Tags

, , , , ,

Title : Jebal, Look at Me!
Author : Choi Yoonri
Main Cast : Im Yoonri (readers)
Support Cast : Choi Minho, Lee Taemin, Kim Kibum, Choi Sulli, Jung Eunseo, Im Yoona
Length : Sequel
Genre : Friendship, Family, Romance
Rating : PG-13

Part 7

“Minho! Kau Minho kan?”
Minho terlihat bingung melihat seorang yeoja tiba-tiba memanggilnya dengan senang. Minho merasa ia juga kenal dengan orang itu, tetapi siapa?

“Ne, nuguseyo?” Tanya minho pada akhirnya ia berusaha mengingat nama yeoja di depannya ini tetapi sekarang ia benar-benar lupa.

“Ya! Kau melupakan aku? Aku Eunseo, Jung Eunseo!” Ucap yeoja itu sedikit histeris.

“Jung Eunseo? Yeoja yang selalu duduk di sebelahku itu? Aigo! Kau berubah sekali! Kemana kacamatamu? Kau diet ya?” Ujar Minho tak kalah histeris mengingat Eunseo chingunya yang sangat berbeda sekarang.

“Ya! Hahaha, apakah aku berubah sedrastis itu?” Ejek Eunseo.

“Ne! Kenapa kau bisa disini?” Tanya Minho ramah.

“Aku di ajak saudaraku ke sini. Hehe kau sendiri?” Tanya Eunseo balik. Sejenak ia memperhatikan seluruh manusia yang di samping dan di belakang Minho.

“Oh aku sekolah disini. Ini teman-temanku, Yoonri, Sulli, Taemin dan Kibum.” Jelas Minho melihat pergerakan mata Eunseo.

“Kau bisa memanggilku Key, annyeong.” Ralat Key yang lebih suka di panggil dengan nama kecilnya daripada Kibum.

“Annyeong sunbae.” Kata Yoonri,Sulli, dan Taemin kompak.

“Ne, annyeong aku Eunseo teman masa SMP Minho.” Ucapnya tersenyum ramah sambil melambaikan tangannya menyapa mereka.

“Kenapa kau tidak datang reuni waktu itu?” Tanya Minho lagi.

“Sebenarnya aku baru pulang dari Jepang, aku ingin melanjutkan sekolahku di Seoul. Dan kebetulan saudaraku yang tinggal di Seoul menemukan sekolah yang cukup bagus di sini, tenang saja bukan di sekolah ini.” Jelas Eunseo sambil terkekeh.

“Aku juga tidak berharap kau tidak sekolah disini.” Balas Minho. Seketika Eunseo memanyunkan bibirnya tanda tak suka.

“Hahaha aku hanya bercanda.” Kekeh Minho lalu memukul pelan lengan Eunseo, mau tidak mau Eunseopun ikut tertawa dengan Minho.

“Eunseo-ya!” Teriak seorang yeoja.

“Omo! Sepertinya saudaraku mulai mencariku, aku duluan ya annyeong!” Ucap Eunseo semabri meninggalkan mereka yang sedang melambaikan tangan mereka ke arahnya.

“Kajja, kita cari makanan lagi.”Sahut Key tiba-tiba dengan berapi-api.

“NE!” Teriak Yoonri dan Taemin kompak. Sulli hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya.

“Oppa! Kau tidak memakai gelangmu!?” Tuntut Yoonri begitu melihat kedua pergelangan tangan tidak ada gelang apapun. Saat itu mereka sedang membeli pearl milk tea di salah satu stand. Taemin, Sulli, dan Key bertugas memesan minuman untuk mereka berlima.

“Ah aku lupa tadi saat mandi aku melepaskan gelangnya agar tidak karatan lalu aku terburu-buru dan sepertinya ketinggalan. Mianhae saengi.” Kata Minho tulus.

“Oppa benar-benar ketinggalan atau tidak mau memakainya karena sama dengan punyaku?” Ejek Yoonri.

“Ya! Aku benar-benar lupa masa kau tidak percaya? Itu barang pemberianmu dan berharga masa aku sengaja tidak mau memakainya?” Balas Minho tidak mau di salahkan.

