Tags

,

Title : Bad Boy Good Girl
Author : Choi Yoonri aka taemfairy
Main Cast : Lee Taemin and Han Yoora (OC, cover by Yoona, readers)
Support Cast : Choi Minho, Kim Kibum, Jiyeon (OC)
Length : Oneshot
Genre : Romance, Teen
Rate : PG-15 / PG-17 not to dangerous😄

Yoora POV

“YA! Tak bisakah kau diam!” Teriaku di kelas pada seorang namja di kelasku yang sedang tertawa kencang bersama temannya. Padahal di depan songsaenim sedang mengajar dan aku sama sekali tidak bisa mendengar apa yang di bilang songsaenim!

Kulihat namja yang mendengar teriakanku itu menatapku dengan tajam. Tepat pada saat itu bel berbunyi, tetapi aku tetap di tempaku dan membalas tatapannya itu. Kulihat ia berjalan ke arahku. Dengan ekor mataku, aku bisa menangkap tatapan teman-temannya itu yang melihatku seperti mengatakan seharusnya-kau-tidak-berkata-seperti-itu-pabo. Tapi aku tidak peduli aku terus menatap namja yang sekarang sudah di depan mejaku.

“Yoora-ah kau…..” Tiba-tiba salah satu temanku terdiam, Jiyeon. Kulirik Jiyeon sejenak, sekarang dengan langkah mengendap-ngendap ia berjalan ke luar kelas. Aish dasar.

“Kau berani membentakku ketua kelas yang cantik?” Ucap Taemin sinis sambil memainkan ujung rambutku.

“Ne, wae? Kau tidak suka? Jika kau tidak suka seharusnya kau diam selama pelajaran tadi Lee Taemin!” Kataku menantangnya.

“Aku tidak suka jika ada yang membentakku, lagi pula aku jika aku berisik saat jam pelajaran tidak apa-apa bukan?” Balasnya tak mau kalas dan memajukan mukanya dengan tatapan seperti ingin memakanku.

“Tidak apa-apa TETAPI kau terlalu berisik!” Balasku.

“Sepertinya kau sangat suka mengomentari apapun yang kulakuan Han Yoora?”

“Tentu saja. Kau selalu membuat keributan bersama teman-temanmu itu dan memiliki blacklist terbanyak di satu sekolah!” Bentakku sambil berjalan keluar kelas. Tiba-tiba kurasakan tangan seseorang menarikku, hingga menghantam tembok.

“YA!” Teriakku kesal, ani sangat kesal.

“Kau membentakku Yoora-ssi. Ini kehidupanku jadi terserah dengan apa yang kulakukan, mengapa kau yang repot memarahiku?” Muka Taemin sangat dekat dengan mukaku sepertinya hanya terpaut 5cm aku bisa merasakan hembusan nafasnya di mukaku.

“Menyingkir kau Lee Taemin-ssi!” Teriakku sambil berusaha mendorongnya menjauh. Tetapi tenagaku tak cukup besar untuk orang ini, ia bahkan tidak bergerak sama sekali dari tempatnya.

“Sudahlah Taemin-ah jangan mengganggu dia terus, kau tidak lihat dia mulai takut denganmu?” Ucap salah satu teman Taemin yang juga sekelas denganku bernama Choi Minho. Taemin melihat sekilas kedua teman di belakangnya itu sambil tersenyum sinis.

“Benarkah chagi? Kau takut padaku?” Tanyanya sambil menyentuh daguku. Aku menatap matanya dengan sangat tajam. Sebentar aku baru menyadari Taemin memiliki mata yang indah. YA! Apa yang kau pikirkan Han Yoora pabo!!??

“ANIYO! Menyingkir dariku!” Teriakku sambil mendorongnya kuat-kuat. Ia mulai mundur beberapa langkah, kesempatan! Dengan cepat aku mengambil ancang-ancang untuk berlari.

“Aku akan selalu ingat saat kau membentakku Han Yoora.” Tiba-tiba aku merasakan sebuah tangan melingkar di pinggangku dan mengecup pipiku. Aku menoleh ke orang yang beraninya melakukan itu.

