Tags

, ,

Title : Jebal, Look at Me!
Author : Choi Yoonri
Main Cast : Im Yoonri (readers)
Support Cast : Lee Taemin, Choi Minho
Length : Sequel
Genre : Friendship, Romance
Rating : PG-15

Part 12

“Aku sudah bilang padamu kau tidak usah datang Taemin-ah aku sudah berangkat.”

“Tega sekali kau membohongiku Im Yoonri?” Yoonri segera membalikkan badannya dan menemukan sesosok namja dengan nafas tersengal-sengal sekarang berdiri di depannya.
Airmata Yoonri jatuh untuk kedua kalinya, kali ini ia membiarkan airmata itu terus mengalir dengan deras.

“Kenapa kau langsung pergi Yoonri-ah? Memangnya kau sudah memberitahu Yoona noona? Kau tega meninggalkanku dan Sulli di sini? Kau bahkan tidak mengijinkan kami untuk ke melihatmu tera-” Ucapan namja itu langsung terhenti saat merasakan geteran hebat tubuh Yoonri memeluknya.

“Mianhae Taemin-ah jeongmal jeongmal mianhae. Aku tidak mau batal ke London hanya karena salah satu dari kalian ke sini. Bahkan Yoona eonni sekalipun, untunglah ia masih dalam masa trainee hingga tidak bisa keluar.” Isak Yoonri sambil terus memeluk namja itu.

“Jika aku tidak jadi ke London maka kau harus bertanggung jawab Taemin-ah.” Sindir Yoonri sambil memukul punggung Taemin.

“Bukankah memang hanya aku yang menjadi masa depanmu?” Ujar Taemin, seketika Yoonri melepas pelukannya dan menatap Taemin dengan tatapan heran.

“Ne?”

Bagi para penumpang dengan tujuan London harap segera naik ke pesawat, pesawat akan berangkat 30 menit lagi. Sekali lagi–

“Itu pesawatmu kan? Ka. Jangan lupa beri aku tempat tinggalmu arasseo?” Taemin menghapus airmata yang tersisa di pipi Yoonri dengan ibu jarinya lalu memegang kedua pundak Yoonri sambil tersenyum.

“Ne, geunde Taemin-ah…”

“Ka palli kau mau aku menyeretmu pulang? Tidakkan?”

“Ya! Kau mengusirku!?”

“Ne karena jika melihatmu lebih lama aku akan lebih tidak tega melihatmu jauh dariku.”

“Ne?” Yoonri terbengong-bengong mendengar ucapan Taemin.

“Palli. Jaga kesehatanmu arasseo?” Taemin mendorong Yoonri pelan agar tidak tertinggal pesawat.

“Ne, annyeong Taemin-ah kau juga.” Yoonri memberi Taemin pelukan perpisahan lalu berbalik dan berjalan pelan.

“Yoonri-ah…” Yoonri segera membalikkan badannya dan melihat Taemin yang berdiri masih tidak terlalu jauh dengannya dan Taemin berlari ke arahnya.

“Bisakah kau mulai melihatku seorang tanpa melihat ke masa lalumu itu?”

“Taemin-ah kau ini sedang mengatakan apa? Aku tidak mengerti.”

“Ani, ayo cepat kau mau tertinggal pesawat? Annyeong.” Taemin menempelkan bibirnya di kening Yoonri dengan cepat. Lalu ia memasukkan tangan kirinya ke celananya dan melambai ke arah Yoonri dengan tangan kanannya.

Yoonri terdiam lalu ikut melambaikan tangannya dan berjalan berbalik memunggungi Taemin sambil tersenyum pelan.

***

3 years later…

“Permisi sajangnim sebentar lagi anda harus rapat dengan beberapa client.” Ucap seorang yeoja dengan beberapa tumpukan berkas di tangan kanannya lalu menaruh itu semua di meja namja yang ia sebut sebagai ‘Tuan’nya itu.

“Ne, kau boleh pergi sekarang kamsahamnida.” Ucap namja itu sambil tersenyum ramah dan di balas dengan bungkukkan oleh yeoja itu.
Ia melihat beberapa berkas di mejanya itu dengan serius sebelum satu telfon mengganggu kesibukannya itu.

“Yeoboseyo?”

“Taemin-ah apa kabar? Abeoji mendengar dari beberapa client kau memimpin perusahaan dengan sangat baik. Bahkan pegawai terus memujimu. Abeoji benar-benar bangga padamu.”

