?” Tanya Nyonya Im lembut.

“Anio, oppa tidak mungkin merasa terganggu.” Ucap Yoonri sambil memamerkan senyumannya. Nyonya Im hanya bisa menggeleng pelan dan memberi Yoonri handphonenya yang sudah tersambung ke nomor Jonghyun.

“Yeobosseyo? Oppa, sekarang kau datang ke rumah sakit ya. Aku mau mengambil gelang yang sudah kupesan. Arasseo?” Ujar Yoonri panjang lebar bahkan Jonghyun belum mengucapkan satu patah katapun. Dan tanpa menunggu balasan Jonghyun, Yoonri segera mematikan sambungan telfonnya.

“Jonghyun bilang apa?” Tanya Yoona penasaran.

“Ia tidak bilang apa-apa, aku langsung memutuskan sambungannya.” Ucap Yoonri polos sambil memamerkan senyumnya lagi serta dua jari membentuk ‘V’ yang menghias di tangannya.

“Aish kau ini Yoonri, selalu saja memaksa Jonghyun.” Ucap Nyonya Im sedikit kesal melihat tingkah anaknya seperti itu.

***

“Annyoeng Uncle, Aunt, Yoona yang manis, dan… Mana bocah yang tidak tahu diri memintaku datang dan memutuskan sambungan telfon sebelum aku menjawab!?” Kata Jonghyun kesal sambil berkacak pinggang di depan pintu kamar Tuan Im. Yoona langsung tertawa terbahak-bahak saat mendengar celotehan Jonghyun saat masuk.

“Di situ Jonghyun-ah, jika kau mau kau ambil saja dia. Lumayan bukan untuk menjadi pembantu rumah tanggamu yang baru.” Ejek Yoona di sela-sela tawanya yang sedikit mengerikan itu.

“Ya! Eonni! Jika kau memberikanku pada Jonghyun oppa nanti siapa yang akan mengisi rumah besar itu?” Balas Yoonri tidak mau kalah.

“Sudahlah kalian bertiga. Aigo, masih saja sama saat masih kecil.” Ucap Nyonya Im wibawa, Tuan Im yang bersender di ranjang tertawa kecil melihat mereka bertiga.

“Ya, sudah cepat kita berangkat. Kau mau ketinggalan pesawat atau tidak? Sekarang sudah jam 7 bukankah penerbangan kalian jam setengah sembilan?” Ujar Jonghyun masih berkacak pinggang di depan pintu.

“Oh iya, eonni kita sekalian jalan ke bandara saja. Jadi tidak perlu balik ke sini lagi.” Kata Yoonri sambil mengambil tasnya.

“Oh, ya sudah. Kajja. Eomma, Appa, kalian secepatnya kembali ke Korea. Dan jangan lupa mengabari kita jika sempat.” Ucap Yoonri yang lebih seperti nasehat pada kedua orangtuanya.

“Ne, Yoona. Sebenarnya kami ini eomma appamu atau kau eoma kami?” Ledek Nyonya Im sembari tertawa pelan. Sedangkan Yoona balas tersenyum lalu memeluk kedua orangtuanya begitu juga Yoonri.

“Annyeong eomma appa, we will miss you.” Ujar Yoonri sembari meninggalkan kamar Tuan Im.

***

Malam hari di kota Seoul dengan angin musim gugur yang cukup dingin menggelitik kulit setiap pejalan kaki yang hendak pulang ke rumah mereka masing-masing. Begitu pula dengan Yoona dan Yoonri yang baru tiba di Seoul.

“Aigo, untung kita tidak ketinggalan pesawat! Padahal tadi tinggal beberapa menit lagi gatenya akan di tutup!” Omel Yoona begitu mereka keluar dari pesawat yang mereka tumpangi.

“Mianhae eonni.” Sungut Yoonri sambil berjalan melewati Yoona dan bergegas mencari kopernya.

“Lagian kau ini bukannya meminta mereka untuk membuatkan lebih cepat!” Omel Yoona lagi.

