Tags

, , , , ,

Title : Jebal, Look at Me!
Author : Choi Yoonri
Main Cast : Im Yoonri (readers)
Support Cast : Choi Minho, Lee Taemin, Choi Sulli, Kim Kibum, Jung Eunseo, Im Yoona
Length : Sequel
Genre : Friendship, Family, Romance
Rating : PG-13

Part 8

Author POV
“Oppa aku mau menanyakan satu hal, tapi oppa menjawab dengan serius ya.”

“Apa oppa sudah menyukai seseorang?”

“Emmm? Kenapa kau bertanya seperti itu?” Tanya Minho seperti sedang menahan tawanya.

“Anio, aku hanya bertanya saja. Aku hanya takut jika aku terlalu sering mengganggu oppa dan oppa menjadi susah mendekati orang yang oppa sukai.” Jelas Yoonri sambil berjalan kembali.

“Mwo? Hahaha, anio Yoonri. Aku masih mencari yang cocok untukku.” Ucap Minho sambil mengikuti langkah Yoonri.

“Aigo, oppa tidak usah seperti itu. Oppa pasti di sukai banyak yeoja tahu.” Ledek Yoonri sambil mendorong bahu Minho.

“Jinjjayo? Kalau kau sendiri?”

“Naega? Aku menyukai seseorang.” Ucap Yoonri jujur sambil menunduk.

“Jinjja? Hoahh nugu nugu?” Tanya Minho penasaran.

“Emmm, itu rahasia. Bagaimana kalau orang itu oppa?” Minho menautkan alisnya mendengar pertanyaan Yoonri, ia sendiri bingung harus mengatakan apa.

“Saranghae.Oppa mau menjadi namjachinguku?” Minho terdiam cukup lama sambil terus menatap Yoonri.

“Hahaha, usaha bagus Yoonri-ah.” Ucap Minho pada akhirnya.

“Hahaha baguskan aktingku? Oh mungkin nanti aku harus mengikuti kelas drama. Oppa, yang tadi aku katakana hanya bercanda arasseo? Jangan menghindariku hanya karena itu.” Tukas Yoonri sambil tertawa perih.

Perih? Tentu saja siapa yang perih jika saat kau mengutarakan perasaanmu, ia menolakmu dan mengatakan itu hanya candaan. Awalnya Yoonri ingin mengatakan jika itu benar-benar perasaannya. Hanya saja ia takut jika setelah ia mengatakan hal itu persahabatannya bersama Minho yang telah mereka buat menjadi hancur. Rasanya Yoonri ingin berlari agar bisa menangis.

“Kau sudah mengambil beberapa gambar?” Tanya Minho mengubah topic. Yoonri membalasnya sambil berusaha tersenyum dan menganggukkan kepalanya.

“Kajja kita ke Namsan Tower.” Ucap Minho sambil merangkul Yoonri.

***

Sejak saat itu Yoonri dan Minho menjadi lebih dekat dan sering pergi kemana-mana. Bahkan banyak murid yang berpikir jika mereka sedang berpacaran. Mereka selalu bertingkah jika mereka tidak mendengr apa yang di gosipkan oleh mereka. Untuk apa mereka mengurusi hal sepele seperti itu? Bukankah itu hanya akan membuang waktu?

“Yoonri, setelah pulang sekolah kita makan jjangmyeon yang ada di dekat minimarket oke? Jjangmyeong di situ sangat enak, ahjummanya juga sangat ramah.” Saat itu mereka sedang berada di kantin menghabiskan waktu istirahat mereka bersama Sulli, Taemin, dan Key.

“Ne! Kalian mau ikut?” Tanya Yoonri pada yang lainnya.

“Ani aku tidak bisa aku sudah berjanji pada Yoogeun untuk datang ke rumahnya hari ini aku merindukannya.” Jawab Sulli.

“Aku juga tidak bisa aku hari ini ada keperluan.” Ucap Taemin sambil terus memakan makanannya.

“Aku? Emm aku tidak mau mengganggu orang pacaran.” Jawab Key asal, dan di susul tawa oleh yang lainnya.

Di kedai jjangmyeon

“Annyeong ahjumma aku pesan jjangmyeon nya 2.” Sapa Minho begitu mereka sampai di satu kedai kecil yang cukup ramai.