“Ne ne aku percaya besok oppa pakai arasseo?” Ucap Yoonri mengalah. Bukan mengalah lebih tepatnya ia sangat senang dan puas dengan jawaban Minho. Bahkan sekarang ia memutar kepalanya agar bisa tersenyum-senyum sendiri.

“Gomawo~.” Kata Minho sambil mengacak rambut Yoonri. Otomatis Yoonri berbalik menghadap Minho dan tersenyum.

“Ya! Kita mengantri susah payah kalian malah berpacaran. Ini punya kalian.” Sindir Taemin sambil menahan tawa, di susul dengan suara cekikikan dari Sulli dan Key.

***

Angin musim gugur yang cukup hangat menyapa kota Seoul dan sekitarnya. Matahari juga tidak mau kalah menyinari bumi seakan memanggil warga untuk bangun dan merasakan hangatnya matahari.
Murid-murid sekolah dengan malas harus menghadapi hari ini, hari ujian mereka semester awal. Walaupun baru semester awal mereka harus menyiapkan dengan baik ujian kali ini. Apa lagi untuk anak kelas 12 yang akan menyiapkan ujian untuk semester untuk kelulusan mereka.

“Huahhh akhirnya besok ujian terakhir!” Teriak Yoonri begitu mereka selesai mengerjakan ujian hari ini.

“Tapi.. Aigo besok ulangan akutansi bukan? Ahh eottoke aku palign tidak bisa pelajaran itu.” Keluh Yoonri sembari menjambak-jambak rambutnya sendiri.

“Bagaimana jika aku mengajarimu? Tanya Taemin tiba-tiba sambil memakai tasnya.

“Ne ne ne! Tapi apakah aku tidak mengganggumu belajar?” Tanya Yoonri berpikir sejenak.

“Anio, aku bsia sekalian belajar.” Ucap Taemin sambil tersenyum lebar.

“Asik di ajari oleh Taemin yang pintar dan menguasai akutansi.” Ujar Yoonri senang. Taemin tertawa mendengar ucapan Yoonri.

“Kita belajar di mana Taemin-ah?” Tanya Yoonri lagi saat mereka hendak berjalan keluar klelas.

“Emm, di apartemenku saja, bagaimana?

“Em! Kajja.” Kata Yoonri semangat.

“Sulli-ah kami duluan ya. Annyeong.” Yoonri melambaikan tangannya sembari berjalan ke arah motor Taemin di parkirkan.

“Ini.” Taemin memberikan Yoonri helm cadangannya yang selalu ia bawa. Yoonri menerimanya dan langsung memakai helm tersebut, sedangkan Taemin sudah memakai helmnya dan menstarter motor sport hitamnya tersebut.

“Oh Yoonri-ah, Taemin-ah annyeong.” Sapa seorang namja saat Yoonri sudah mau menaiki motor Taemin.

“Oh, hyung!” Panggil Taemin ramah.

“Minho oppa! Oppa belum pulang?” Tanya Yoonri ramah sambil tersenyum.

“Sebentar lagi kebetulan melihat kalian jadi aku kesini menyapa kalian dulu kan sudah lama tidak bertemu gara-gara jadwal ujian yang cukup padat. Oh, kalian mau kemana?” Tanya Minho.

“Aku ingin belajar bersama Taemin, besok ujian akutansi aku tidak terlalu pintar dalam akutansi. Taemin dengan baik hatinya ingin mengajariku.” Jawab Yoonri sambil menujuk Taemin.

“Oh, fighting untuk ujian terakhir besok!” Ujar Minho sembari menepuk pelan kepala Yoonri.

“Aku duluan. Annyeong Taemin-ah, Yoonri-ah.” Taemin dan Yoonri melambaikan tangan mereka sembari melihat Minho yang berjalan menjauh dari mereka.

***

“Annyeonghaseyo.” Sapa Yoonri begitu mereka sampai di apartemen Taemin yang mewah dan cukup besar.

“Kau berbicara pada siapa? Di sini aku hanya tinggal sendiri.” Ucap Taemin heran sambil memakai sandal rumahnya dan berjalan ke arah dapur.

“Mwo!? Kau tinggal sendiri di apartemen sebesar ini?” Tanya Yoonri tidak percaya. Yoonri tahu jika Taemin adalah seorang anak orang kaya. Tapi jika ia tinggal sendiri di apartemen ini Yoonri tidak tahu sama sekali, karena Taemin tidak pernah menceritakannya dan mengajak Yoonri dan Sulli datang ke apartemennya ini.