“Aigo, aku sudah meminta mereka untuk mempercepat proses pembuatannya tapi mereka saja yang lambat bekerjanya.” Balas Yoonri mulai kesal di salahkan terus oleh Yoona. Untung saja gelangnya sudah selesai, jika tidak mungkin ia bisa di tinggal Yoona hanya karena gelang yang menurut Yoonri itu sangat penting.

“Ne ne, kajja. Aku lelah di pesawat. I miss my bed a lot!!!” mereka sudah mengambil koper mereka masing-masing dan mereka di jemput oleh supir keluarga Im yang biasanya sangat jarang di pakai karena alasan Yoona dan Yoonri masing-masing.

Yang ahjussi-supir keluarga Im-segera membantu Yoona dan Yoonri mengambil koper mereka dan memasukkannya ke dalam bagasi mobil. Yoona dan Yoonri juga membantu Yang ahjussi agar mereka bisa lebih cepat dan mereka juga tidak mau menyusahkan Yang ahjussi.

***

Yoonri POV

“Sulli-ah!” aku berteriak cukup keras saat melihat Sulli baru saja meletakkan tasnya di bangkunya sendiri.

“Yoonri!!” Teriaknya tak kalah keras sambil berlari memelukku.

“Aigo padahal baru seminggu kita tidak bertemu kenapa aku merindukanmu yah?” Tanyanya heran sambil memasang mimic herannya itu.

“Ya! Kau ini memang selalu merindukkanku.” Ucapku bangga seraya berjalan ke arah kursiku. Walaupun suaranya sangat kecil tapi aku tahu ia sedang mendengus. Kekeke.

“Sulli-ah, I buy you something.” Ujarku senang sambil tersenyum penuh makna ke arahnya.

“Jinjja? Apa apa?” Tanyanya sepertinya sangat antusias. Kekeke. Aku mengeluarkan sebuah barang dari tasku.

“Apa ini?” Tanya Sulli penasaran sambil membolak-balikkan barangnya.
“Tebak saja apa yang kau suka.” Ucapku ngasal.

“Tas? Sunglasses? Apapun itu gomawo Yoonri.” Ucapnya senang sambil memelukku lagi.

“Ne,cheonmaneyo Sulli-ah.” Ucapku sambil memeluknya. Setelah melepas pelukan Sulli aku menyadari sekitarku.. Hmmm ada yang aneh.

“Sulli-ah kenapa kelas masih sepi? Bukankah bel sudah berbunyi tadi?” Tanyaku sambil mengedarkan pandangan ke kelas dan keluar kelas.

“Ne, oh aku lupa memberitahumu sesuatu karena acara lomba ini sukses besar dan semakin banyak sekolah yang mendaftarkan sekolahnya untuk mengikuti lomba. Jadi acaranya akan di perpanjang. Mungkin besok baru bisa selesai.” Jelas Sulli panjang lebar. Sedangkan aku hanya bisa membulatkan mulutku tanda mengerti.

“Dan kau tahu? Taemin menggantikanmu dalam lomba menari antar sekolah!” Teriaknya yang suskes membuatku terkejut. Bukan karena suaranya itu, tentu karena Taemin mengikuti lomba menari. Apa namja itu tidak pernah memikirkan kondisiknya sekalipun? Ia sudah menjadi tim basket sekarang mengikuti lomba dance!? Ck!

“Kajja kita pergi lihat! Kalau tidak salah hari ini ia akan melakukannya sendiri.” Ucap Sulli sambil menarik-narik bajuku.

“MWO!?” Lee Taemin! kau pasti sudah gila! “Tunggu Sulli-ah aku ganti baju dulu, siapa tahu aku bisa membantunya!” Sambungku sambil berlari ke arah loker dan mengganti baju.

***

Author POV

Salah satu ruangan dimana lomba dance di adakan mulai ramai baik dari murid sekolah itu sendiri, bahkan dari luar sekolah yang mampir untuk mengikuti lomba maupun hanya memberi dukungan pada sekolahnya.
Lampu di ruangan tersebut mulai di redupkan lampunya agar lighting yang di berikan bisa bagus untuk di tonton. Seorang namja mulai berjalan ke tengah panggung yang cukup licin. Namja itu memakai kaos hitam yang besar, kalung yang cukup besar tapi sesuai dengannya, celana skinny berwarna merah dan sepatu semata kaki yang berwarna merah.