“Oh kau annyeong, wahh siapa wanita manis ini? Yeojachingumu ya Minho-ssi?” Sahut ahjumma yang cukup berumur pada Minho saat melihat Yoonri.

“Annyeong ahjumma, anio aku teman Minho oppa dia juga tetanggaku.” Balas Yoonri ramah sambil membungkukkan badannya sopan.

“Oh, maaf ya. Ayo silahkan duduk nanti ahjumma antarkan.” Merekapun duduk di tempat yang kebetulan masih kosong.

“wahh daebak, ahjumma sampai tahu nama oppa!” Puji Yoonri.

“Itu karena aku sering kesini.” Tukas Minho bangga.

“Ini jjangmyeonnya, silahkan nikmati jangan terburu-buru makannya arasseo?” Ucap ahjumma tersebut sambil menaruh 2 piring jjangmyeon di atas meja dan berlalu melayani pelanggan lainnya.

“Ne, kamsahamnida.” Ujar Minho dan Yoonri kompak.

“Huahhh enak sekali oppa!” Pekik Yoonri setelah mencobanya.

“Kan benar apa kubilang, ayo cepat habiskan setelah ini kita mampir ke toko eskrim lalu pulang ok.” Yoonri mengangguk dengan semangat.

“Kamsahamnida ahjumma uangnya sudah ku taruh di meja ya.” Ucap Minho berpamitan.

“Kamsahamnida ahjumma.” Timpa Yoonri.

“Ne, kamsahamnida lain kali datang lagi.” Balas ahjumma dengan tersenyum. Merekapun menelusuri jalan yang akan mereka tuju untuk sampai ke toko eskrim yang di maksud Minho.

“Oppa, jika oppa bertemu dengan yeoja yang oppa sukai oppa lebih percaya siapa aku atau yeoja itu?” Tanya Yoonri tiba-tiba.

“Mwoya!? Tentu kau saengi. Kau ini bertanya apaan sih.” Minho terkekeh mendengar pertanyaan Yoonri yang aneh.

“Aku hanya iseng oppa.” Sahut Yoonri sambil memanyunkan mulutnya, Minho segera mencubit kedua pipi Yoonri dengan gemas.

“Oppa appoyo… Lalu oppa lebih memilih aku atau yeoja itu?” Tanya Yoonri lagi sambil memegangi pipinya yang dengan sukses di cubit Minho sampai merah.

“Neo neo neo. Aigo jangan tanyakan hal bodoh macam itu Im Yoonri.” Minho menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah Yoonri yang aneh dan menepuk kepala dongsaengnya itu.

“Eskrim vanilla satu dan strawberry satu.” Ucap Minho begitu mereka sampai di sebuah toko eskrim yang khusus menjual eskrim saja. Setelah mendapatkan dua cone eskrim itu mereka mengucapkan terimakasih dan duduk di tempat yang dekat dengan jendela besar.

“Gomawo~” Sahut Yoonri sembari menerima eskrim strawberry favoritenya.

***

Tidak terasa waktu dengan cepat berlalu, ujian semester telah di lewati dan memulai pertengahan tahun ajaran baru. Musim gugur menyambut suasana untuk pelajaran dengan semangat. Banyak lulusan menengah atas yang mulai sibuk dengan kegiatan kuliahnya.

Minho mulai sibuk dengan matakuliahnya dan kehidupan yang baru, waktu libur yang baisanya ia gunakan untuk bersantai-santai pun selalu ia gunakan untuk belajar dan mengerjakan tugas yang di berikan dosennya. Minho menjadi sangat jarang berkomunikasi dengan Yoonri.

“Minho-ya.” Seorang yeoja dengan rambut panjang pirangnya dan di ikat satu berlari kecil menghampiri Minho dan Key, yang sedang berjalan ke kelas mereka masing-masing.

“Oh, Eunseo. Ada apa?” Tanya Minho.

“Ani, kalian mau ke kelas sekarangkan? Aku ikut ya.” Ucapnya.

“Oh ya hari ini kalian mau datang ke acara pesta kecil-kecilan di rumahku?” Tanya Eunseo ketika mereka berjalan santai ke ruangan kelas mereka.

“Untuk apa? Kau berulangtahun?” Tanya Key kembali.

“Ne, hari ini. Jika kalian mau kalian bisa datang aku akan memberi kalian alamat rumahku.”