“Emm, aku yang emminta untuk tinggal sendiri. Appa dan eomma tidak setuju jika aku tinggal sendiri, tapi aku memaksa mereka. Akhirnya mereka menyetujuinya tapi dengan dua syarat pertama ketika lulus kuliah aku harus langsugn menggantikan posisi appa di kantor dan kedua mereka akan memberikanku apartemen ini.”

“Sebenarnya aku tidak mau, aku lebih suka dengan kondisi apartemen di kawasan apartemen biasa. Dan lagi pula jika ketika lulus kuliah aku langsung menjadi direktur perusahaan appa, mau jadi perusahaan itu nanti?” Jelas Taemin panjang lebar.

“Tapi sekarang kau menyetujuinya? Lalu ketika lulus kuliah nanti bagaimana?” Tanya Yoonri penasaran sambil menerima sebotol jus yang di berikan Taemin.

“Ya mau tidak mau aku menerimanya.” Kata Taemin sambil mengedikkan bahunya dan duduk di sebelah Yoonri.

“Jika kau keberatan dengan keputusan appamu kenapa kau tidak tinggal bersama mereka saja?” Tanya Yoonri lagi.

“Aku ingin mandiri Yoonri-ah, tinggal bersama eomma dan appa membuatku selalu dimanjakan. Apalagi aku anak satu-satunya di keluargaku.” Yoonri hanya bisa ber-o ria mendengar penjelasan Taemin.

“Ayo mulai belajar.” Ucap Taemin sambil mengambil buku akutansinya dan duduk di meja kayu rendahnya.

“Taemin-ah, bagaimana jika aku dan Sulli sering datang ke rumahmu? Biar kau tidak kesepian.” Kata Yoonri spontan.

“Hahaha, kau kasihan padaku ya? Aku tidak apa-apa Yoonri, aku sudah terbiasa dengan kondisi rumahku seperti ini.” Ledek Taemin sambil tertawa renyah.

“Anio, kan ada enaknya juga datang ke rumah teman bukan?”

“Ne ne terserah kau saja, asal tidak mengotori rumahku arasseo?” Taemin tersenyum sambil menepuk-nepuk kepala sahabatnya itu.

***

Yoonri POV

Huahh akhirnya ujian sudah selesai, libur sekolah juga sudah di mulai. Untuk masalah rapot sepertinya kami hanya perlu membuat beberapa nilai lebih bagus. Apalagi jika anak kelas 12 seperti Minho oppa atau Kibum oppa, sekarang mereka sudah cukup tenang.

Walaupun mereka masih harus menghadapi ujian kelulusannya, tetapi mereka sudah mengikutiujian masuk universitas. Aku hanya bisa berdoa agar mereka bisa lulus dan mendapatkan universitas yang mereka inginkan. Ngomong-ngomong soal Mino oppa sejak ujian kami jadi semakin jarang berkomunikasi mungkin karena kesibukannya.

Sekarang sudah mulai memasuki liburan minggu kedua, aku lebih sering menghabiskan waktu liburanku bersama Sulli untuk berbelanja kadang kami jgua mengunjungi rumah Taemin. Oh aku juga sering mengambil beberapa foto di tempat yang sangat indah bersama Taemin. Aigo, I miss Minho oppa.

Drrt drrttt

From: Minho oppa
Yoonri hari ini kau ada acara?

Hoahhh, Minho oppa panjang umur. Aku tidak bisa menyembuknyikan rasa senangku, aku terus memukul bantal di sebelahku.

To: Minho oppa
Hari ini ada aku mau pergi bersama Taemin, wae oppa?

From: Minho
Oh, ani gwenchana aku hanya ingin mengajakmu jalan-jalan saja aku sedang bosan di rumah. Besok bagaimana?

To: Minho oppa
Mianhae oppa. Ok, besok aku tidak ada acara apa-apa

From: Minho oppa
Besok jam 11? Aku menjemputmu oke?

To: Minho oppa
Ne! Oppa Neomu bogoshippoyo!