“KAU AKAN MATI LEE TAEMIN!!!”

***

Ujian akhir sudah mau di mulai hari ini masing-masing wali kelas akan membagi rapot tengah semester kami. Bukannya bermaksud sombong pasti nilaiku sempurna, apa yang perlu kutakutkan? Tetapi masalahnya sekarang adalah mengapa Song songsaenim memanggilku? Apa mungkin perilakuku suka menyuruh teman-teman sekelasku diam itu menjadi masalah karena sangat mengganggu? Atau jangan-jangan karena ada beberapa kesalahan nilai selama ini? Oh My God! Aku tidak bisa berpikir jernih sekarang.

Bagaimana jika banyak nilai yang salah membuat rapotku terbakar, sehingga aku terancam tidak bisa mendapatkan beasiswa serta universitas yang kuinginkan? Yang lebih parah lagi jangan-jangan aku tidak bisa naik kelas? ARGH!! Tenang Han Yoora tenang, pasti bukan seperti itu. Aku berusaha mengusir pemikiran buruk itu sambil terus memukul kepalaku dan berjalanke ruang Song songsaenim.

“Permisi, annyeonghaseyo songsaenim.” Dengan perlahan aku memasuki ruangan songsaenim. Sebentar itukan Lee Taemin. Mengapa ia ada di sini? Apa-apaan itu gayanya? Sangat tidak sopan! Ia bahkan mengangkat sebelah kakinya bertumpu di kaki satunya lagi dan kedua tangannya dilipat di depan dadanya. Aku melihatnya dengan ekspresi aneh, dengan terpaksa aku duduk di sebelahnya.

“Begini Yoora-ssi, pertama-tama kau tenang saja nilaim,u tidak ada yang mengecewakan semuanya sempurna bahkan menurut saya kau bisa memasuki universitas yang kau inginkan dan bisa mengejar beasiswa dari sekolah ini.” Fiuh. Untung saja.

“Sebenarnya saya meminta anda kesini adalah tolong beri pelajaran tambahan pada Lee Taemin. Kau tahukan bagaimana nilainya? Kau adalah harapan kami Yoora-ssi.”

JEDER! APA-APAAN INI!?

“Tapi songsaenim mengapa harus aku? Mengapa tidak songsaenim atau guru lain atau teman-temannya saja? Choi Minho atau mungkin Kim Kibum! Sognsaenim, mereka pintar bukan!?” Pintaku pada songsaenim, aku tidak peduli pokoknya bagimanapun caranya aku tidak mau peduli dengan cecunguk ini!

“Para guru akan mulai sibuk untuk memeriksa, membuat jadwal ujian, dan membuat soal-soal ujian Yoora-ssi. Jika aku meminta pada Minho-ssi atau Kibum-ssi, itu mustahil yang ada mereka tidak belajar dan bermain-main. Kau juga murid teladan dan berprestasi yang hanya bisa kupercayakan Yoora-ssi.” Lihat tampang Song songsaenim sangat memelas! Aigo!

“Kalau begitu kenapa kau tidak membiarkannya tidak naik kelasnya songsaenim?” Ups keceplosan. Yoora pabo!

“YAA!” Teriak namja di sebelahku yang sedari tadi hanya diam.

“Tadinya juga ingin begitu Yoora-ssi.” Aku songsaenim.

“YAA!” Teriak Taemin lagi kali ini dia sampai menggebrak meja.

“Salah kau sendiri tidak mau belajar Taemin!” Bentakku. Ia kembali duduk sama dengan posisi semula. Cih, menyebalkan sekali.

“Tetapi kepala sekolah ingin tidak membuat catatan yang bisa membuat nama sekolah buruk.” Pria yang sudah cukup berumur ini etrus memohon kepadaku. Aigo bagaimana ini!?

“Emmm, bailah songsaenim aku akan membantu anda.” Ucapku pasrah. Aku bisa menyadari jika namja di sampingku ini masih dengan posisi bertumpu kaki dan melipat tangannya di depan dadanya terheran-heran melihatku.