Dentuman musik hip hop yang cukup keras mulai mengisi ruangan itu. Seakan tidak mau kalah dengan suara itu penontonpun mulai berteriak menyemangati si penari. Penari tersebut mulai menggerakkan badannya sesaui dengan lagu dan apa yang telah ia pelajari.

Di antara penonton itu ada dua orang yeoja yang asik memperhatikan temannya menari. Yang satunya masih tidak percaya dengan apa yang ia lihat, karena ia baru melihatnya pertama kali. Berbeda dengan temannya yang terkagum-kagum dengan temannya yang sedang menari itu.

Tiba-tiba Yoonri—yeoja yang tidak percaya dengan apayang ia lihat—berjalan cepat kea rah belakang panggung. Sedangkan Sulli—yeoja yang terkagum-kagum—itu sama sekali tidak menyadari kepergian temannya.
Yoonri naik ke atas panggung dan secara tiba-tiba ia mendorong Taemin yang untung saja bisa mengendalikan keseimbangannya dengan cepat. Tiba-tiba musik yang di mainkan berhenti, suara penontonpun mulai berbisik-bisik melihat apa yang terjadi.

Yoonri mengayunkan tangan kanannya menandakan agar memainkan musiknya lagi. Saat dentuman musik itu terdengar kembali Yoonri segera menggerakkan tubuhnya sesuaui dengan irama tanpa latihan sebelumnya terlebih dahulu. Taemin yang masih terkejut hanya melihat Yoonri dari pojok panggung, tiba-tiba seulas senyuman terpampang jelas di muka Taemin.

Ia pun langsung bergabung dengan Yoonri untuk menari bersama. Secara tiba-tiba Taemin menarik pinggang Yoonri sehingga mereka terlihat seperti sepasang penari. Entah bagaimana mereka bisa melakukan tarian itu dengan kompak tanpa melukai atau lebih tepatnya menginjak salah satu partnernya.

“Kau berani sekali mengganggu tarianku? Im Yoonri.” Ucap Taemin di sela-sela gerakan mereka dengan berbisik.

“Kau yang mengambil jatahku duluan Lee Taemin-ssi.” Balas Yoonri tak mau kalah.

“Itu karena kau yang meninggalkan lombamu seenaknya, sehingga aku menggantikanmu dan ketua dance sekolah setuju aku melakukan lomba tanpa group.” Sindir Taemin.

“Aku bahkan tidak tahu jika kau bisa menari.” Ucap Yoonri sedikit mencibir kenapa ia bru tahu kalau sahabatnya itu bisa menari.

“Aku sudah bisa menari sejak kecil, aku hanya malas menunjukkannya. Ngomong-ngomong mau kuajari tarian balet sedikit? I can do it.” Ujar Taemin, dan tanpa menunggu jawaban Yoonri ia langsung melakukan beberapa gerakan balet yang cukup dasar agar Yoonri bisa menyesuaikannya.

“Kau gila Taemin-ah, kau ingat ini lomba bukan? Ck!” Sungut Yoonri sedikit geram.

“Arasseo, makanya aku membuat sedikit perubahan apalagi tadi kau sudah mengahncurkannya di awal.” Balas Taemin mengingatkan apa yang Yoonri lakukan di awal.

***

“Ya! Yoonri-ah kenapa kau tiba-tiba naik ke atas panggung!? Kau tahu tidak saat kau naik ke atas panggung banyak yang langsung mengataimu!” Ucap Sulli sedikit emosi, apalagi saat ia mendengar apa yang oranglain katakan tentang sahabatnya itu. Saat itu mereka sudah berada di luar ruangan lomba itu, dan sedang berjalan ke arah kantin.

“Jinjja!? Aigo, ya sudahlah biarkan sajalah.” Kata Yoonri cuek.