“Kamsahamnida Abeoji ini semua juga karena Abeoji yang telah mempercayai anak tunggalmu ini untuk memimpin perusahaan Abeoji.” Jawab namja yang di panggil Taemin itu.

“Baiklah kalau begitu sebentar lagi kau akan menghadiri rapat bukan? Kau harus berhasil oke? Abeoji dan Eomma mendukungmu.”

“Kamsahamnida Abeoji annyeong.” Balasnya lalu menutup telfon itu sambil tersenyum.

Ia melihat ke arah sebuah bingkai foto dimana itu adalah fotonya dengan seorang yeoja sedang tersenyum senang dan Taemmin sedang merangkul yeoja tersebut, dengan bangunan BigBen sebagai pemandangan belakang mereka. Senyumannya semakin lebar, lalu ia melihat jam yang melilit di pergelangan kirinya berserta sebuah gelang simple yang cukup menarik. Mengingat ia harus menghadiri rapat ia segera merapikan berkas itu dan berjalan keluar dari ruangan nyamannya. Sesampainya di ruangan rapat ia tersenyum ramah kepada semua orang yang telah hadir di ruangan tersebut.

“Annyeonghaseyo tanpa membuang-buang waktu lagi kiat mulai rapat ini sekarang.” Ia mempersilahkan tamu pentingnya itu duduk dan mulai membuka berkas-berkas yang ada.

“Untuk proyek selanjutnya saya memiliki rencana untuk membuka cabang di London, untuk urusan arsitektur bangunan akan saya buat sendiri seperti dengan beberapa bangunan perusahaan yang telah ada.”

“Tetapi sangjanim kenapa kita tidak membuka–”

“Permisi saya ingin mengantarkan minuman.” Ucapan salah satu tamu penting itu terpotong dengan datangnya seseorang dari pintu rapat itu. Taemin mengeluh mengingat pekerjanya melakukan hal bodoh di tengah rapat ini.

“Mengapa kita tidak membuka di tempat atau cabang di daerah Asia lainnya? Bukankah akan lebih baik jika kita membuka seluruh cabang di Asia? Padahal kita hanya perlu membuat sekitar 5 cabang lagi dan kita sudah sukses di Asia.” Lanjut salah satu client Taemin memberikan pendapatnya dengan bijak.

“Menurutku tidak ada masalah bukan jika kita mulai membuka di London? Lagipula perusahaan kita di Perancis dan di Barcelona sudah sukses.” Jawab Taemin tak kalah bijak.

“Kalau begitu kenapa tidak membuka di New York saja? Bukankah pasti akan lebih sukses?” Tanya client lainnya.

“Saya merasa London merupakan salah satu tempat di mana perekonomian yang cukup bagus sama halnya dengan New York bukan? Apa mas– YA!” Taemin langsung berdiri begitu minuman yang di taruh di mejanya terjatuh di atas berkasnya dan mengenai jasnya itu.

“Jwesonghamnida sajangnim jwesonghamnida.” Ucap pekerja itu sambil terus membungkukkan badannya berkali-kali.

“Kau sekarang keluar! Yeonmi-ssi urus berkas ini aku mengurus pekerja ini sekarang juga.”

“Tapi sajangnim lebih baik anda mengurus rapat ini dan urusan pekerja ini anda bisa mengurusnya nanti.” Ucap sekertaris Taemin.

“Tidak dia sudah mempermalukan perusahaan ini di depan tamu penting ini. Kuharap kalian mau menunggu sejenak jwesonghamnida.” Ujar Taemin sambil menghadap para clientnya itu dan membungkuk hormat.

Ia berjalan dengan langkah lebar keluar dari ruangan rapat dan di ikuti oleh pekerja itu yang terus menundukkan kepalanya dan mengikuti atasannya itu. Tanpa melihat kedepan dan tanpa di sengaja pekerja itu menabrak punggung atasannya membuat atasannya semakin geram padanya.

“Kau office girl baru?” Tanya Taemin to the point.

“Ne, sajangnim.” Jawab pekerja itu masih menundukkan kepalanya. Ia memakai topi dan mengikat rambutnya hingga sulit di lihat oleh Taemin.

“Kau tahu kan jika apa yang kau lakukan tadi sangat berakibat fatal pada proyek perusahaan kita? Dan mengapa mereka bisa memintamu untuk mengantar minuman ke ruangan rapat?”

“Jwesonghamnida sajangnim jeongmal jwesonghamnida.” Ujar pekerja itu. Sambil terus membungkukkan badannya.