“Aigo aigo aku beanr-benar beterimakasih padamu Yoora-ssi.” Ucap songsaenim dengan senyuman khas bapaknya. Aku membalas senyumannya, lalu pamit keluar ruangan.

“Ya! Mengapa kau menerimanya?” Tanya Taemin, ia mengikutiku saat keluar dari ruangan dan berjalan di sampingku sekarang.

“Kita muali belajarnya hari ini, kita belajar di rumah secara bergantian. Hari ini di rumahmu, besok di rumahku. Berikanku alamat ruamhmu aku akan memberikanmu alamat rumahku. Jika kau tidak datang atau telat aku akan memberikanmu hukuman atau jam pelajaran lebih banyak.” Ancamku sambil mengeluarkan notes kecil yang selalu ada di kantung bajuku dan sebuah pena. Aku menulis alamat rumahku dan memberikan padanya.

“Cepat kau tulis alamat rumahmu. Setelah pulang sekolah aku pergi sendiri ke rumahmu. Masalah aku mengajarimu JANGAN beritahu teman-temanmu , ok?” Aku menyodorkan pen dan notes yang tadi kutulis padanya. Kulihat ia menulis dengan cepat lalu tersenyum sinis padaku.

“Ok, baby. Don’t be late. Ok.” Ucapnya sambil mencolek daguku. Sial! Seharunya aku yang mengatakan padanya jangan telat.

***

Sudah menjadi kegiatan wajibku untuk mengajari Taemin, ulangannya mulai meningkat sedikit demi sedikit. Kalian tahu betapa susahnya aku mengajari dia? Jika aku bisa mengulang waktu aku akan menolak permintaan Song songsaenim!

“Taemin-ah, ppali jangan malas-malasan lagi. Aku mau cepat pulang ini sudah cukup malam.” Ucapku. Hari ini kerjaanku di rumah Taemin hanya terus memintanya untuk mengerjakan tugasnya yang aku berikan. Ia terus tiduran di ranjangnya setelah mengerjakan satu nomor. Bayangkan saja!

“Taemin-ah, ppali aku sudah lelah hari ini.” Ujarku memelas sambil menggoyang-goyangkan badannya.

“Ahh sebentar lagi Yoora-ah aku juga sudah lelah.” Balasnya dengan suara parau.

“Ne, kalau begitu aku pulang dulu ya. Annyeong, jangan lupa besok datang ke rumahku arasseo?” Ia membalasku hanya dengan gumaman kecil. Setelah berpamitan dengan orangtua Taemin aku menunggu di bus sejenak untuk pulang.

***

— Keesokan harinya—

“Sekarang sudah jam 6 kenapa Taemin masih belum datang? Seharusnya ia sudah datang beberapa jam yang lalu!” Sedari tadi aku hanya mondar-mandir di kamarku sendiri sambil melihat jam dinding yang ada.
“Aigo mengapa aku tidak meminta nomer hpnya!”

“Aish, molla lebih baik aku tidur saja.” Aku menghempaskan tubuhku ke kasur dan mulai memejamkan mata.

Author POV

“Permisi eommonim, Yoora ada?” Tanya seorang namja menggunakan topi yang membuat mata dan sedikit bagian hidungnya tertutup. Apalagi iagi ia berbicara sambil sedikit menunduk.

“Oh, Taemin-ah. Ia ada di kamarnya kau masuk saja ok. Kebetulan sekali eommonim ingin keluar dengan abeoji sebentar kau jaga Yoora ya.”Ucap Nyonya Han ramah.

“Ne, eommonim kamsahamnida.” Kata Taemin sambil tersenyum ramah dan segera ke kamar Yoora yang terletak di lantai 2 rumah itu.

Dengan pelan Taemin membuka pintu kamar Yoora, ia melihat yeoja itu sedang tidur di ranjang king sizenya itu. Taeminpun duduk di sofa yang ada dan membuka topinya sambil menghela nafas panjang.

“Taemin-ah, kenapa kau baru datang?” Yeoja yang sedari tidur itu bangun dan menusap matanya pelan sambil menguap kecil.