“Huahh!! Saengilchukka Seo-ya!” Ucap Key dan Minho bersamaan.

“Ne, gomawoyo.”Sahut Eunseo riang.

“Jika kami akan datang kami akan memberitahumu terlebih dahulu ok.” Ujar Minho.

***

Yoonri POV

Semenjak kelulusan Minho oppa kami menjadi jarang berkomunikasi, kadang jika aku memberinya pesan singkat ia hanya akan membalasnya beberapa kali. Lalu ia pamit untuk mengerjakan tugasnya. Dan Minho oppa bilang bahwa ia mempunyai jadwal kuliah yang sama dengan Key oppa dan Eunseo eonni. Belakangan ini Minho oppa selalu menceritakan keadaan kuliahnya dan saat-saat ia bersama Key oppa mengerjai Eunseo eonni ataupun kebalikkannya.

Kadang aku bisa emosi sendiri jika mengingat apa yang selalu di ceritakan Minho oppa, itu hanya membuatku iri dengan Key oppa dan Eunseo eonni. Untungnya belakngan ini Sulli dan Taemin sering mengajakku berjalan-jalan atau mengambil beberapa objek yang tidak pernah kukunjungi sebelumnya.

Yah, setidaknya bisa membuatku sedikit melupakan Minho oppa. Tapi tidak sekarang, sekarang aku sedang mengamati handphoneku bimbang antara harus menghubungi Minho oppa atau tidak. DEngan lincah ku ambil handphone touchscreenku itu dan menyentuh beberapa huruf.

To: Minho oppa
Oppa, annyeong. Apa kau sibuk lagi hari ini?

Apa seharusnya aku tidak memberinya pesan singkat itu? Bagaimana jika ia tidak membalas sama sekali?

Drrrt drrttt

From: Minho oppa
Ne, nanti malam aku mau pergi ke pesta ulang tahun Eunseo bersama. Kau ingat dia kan? Waeyo? Kau mau ikut Yoonri-ah?

To: Minho oppa
Eunseo eonni hari ini ulangtahun? Kirimkan pesan saengilchuka dariku ya oppa. Tentu aku ingat oppa. Ani tak usah, gomawo. Oppa belakangan ini sibuk ya?

From: Minho oppa
Ne, oke nanti aku sampaikan. Ne Yoonri-ah belakangan ini tugas kuliahku selalu menumpuk.

To: Minho oppa
Jinjja? Hoahh fighting oppa! Ngomong-ngomong oppa sedang apa?

From: Minho oppa
Hanya sedang tiduran kau sendiri?

To: Minho oppa
Hanya sedang mendengar lagu hehehe

From: Minho oppa
Oh, Yoonri kau tahu tadi saat di kuliah. Kami sukses mengerjai Eunseo, berhubung ia sangat menyukai barang berbau hello kitty. Kami menyembunyikan sisir serta kacanya, itu sangat menyenangkan! Hahaha

Kenapa setiap kali berbicara dengan Minho oppa ia selalu mengatakan sesuatu yang berhubungan dengan Eunseo eonni?

To: Minho oppa
Jinjja? Memang oppa yang lakukan?

Tanyaku untuk berpura-pura tertarik. Bukankah aku egois?
From: Minho oppa
Sebenarnya Key yang melakukannya. Ia mengambil sisir dan kacanya lalu menyembunyikannya. Ia bahkan sempat menangis. Hahaha

To: Minho oppa
Mwo!? Hanya karena itu Eunseo eonni menangis? Apa tidak terlalu kekanak-kanakkan?

From: Minho oppa
Yoonri-ah jangan seperti itu, bisakah kau menjaga cara berbicaramu?

To: Minho oppa
Oppa aku hanya mengatakan sebenarnya, menurutku jika ia menangis hanya karena itu. Itu tidak masuk akal, itu seperti anak kecil oppa.

From: Minho oppa
Bisakah kau lebih sopan pada Eunseo? Memangnya jika barang kesayanganmu di sembunyikan memangnya kau tidak akan menangis?

To: Minho oppa
Jika itu hanya sisir dan kaca aku bisa membeli yang lagi. Sudahlah oppa kita bahas yang lain saja oke?

From: Minho oppa
Ani, lebih baik kau pikirkan dulu ucapanmu itu sebelum berbicara lagi denganku arasseo? Annyeong!