“Sudahlah mau bagaimana lagi siapa namamu? Im Yoon..ri?” Taemin mengeja nametag yang pakai oleh pekerja itu dengan sedikit terbata.

“Ne sajangnim.” Pekerja itu melihat ke arah Taemin.

“AAHHHH!!!!!” Pekik Taemin sambil mundur beberapa langkah sambil menunjuk pekerja di depannya itu, sedangkan yang di tunjuk hanya bisa menatap atasannya itu dengan tatapan bingung.
“Waeyo sajangnim?” Tanyanya tanpa dosa.

“Tidak hanya saja kau mengingatkanku pada seseorang.” Ujarnya sambil sedikit berdeham dan merapikan jasnya kembali serta bertingkah lebih normal di depan pekerjanya ini.

“Ne? Taemin sajangnim tega sekali kau melupakan temanmu itu hah?” Balas pekerjanya itu sambil mencibir atasannya.

“Ne? Mworago?”

“Aku hanya menggunakan kacamata dan menutupi rambut panjangku kau langsung lupa dengan mukaku HAH!?” Teriaknya sambil membuka kacamata serta topinya dan langsung membuangnya ke lantai.

“IM YOONRI! Neo jinjja Yoonri!? Aku pasti bermimpi!” Teriak Taemin sambil melongo seperti orang bodoh.

“Aw! Ya! Kenapa kau mencubitku hah!?” Teriak Taemin lagi begitu mendapatkan cubitan cukup keras dari yeoja di depannya ini.

“Pertama karena kau tidak mengenaliku kedua karena kau menganggap ini semua mimpi!” Keluh Yoonri kesal sambil berjalan cepat memunggungi Taemin.

“YA! Im Yoonri! Ya!”

“Sajangnim client anda sudah menunggu cukup lama.” Ucap Yeonmi-sekertaris Taemin.

“Bubarkan rapatnya ada masalah jauh lebih penting atau tidak suruh mereka untuk menunggu sebentar aku akan kembali secepat mungkin ini lebih penting.” Komando Taemin dan langsung pergi menyusul Yoonri dan tidak menghiraukan panggilan sekertarisnya itu lagi.

“Ya! Yoonri!” Taemin berlari kecil menghampiri Yoonri dan langsung menarik lengan yeoja itu. Ia tidak peduli dengan tatapan pekerja lainnya yang melihat direktur perusahaan mereka mengejar pekerja yang jauh di bawahnya.

“MWO!?” Teriak Yoonri dengan nada tinggi dan ketus. Beberapa pegawai melihatnya dengan tatapan menghina, tentu saja! Mereka pasti akan berpikir siapa dia berani sekali meneriaki direktur perusahaan ini?

“Sssstttt! Kau boleh berteriak-teriak di ruanganku karena kedap suara tapi jangan di sini arachi? Kajja!”

“Shireoyo! Kenapa aku harus mengikutimu hah!?” Yoonri langsung menepis tangan Taemin yang hendak menarik tangannya.

“Karena kau harus menjelaskan kepadaku kenapa kau bisa ada di sini Yoonri!” Teriak Taemin dengan ekspresi marah. Yoonri langsung tidak bisa berbuat apa-apa dan hanya terdiam ia terlalu takut melihat wajah Taemin yang mengerikan itu.

“Kajja kita ke ruanganku palli!” Gumam Taemin memelankan suaranya
“Shireoyo Taemin-ah kau kan harus rapat terlebih dahulu.” Yoonri ikut memelankan suaranya takut jika Taemin akan berteriak kembali.
“Ya sudah kalau begitu kau ke ruanganku dulu arasseo? Ya! Neo! Bisa bantu aku membawa yeoja ini ke ruanganku?” Taemin langsung memanggil salah satu pekerja yang melewati mereka.

“Ne sajangnim.”

“Aku tahu jalannya Taemin-ah.” Tolak Yoonri.

“Ani! Aku tidak mau saat aku rapat kau langsung kabur begitu saja!” Yoonri berdecak sebal lalu berjalan melewati salah satu pekerja yang di suruh Taemin.

“Ya! Yoonri! Jangan pakai seragam itu! Ambil bajumu arasseo!” Teriak Taemin sebelum balik ke ruangan rapat dan sekali lagi Yoonri berdecak sebal menanggapi perkataan Taemin.