“Emm ada sedikit masalah jadi aku selesaikan dulu.” Ucap Taemin datar sambil cepat-cepat memakai topinya.

“Tumben sekali kau memakai topi, bukannya tidak nyaman jika kau memakai topi sambil belajar?” Tanya Yoora sambil memperhatikan gerak-gerik Taemin dan mengambil beberapa buku di meja belajarnya.

“Ani biasa saja, hari ini harus belajar? Padahal aku sudah lelah.” Eluh Taemin sambil berjalan ke arah meja belajar Yoora yang cukup besar dan menarik salah satu kursi.

“Tentu saja kemarin kau juga mengatakan hal sama. Pokoknya hari ini kau harus belajar tidak boleh ada protes arasseo?” Tuntut Yoora sambil menunjuk-nunjuk Taemin dengan pensilnya. Lalu ia memberikan pensil lainnya pada Taemin, karena Taemin tidak pernah membawa alat tulis saat belajar.

“Sebentar, tanganmu mengapa biru-biru dan sedikit tergores?” Tanya Yoora saat tidak sengaja melihat tangan Taemin.

“Ani gwenchana.” Balas Taemin dengan suara datar, bahkan lebih seperti gumaman. Yoora yang heran dengan tingkah Taemin, dengan sekali gerakan Yoora menarik topi yang dikenakan Taemin.

“OMO! Kenapa banyak luka di kepalamu!? Apa yang baru kau lakukan!? Sebentar aku ambilkan obat dulu.” Yoora berlari ke lantai 1 untuk mengambil obat-obatan.

Setelah berhasil menemukan ia segera kembali ke kamarnya dan mengobati luka Taemin dengan obat merah dan plester.

“Aish, jadi ini yang menyebabkanmu datang terlambat? Jangan katakana padaku kau berkelahi dengan anak dari sekolah lain? Untuk apa kau melakukan itu pabo!? Tidak ada untungnya!” Protes Yoora panjang lebar, saat ia selesai bicara ia menekan bagian luka Taemin yang ia obati.

“YA! Appo!” Teriak Taemin sambil menangkap pergelangan tangan Yoora. Yoora hanya bisa tertawa senang melihat tingkah Taemin yang kesakitan, ia tidak pernah melihat Taemin kesakitan sebelumnya. Taemin merasa kesal dengan tawa Yoora dengan cepat ia melumat bibir yeoja tersebut. Yoora membelalakkan matanya dan mendorong Taemin dengan kuat.

“Ya! ITS MY FIRST KISS!” Teriak Yoora. Taemin tersenyum sinis mendengar teriakan Yoora.

“Its mine first kiss too.” Balas Taemin dengan mudah masih dengan senyumnya itu. Yoora menatap kesal Taemin dan menekan luka Taemin sekali lagi. Lalu berjalan ke sofa kamarnya.

“ARGH!” Teriak Taemin, sejenak mereka hanyut dalam diam. Entah apa yang di pikirkan mereka.

“Mianhae.” Gumam Taemin.

“Mwo?”

“Mianhae.” Ucapnya kali ini dengan cukup jelas. Yoora diam-diam tersenyum mendengar ucapan Taemin. Seorang Taemin, si bad boy mengatakan mianhae?

“Untuk apa?” Tanya Yoora dengan ekspresi biasa sambil menatap namja yang berjalan pelan ke arahnya. Lalu menghempaskan tubuhnya di sofa empuk itu.

“Karena sudah membuatmu khawatir.” Balas Taemin sambil sedikit menunduk dan memegang pelan bekas luka di wajahnya.

“Ya! Jangan di sentuh!” Tukas Yoora sambil menepis tangan Taemin yang memegang mukanya sendiri. Taemin menatap Yoora heran.

“Aniyo, aku tidak khawatir sama sekali.” Lanjut Yoora.

‘Kalau begitu mengapa kau menanyaiku panjang lebar? Lalu saat aku datang kau bertanya kenapa baru datang? Kau bahkan memerhatikanku memakai topi padahal eommonim saja tidak bertanya mengapa aku memakai topi.” Balas Taemin.