OMO! Apa yang aku ketik, ya Tuhan kembalikan sms ituuuuuuu

From: Minho oppa
Nado saengi ^^

Tiba-tiba aku merasakan pipiku seperti terbakar api, omona!! Apakah ini kenyataan? Aku berusaha mencubit pipiku tapi hasilnya sama saja. Omo omo omo argh eomma!

“Yoonri-ah!” Teriakkan Yoona eonni membuyarkan lamunanku.

“Ne!?” Balasku

“Taemin sudah sampai.” Teriaknya lagi.

“Ne!” Dengan cepat aku mengambil barang-barangku untung tadi aku sudah siap-siap. Aku segera bergegas turun ke bawah dan melihat Yoona eonni sedang berbincang sedikit dengan Taemin.

“Ppalli Yoonri-ah, pacarmu ini sudah menunggu tahu!” SIndir Yoona eonni.

“Eonni, Taemin bukan pacarku. Kalau eonni mau ambil saja Taemin.” Ledekku sambil menunjuk Taemin. Yoona eonni hanya tertawa, cih dasar.

“Mian noona, lebih baik noona mencari yang lain saja.” Timpal Taemin.

“Ya! Taemin-ah!” Teriak eonni kesal. Hahaha aigo lucu sekali eonniku ini.

“Cepat kalian pergi!” Usir Yoona eonni. Aku hanya bisa mehrong padanya dan ia membalas mehrongku kekeke.

“Jangan lupa ambil jaketmu Yoonri di luar sudah mulai dingin.” Saran Taemin. Aku mengangguk dan mengambil mantelku yang tersedia di dekat pintu.

“Annyeong eonni kami pergi dulu.” Pamitku.

“Annyeong noona.” Sahut Taemin yang kemudian dib alas eonni.

“Woahh, kau meminjam mobil siapa?” Tanyaku saat melihat sebuah mobil putih sedan bertengger dengan indah di depan rumahku.

“Appa sengaja memberinya untukku, ia sengaja menyiapkan motor dan mobil katanya hanya untuk berjaga-jaga siapa tahu aku membutuhkannya. Padahal aku sudah bilang bahwa mtor saja cukup.” Jelas Taemin panjang lebar sambil duduk di kursi pengemudi.

“Tapi sesekali mobil juga tidak apa, jika dalam keadaan penting kau harus cepat bukan? Mobil bisa membantu, apalagi saat cuaca dingin begini.” Ucapku sambil tertawa renyah.

“Haha benar juga.” Balasnya sambil mengangguk setuju dan tersenyum khasnya.

***

Keesokkan harinya

Hari ini Minho oppa mengajakku ke museum yang aku lupa namanya. Arsitekturnya masih sangat terjaga, benar-benar masih bagus. Untungnya aku membawa kameraku, besok akan kutunjukkan pada Taemin kekeke.

“Bagaimana? Baguskan? Dulu eomma pernah mengajakku kesini ketika aku masih kecil.” Tiba-tiba Minho oppa memecah keheningan, sekarang kami sedang berjalan dengan pelan melihat keadaan sekitar.

“Nanti aku akan mengajakmu ke Namsan Tower, kau pernah ke situ?”

“Ne, hanya sekali bersama Taemin.” Jawabku sambil membidik beberapa tempat.

“Jinjja? Nanti aku akan mengajakmu saat malam itu akan lebih bagus lagi.” Kata oppa sambil tersenyum melihatku. Aku membalas senyumannya.

“Oppa belakangan ini sibuk ya?” Tanyaku mulai membuka pembicaraan.

“Ne, kau ingat Kibum atau Key? Dia belakangan ini mengajakku belajar terus. Dia benar-benar bersemangat dan ingin memasuki universitas yang sama denganku.”

“Jinjja? Bukankah itu bagus? Jadi ketika saat masuk universitas oppa tidak perlu susah-susah mencari teman lagi.” Ucapku asal sambil tersenyum lebar.

“Hahaha betul juga.” Sahut oppa sambil mengelus kepalaku.

“Oppa aku mau menanyakan satu hal, tapi oppa menjawab dengan serius ya.” Kataku tiba-tiba sambil mengehentikan langkahku. Kulihat Minho oppa juga ikut menghentikan langkahnya dan melihatku dengan heran.
“Apa oppa sudah menyukai seseorang?”

To be continue…