Selama rapat Taemin sulit memfokuskan dirinya pada client-client pentingnya itu. Pikirannya terbagi antara senang, Yoonri, dan proyek cukup besarnya kali ini. Ia bahkan lupa untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan clientnya. Taemin terus berusaha memfokuskan pikirannya dan untungnya itu berhasil dan membuat proyek yang ia rencanakan di terima oleh para clientnya. Ia bernafas lega dan langsung keluar begitu para client keluar dari ruangan tersebut. Ia berjalan sangat cepat menuju ruangannya itu.

“Aku kira kau sudah kabur dari sini.” Ucap Taemin begitu masuk ke ruangannya yang nyaman itu. Ia mendapati Yoonri sedang mengamati beberapa bingkai foto yang ada di meja Taemin.

“Kau menaruh foto ini di ruanganmu?” Tanya Yoonri mengabaikan perkataan Taemin.

“Tentu saja itu penyemangatku! Sejak kapan kau pulang? Kenapa tidak memberitahuku sama sekali? Kenapa kau bisa menjadi salah satu pekerja di sini? Bagaimana kau bisa tahu aku bekerja di sini? Apakah Yoona noona dan Sulli sudah tahu kau pulang? Sekarang kau tinggal dimana?” Tanya Taemin bertubi-tubi sambil duduk di kursinya itu.

“Ya! Kau bertanya banyak sekali!”

“Pertama aku pulang kemarin, aku tidak memberitahuku karena aku ingin membuat kejutan. Lalu aku bisa dengan mudah mencari di mana kau bekerja, belum ada yang tahu aku sudah tiba di sini kau yang pertama, dan kemarin aku tinggal di ruamhku tentu saja. Untuk masalah bagaimana aku bisa bekerja di sini…”

Flashback

“Permisi aku ingin melamar pekerjaan.” Ujar Yoonri dengan ramah sambil memberikan berkas yang ia bawa.

“Im Yoonri? Kau melamar pekerjaan sebagai office girl padahal kau lulusan dari salah satu universitas ternama di London. Mengapa kau memilih sebagai office girl?”

“Aku belum ada pengalaman sama sekali aku ingin memulai dari posisi paling bawah.”

End of Flashback

“Kau gila Yoonri!” Gumam Taemin tidak percaya.

“Aku tidak peduli yang penting aku sukses membuat kejutan untukmu bukan?” Kekeh Yoonri sambil mehrong ke arah Taemin dan di balas dengan tawa kecil oleh Taemin.

“Ya sudahlah tetapi kau harus mengundurkan diri hari ini juga arasseo? Jika kau tidak mau aku yang akan membuat surat permohonan diri untukmu!” Ancam Taemin.

“Terserah kau sajangnim.” Ejek Yoonri dan menekankan pada kata sajangnim.

“Sekarang giliran kau menjawab pertanyaanku! Kemana saja kau selama satu setengah tahun terakhir? Kenapa tidak datang ke London sama sekali? Kau bahkan tidak membalas emailku sama sekali!”

“Kau tahu aku mengambil jalur cepat setelah itu aku langsung mengawasi perusahaan Abeoji dan setelah setengah tahun mengawasi perusahaan ini, Abeoji langung memberiku kekuasaan penuh di perusahaan ini. Kau pikir aku tidak sengaja tidak mengunjungimu? Jangankan untuk membuka email tidur saja sangat jarang! Aku berencana untuk mengambil waktu untuk pulang lebih cepat beberapa hari ini.” Jelas Taemin panjang lebar.

“Jeongmal?”

“Tentu saja! Ngomong-ngomong kau sudah makan siang?”

“Ani. Aku tahu kau pasti belum makan ya kan?” Tebak Yoonri dengan sedikit nada kesal. Taemin langsung berdiri dari kursinya dan terkekeh pelan.

“Kau kebiasaan! Pantas jika kau semakin kurus!” Ejek Yoonri.

“Yang penting aku tetap terlihat tampan bukan?”

“Tentu saja! Jas serta kemejamu itu yang hanya membuatmu tampan jika tidak memakai itu pasti tidak!”

“Ya!” Keluh Taemin sambil mengacak rambut Yoonri.

***

“Aku tahu aku tampan sehingga kau terus memperhatikanku.” Ujar Taemin sambil terus memperhatikan ke depan dan tersenyum.

“Anio! Aku hanya takjub melihatmu yang memakai pakaian formal sehingga berbeda dari biasanya.” Elak Yoonri sambil melihat ke depan jalanan yang sebenarnya sangat menarik. Apalagi ia sudah 3 tahun tidak berada di korea. Pemandangan Cheongge yang berkelap-kelip di malam hari karena penerangan membuat banyak orang yang suka mampir ke daerah ini.