“Jinjja aniyo, itu hanya aku heran tumben sekali kau memakai topi itu hal biasa Taemin.” Sungut Yoora tak mau kalah.

“Tetapi kau juga panik saat melihat wajahku seperti ini, padahal aku sudah bilang jika tidak apa-apa.” Balas Taemin makin tidak mau kalah.
“I..itu karena—“

“Sudahlah akui saja jika kau memperhatikanku Han Yoora atau jangan-jangan kau mulai menyukaiku?” Tuntut Taemin sambil tersenyum sinis lagi.

“ANIYO! Sudahlah kita belajar saja. Lagipula siapa juga yang suka pada namja bad boy spertimu.” Ucap Yoora sambil berdiri dari sofa berjalan ke meja belajarnya. Tepat saat melewati Taemin, Taemin meraih pergelangan kiri Yoora dan berdiri menatap Yoora.

“Teteapi bagaimana jika aku menyukaimu, Han Yoora?”

“Saranghae.” Gumam Taemin, sambil mendekatkan mukanya ke Yoora dengan pelan dan melingkarkan kedua tangannya di pinggang langsing Yoora.

Ia mengecup pelan bibir mungil itu. Yoora terdiam mendapatkan perilaku Taemin, tetapi ia memejamkan matanya. Harus ia akui beberapa hari ini saat ia melihat Taemin ia mulai tidak membenci namja tersebut, malah ia mulai merasa nyaman di samping Taemin,. Walaupun Taemin terkadang bersikap sangat menyebalkan.

Taemin mencoba untuk menggigit pelan bibir bawah Yoora agar diberi ijin untuk menelusupkan lidahnya ke dalam. Taemin tersenyum saat mendapatkan respon dari Yoora. Yoora sendiri mulai melingkarkan tangannya di leher Taemin.

“So will you be this bad boy girlfriend?” Tanya Taemin saat Taemin menghentikan aktifitasnya itu. Yoora merasa mukanya memanas dan mengangguk pelan. Taemin tersenyum puas, lalu mulai mencium yeojanya itu.

***

Hari kelulusan

“Aku sangat berterimakasih Yoora-ssi berkat anda ancaman tidak kelas Taemin bisa terselesaikan. Kepala sekolah juga sangat berterimakasih padamu. Dan selamat kau mendapatkan jalur beasiswa ke universitas yang kau inginkan. Sekali lagi terimakasih Yoora-ssi.” Song songsaenim memberikan Yoora beberapa file yang berisikan dokumen beasiswa serta rapot Yoora.

“Ne songsaenim, aku juga berterimakasih pada songsaenim.” Ucap Yoora sambil mebungkuk hormat pada pria yang cukup berumur itu yang pergi meninggalkan Yoora.

“Chagi, appa dan eommaku juga berterimakasih padamu. Kau tahu appa bahkan sangat shock saat melihat rapotku yang berubah drastic dari pertengahan semester waktu itu.” Ucap Taemin sambil tersenyum senang dan merangkul Yoora.

“Itu semua juga berkat usahamu Taemin.” Tukas Yoora sambil mencubit pipi Taemin.

“Kita masuk di universitas yang sama’kan?” Tanya Taemin yang tak henti-hentinya tersenyum pada Yoora.

“Tentu saja.” Ujar Yoora sambil tersenyum manis pada Taemin.

“Appa juga memberikan kita tiket untuk berliburdi pulau jeju.” Kata Taemin.

“Jinjja? Huahhh abeoji baik sekali!” Seru Yoora senang sambil bertepuk tangan.

“Kau harus memanggilnya appa lain kali arasseo?” Ucap Taemin sambil mencium puncak kepala Yoora.

END

How is it????😄 like and leave the comment ok? Aku nulis ff ini cepet bgt wakakkaka *ada yang nanya* unutk jebal look at me part 7 nya akan aku lanjutkan lagi keep waiting and keep leave the comment ok ^^

THANKS FOR READING DON’T FORGET TO LEAVE THE COMMENT OR LIKE ^^