“Tapi Yoonri saat kau mulai menari mereka malah berhenti mengataimu dan langsung menganga saat melihat kau menari. Bahkan banyak namja yang datang saat kau mulai menari. Dan sebagian yeoja yang melihat saat kau dan Taemin menari mereka hanya bisa menggigit jari mereka. Hahaha seharunya kau melihat wajah mereka satu persatu.” Sulli tertawa cukup keras saat mengingat penonton tadi. Sedangkan Yoonri dan Taemin ikut tertawa mendengar cerita Sulli itu.

“Kau kapan kembali Yoonri?” Tanya Taemin begitu mereka sampai di kantin.

“Kemarin malam.” Jawab Yoonri seadanya sambil meminum jus melon yang baru ia pesan.

“Ohh iya oleh-olehmu di kelas. Dan oleh-oleh yang kuberi pada kalian itu sama denganku, jadi kita memiliki barang yang sama bertiga hanya berbeda warna.” Ucap Yonri senang sambil tersenyum lebar.

“Ya! Kau membuatku penasaran apa isinya?” Tanya sulli penasaran sambil memukul pelan lengan Yoonri. Yoonri dan Taemin hanya bisa terkekeh melihat tingkah Sulli.

“Sejak kapan kau memakai gelang?” Taemin mengamati pergelangan kanan Yoonri yang jarang mengunakan aksesoris seperti gelang.

“Oh, ini aku sengaja membelinya dan samaan dengan Minho oppa hanya gantungannya saja yang berbeda. Punyaku gambar gembok dan Minho oppa punya kunci.” Ujar Yoonri melihat gelangnya dan terkekeh pelan.

“Aigo, kau pintar juga Yoonri-ah.” Kata Sulli sambil menyenggol-nyenggol Yoonri dengan bahunya. Taemin tertawa pelan melihat tingkah kedua sahabatnya itu.

“Ya! Nuguya!?” Pekik Yoonri kedua ia merasa kedua matanya di tutup oleh kedua tangan iseng.

“Kenapa tidak memberitahu juga sudah sampai di sini?” Tanya orang itu tepat di telinga kiri Yoonri lalu ia melepas tangannya dari mata Yoonri. Dengan cepat Yoonri melihat siapa pemilik tangan iseng itu.

“Minho oppa! Ya! Kau mengagetkanku!” Seru Yoonri kesal sambil memukul lengan Minho cukup keras.

“Aish appoyo.” Ringis Minho seraya mengelus sasaran Yoonri tadi.

“Abis oppa sih!” Sungut Yoonri cemberut. Minho tertawa pelan dan mengacak kepala Yoonri sejenak. “Kau belum menjawab pertanyaanku Yoonri-ah.” Lanjut Minho mengingat pertanyaannya belum di jawab Yoonri.

“Oh, aku tidak sempat memeberitahu, kemarin saja aku pulang dengan Yoona eonni sangat malam. Begitu sampai di rumah aku langsung tidur hehehe mianhae.” Ucap Yoonri.

“Gwenchana yang penting sudah sampai di sini yak an?” ujar Minho sambil terseyum dan menepuk-nepuk kepala Yoonri. Yoonri tersenyum menanggapi kata-kata Minho. Sulli dan Taemin berdeham kecil sambil tertawa tentunya menyadarkan mereka jika di sekitar mereka ada mereka. Sontak Minho melepaskan tangannya dari kepala Yoonri dan tersenyum tidak jelas ke arah Sulli dan Taemin.

“Oh ya oppa, ini untukmu. Harus diapakai arasseo? Lihat aku juga memakainya.” Seru Yonori menyerahkan gelang Minho yang sedari tadi di simpan di kantung celananya dan memamerkan pergelangan tangan kanannya ke Minho.

“Ne, saengi. Arasseo arasseo. Gomawoyo.” Ujar Minho menerima gelang itu.

“Sebentar lagi pertandingan final basket dimulai kajja. Hyung kita latihan dulu.” Ujar Taemin seraya berdiri dari kursi dan berjalan ke arah lapangan indoor untuk berlatih.