“Kau benar tidak mau balik ke perusahaanmu lagi?” Tanya Yoonri mengganti topik.

“Ani, aku sudah meminta sekertarisku untuk mengurus.” Jawab Taemin sambil mengayun-ngayunkan tangannya yang terpaut dengan tangan kiri Yoonri.

“Kau terlalu mengandalkan sekertarismu Taemin-ah.”

“Aku hanya memintanya untuk merapikan beberapa hal yang harus kuurus hari ini di pindahkan jadwal untuk besok.” Ujar Taemin santai.

“Mungkin aku juga akan mengambil cuti beberapa hari dan meminta abeoji menggantikanku sebentar.” Sambungnya.

“Ya! Direktur macam apa kau sampai meminta ahjussi membantumu?” Cibir Yoonri sambil menatap kesal ke arah Taemin.

“Abeoji sendiri yang bilang padaku seperti itu.” Bela Taemin tak mau kalah.

“Tapi tetap saja kau seha–”

“Yoonri? Taemin?” Ujar seorang namja tepat beberapa meter di depan mereka. Yoonri langsung menoleh ke arah namja itu dan seketika pegangannya dengan Taemin terlepas. Taemin menyadari perubahan Yoonri langsung melepas genggaman itu dan tersenyum pada orang di depannya

“Oh! Hyung! Apa kabar? Kau di sini sedang apa?” Tanya Taemin ramah.

“Baik. Aku hanya berjalan-jalan sebentar. Kalian sendiri?” Jawab namja itu tak kalah ramah.

“Baik, jakkaman aku belikan minuman dulu kalian tunggu di sini saja ok?” Seru Taemin sambil berlari kecil menjauh dari mereka.

“Yoonri apa kabar? Aku jarang melihatmu maksudku kau masih tinggal di sebelah rumahku kan?”

“N..ne Minho-ssi.” Jawab Yoonri seadanya.

“Sejak kapan kau menggunakan bahasa formal denganku? Ahh jangan-jangan sejak kejadian beberapa tahun yang lalu?”

“Aku benar-benar minta maaf Yoonri-ah, aku tidak tahu apa yang merasuki diriku hingga hampir menamparmu.” Terbesit rasa penyesalan yang sangat dalam dari suaranya.

“Gwenchana Minho-ssi…” Ucap Yoonri sedikit ragu.

“Tak bisakah kau memangilku Minho oppa seperti dulu?” Pinta Minho lembut.

“N..ne Min..Minho oppa.”

“Gomawo Yoonri-ah. Ngomong-ngomong kau sudah lulus kuliah?” Tanya Minho sedikit canggung walaupun ia tahu jika Yoonri masih sedikit ragu tetapi ia abaikan perasaan itu jauh-jauh.

“Ne, aku baru pulang dari London setelah kuliah di sana.” Jawab Yoonri berusaha ebrsikap seperti dulu di depan Minho.

“Jinjjayo? Hoahh daebak!”

“Oppa boleh aku tanyakan sesuatu?”

“Tentu saja.” Jawab Minho sambil memasukkan kedua tangannya di dalam saku.

“Aku melihat cincin di jari manis kiri oppa, oppa sudah menikah?”

“Mwo? Ah anio. Ini cincin tunanganku dengan Eunseo tidak lama lagi kami akan menikah. Nanti aku berikan undangannya dan kau harus dating arasseo?”

“Jinjjayo? Chukkae oppa-ya!” Seru Yoonri dan hendak memeluk Minho tetapi ia urungkan.

“Wae? Kau tidak mau memeluk oppamu yang tampan ini?” Ledek Minho lalu merentangkan tangannya lebar-lebar, Yoonri berjalan pelan dan langsung di peluk oleh Minho.

“Gomawo Yoonri-ah. Lalu kapan giliranmu dan Taemin?”

***

“Jakkaman. SIapa sih tidak bias sabar sedikitpun?” Keluh Taemin yang awalnya sedang bermalas-malasan menonton TV di apartemennya, beranjak ke arah pintu hanya karena mendengar orang memencet bel rumahnya dengan tidak sabar.

“Lee Taemin! Kau membeli minum sampai tersesat ke rumahmu lagi hah!?”Teriak seorang yeoja begitu di bukakan pintu oleh Taemin. Taemin bahkan belum mengucapkan apapun dan yeoja itu langsung masuk ke apartemen Taemin itu.

“Kenpa kau bias tahu rumahku masih di sini?”