To: Minho oppa
Mwo!? Oppa mianhae, jeongmal jeongmal mianhae. Itu hanya hal sepele, jeongmal mianhae oppa.

Aku menunggu balasan oppa dengan perasaan sangat tidak enak. Mengapa Mihno oppa menjadi sangat sensitif? Oke aku akui, aku mengatakan hal itu terlalu kasar tapi bukankah itu kenyataan? Aku mulai capek dengan Minho oppa yang akan selalu membahsa Eunseo eonni. Apakah ia tidak tahu jika aku merindukan saat-saat bersama dulu? Aku tidak ingin membahas tentang Eunseo eonni.

Mungkin saat Minho oppa membahas Eunseo eonni, aku mulai marah hingga aku menulis kata-kata seperti itu. Aku terus menunggu Minho oppa sampai larut, tetapi hasilnya tetap nihil. Bulir-bulir yang hangat mulai mengalir dari mataku, apa sebegitunyakah sampai Minho oppa tidak membalas pesan singkatku sama sekali? Apa Minho oppa mulai berubah?

***

Tanpa sadar aku tertidur sambil memegang handphoneku. Saat bangun aku langsung melihat handphoneku berharap ada balasan dari Minho oppa, ternyata hasilnya tetap sama tidak ada balasan sama sekali. Dengan langkah gontai aku berjalan ke kamar mandi bermaksud untuk mandi dan ke sekolah. Setelah selesai aku ke meja riasku seperti biasa lalu menyisir rambutku dan membiarkannya terurai panjang tanpa hiasan apapun. Akupun beranjak ke ruang makan yang sudah di tempati oleh Yoona eonni.

“Yoonri-ah, kau tahu SM agency yang membuka audisi bukan?” Tanyanya penuh semangat, sedangkan aku hanya membalas melalui anggukan sambil meminum susu coklat yang di sediakan seperti biasa.

“Aku mengikuti audisi itu dan lulus, Yoonri-ah! Aigo aku masih tidak menyangka aku bisa lulus audisi itu! Dan rencananya aku akan memulai masa traineeku, jadi kemungkinan aku akan jarang tinggal di sini Yoonri.” Ucapnya dengan mata berbinar-binar, tentu saja! Itukan harapannya sejak kecil. Tiba-tiba aku ikut tertarik dengan pembicaraan eonniku ini dan cukup menaikkan moodku sedikit.

“Jeongmalyo? Chukkae eonni! Ya, eonni kau tega meninggalkan dongsaeng satu-satunyamu ini?” Sungutku sedikit kesal.

“Mianhaeyo, itu memang kewajibannya Yoonri-ah.”

“Ne ne, gwenchana. Itukan impian eonni dari dulu, tapi jika sampai eonni menyerah! Aku akan menghabisi eonni!” Balasku sambil mengepalkan tangan kananku dan tertawa renyah.

“Aigo! Kau baik sekali saengi! Gomawoyo!” Pekiknya begitu senang.

“Ne ne, memangnya eonni kapan akan pindah?”

“Mungkin malam ini atau besok.” Ucapnya sambil berpikir sejenak lalu memakan sarapannya lagi.

“Oh, jangan lupa minum vitamin dan makan yang banyak eonni. Badanmu sudah sangat kurus jangan sampai aku melihatmu lebih kurus lagi, arasseo? Ngomong-ngomong kau sudah memberitahu pada eomma dan appa?”

“Tentu saja! Malah saat lulus audisi aku langsung menelfon mereka. Mereka sempat menanyakan kabarmu dan katanya mereka masih di London.” Ucap Yoona eonni masih terus memakan sarapannya dan bahkan ia menambah porsi makannya.

“Jinjja? Huahhh aku sudah mulai rindu dengan mereka. Kalau begitu aku ke sekolah dulu oke? Hwaiting for your trainee eonni!” Ujarku sambil meneguk air putih dan mengepalkan tangan kananku memberi semangat pada eonniku ini.
“Ne, annyeong! Gomawoyo saengi!” Balasnya sambil memelukku sebelum aku berangkat.
Saat baru keluar dari rumah, aku langsung teringat dengan kejadianku dan Minho oppa semalam. Aku sempat melirik pintu tetanggaku itu, mengharapkan sesuatu yang ternyata tidak muncul.

To be continue…