***

Setelah pertandingan selesai, sekolah mereka mengadakan pernutupan acara yang cukup ramai di hadiri beberapa siswa dari luar sekolah. Acara kali ini yang di selenggarakan pihak sekolah seperti biasa pasti akan sukses besar. Mereka juga membuka stand-stand kecil seperti yang menjual makanan, minuman, dan permainan. Sepertinya mereka benar-benar ingin meraup keuntungan besar dan tidak menyia-nyiakan kesempatan besar ini. Bahkan pengisi acara di panggung juga merupakan siswa yang memiliki bakat entertainment.

“Sulli-ah, kita mampir ke situ yaa. Aku ingin mencobanya.” Yoonri menunjuk salah satu stand yang menjual makanan jepang, takoyaki.

“Aigo Yoonri kau tidak sadar jika kau sudah makan banyak sekali ya?” Eluh Sulli, yang dari tadi menemani Yoonri atau lebih tepatnya mengamati Yoonri makan.

“Gwenchana, aku juga mau kita bagi dua saja ok? Kajja.” Ucap Taemin sambil bersenandung dan menarik Yoonri ke stand tersebut. Bahkan sebenarnya dari tadi Taemin mengikuti apa yang di makan Yoonri. Sepertinya nafsu makan kedua makhluk tersebut sedang kambuh.

“Ya! Aish jinjja.” Sulli hanya bisa mengikuti kedua makhluk itu yang seperti sedang menemukan surga mereka.

“Ya! Kalian sepertinya mencoba semua makanan di sini, apa saja yang enak?” Seorang namja menyelipkan kepalanya di antara Taemin dan Yoonri yang sedang asik memperhatikan si koki memasak takoyaki.

“Ya! Key hyung. Sebenarnya semuanya enak. Aku baru mau mencoba yang ini.” Ujar Taemin begitu melihat namja tersebut.

“Ne! sunbae juga harus mencobanya semuanya enak!” Kata Yoonri sok akrab pada namja bernama Key itu, yang ternyata teman team basket Taemin.

“Jinjja? Ok nanti aku coba punya kalian kekeke.” Ucap Key sambil tertawa.

“Aku juga mau!” Ujar seorang namja lagi tepat di belakang Key.

“Minho oppa!” Panggil Yoonri begitu menyadari keberadaan namja itu. Sedangkan namja yang di panggil tersenyum ramah.

“Ya! Kau memanggilnya oppa, panggil aku oppa juga! tak usah malu-malu. Teman Minho dan Taemin berarti temanku juga, arasseo?” Seru Key tidak terima di panggil sunbae.

“Ne, Key oppa! Otte? Lebih baguskan?” Jawab Yoonri sambil tersenyum memamerkan sederatan giginya, dan menerima takoyaki yang diberikan sang koki dan memasukkannya bulat-bulat ke dalam mulut tanpa piker panjang.

“Ahhh panas!! Aigo aigo!!” Teriak Yoonri tiba-tiba. Ia mengipas-ngipaskan mulutnya dan mengeluar panas yang ada di mulutnya. Taemin ikut membantu Yoonri meniup-niup mulut Yoonri dengan jarak yang tidak terlalu jauh. Dengan inisiatif ia mengambil makanan yang di pegang Yoonri agar tidak jatuh.

“Cepat kunyah pabo!” Seru Key ikut panik tetapi ia sedikit tertawa melihat tingkah Yoonri yang seperti orang bodoh. Minho menyodorkan sebotol minum pada Yoonri, dan Yoonri langsung meminumnya dan mengunyah makanannya dengan cepat. Setelah menelan semua makanannya yang ada di mulut, mata Yoonri emmanas dan mengeluarkan air mata karena panasnya.

“Huaahhhh panas sekali!!!” Ujarnya sambil mehrogn dan mengipas-ngipaskan mulutnya.

“Makanya lain kali lebih behati-hati pabo!” Celetuk Minho sambil mengacak rambut Yoonri gemas. Key, Taemin dan Sulli hanya bisa tertawa melihat tingkah Yoonri yang aneh itu.

“Minho! Kau Minho kan?”

To Be Continue…

Aku lagi fokus ke next ff oneshot jadi maklum ya kalo jebal look at me 7 nya ntar pasti lama bgt hehhe please leave a comment ok i know who read my ff😉 thank you for reading