“Apa tujuanmu dengan sengaja mempertemukanku dengan Minho oppa?”

“Tentu saja aku menelfonnya sebelum kita makan. Jakkaman oppa? Kau sudah berbaikkan dengannya?”

“Kau mau lukaku yang mulai pulih terbuka lebar lagi?”

“Ya! Kau tidak menjawab pertanyaanku!” Seru Taemin mulai kesal karena tidak di jawab oleh Yoonri.

“Kau juga!” Teriak Yoonri tak mau kalah.

“Jangan membuat aku merasakan seperti 3 tahun yang lalu Taemin-ah, merasakan kembali bagaimana rasanya di berikan harapan oleh seseorang dan di tinggalkan begitu saja. Apa gunanya aku pergi ke London untuk memikirkan perasaanku kembali selain kuliah di sana?” Ucap Yoonri memelankan suaranya.

“Maksudmu?”

“Apakah kau sudah lupa dengan ucapanmu saat aku hendak ke pesawat?”

“Ne? Yonnri-ah waktu 3 tahun itu tidak pendek.”

“Ne arasseo, sebaiknya aku pulang saja.” Gumam Yoonri dan bergegas berjalan keluar.

“Kau pikir aku ini pelupa? Abeoji tidak akan mempercayakan perusahaannya padaku jika aku sering lupa dengan apa yang aku ucapkan.” Taemin langsung menangkap lengan Yoonri yang hendak keluar dengan cepat dan ia langsung meraih pinggang Yoonri dengan tangan kananya, sedangkan tangan kirinya meraih dagu Yoonri agar Yoonri melihat ke arahnya.

“Kenapa kau jadi bertele-tele seperti ini Yoonri-ah? Mengapa tidak katakana secara langsung? Kau mau membunuhku secara perlahan? AKu sudah menunggumu sejak lama sedangkan kau baru menga—“ ucapan Taemin langsung terhenti begitu bibir milik Yoonri melahap bibir Taemin yang terus mengoceh tanpa selesai.

Yoonri menekan tengkuk Taemin agar memperdalam ciuman mereka. Taemin yang awalnya terkejut mulai membalas ciuman Yoonri dan ikut menekan tengkuk Yoonri.

“Saranghae Taemin-ah.”

“Nado.” Gumam Taemin sambil mengecup kening Yoonri pelan.

“Hari ini kau menginap di sini saja arasseo? Nae jinjja bogoshipoyo.” Rengek Taemin sambil mengembungkan pipinya dan tetap memeluk pinggang Yoonri.

“Terserah kau sajalah. Taemin-ah kau tahu jika Minho oppa akan menikah sebentar lagi?” Tanya Yoonri sambil berjalan dengan susah payah ke ruang TV karena terus di peluk oleh Taemin.

“Jinjjayo? Daebak! Kalau begitu kita menyusul!” Ujar Taemin dan langsung menggendong Yoonri ala bridalstyle ke kamarnya.

“Mwo!? Ya! Taemin-ah kau tidak bercanda?” Pekik Yoonri mulai panik.

“Ani! Waktu 3 tahun menunggumu dan hampir 3 tahun bersama sudah cukup untuk kita bukan? Malah bias di bilang kita memiliki masa pacaran yang paling panjang.”

“Andwaeyo Taemin-ah! Kau mau apa hah?” Yoonri semakin panic saat Taemin menaruhnya di ranjang dan menindih tubuh Yoonri.

“Wae? Aku hanya mengajakmu tidur Yoonri, jangan katakan jika pikiranmu sudah mulai yang tidak-tidak?” Ledek Taemin dengan evil smilenya dan mencolek hidung Yoonri.

“Ani!”

“Ya sudah kalau begitu besok kita akan mulai mengurus persiapan pernikahan kita dan besok aku akan mengajakmu menemui Abeoji dan Eomma. Aku juga akan bertemu dengan orangtuamu.” Ucap Taemin sebelum melahap bibir Yoonri kembali.

END

Huahhh akhirnyaa selesaii😄 hehehhe. Oh aku mau bilang untuk ke berapa kalinya ini murni inspirasiku! Karen aide membuat ff ini dari pengalaman diriku sendiri. Lebih tepatnya hanya di part yang terjadi antara Yoonri dan Minho doank tentunya dengan sedikit perubahan tapi untuk endingnya itu ga nyata. Author dan teman author masih belom baikan (curcol -_-V kekekke) dan ff ending ini pualing panjanggg😄 semoga pada suka sama cerita ini ^^