Tags

, , , ,

Ring, Marriage, Artist: Who [Chapter 5]


Title : Ring, Marriage, Artist
Author : taemfairy
Main Cast : Kim Seona, Lee Taemin
Support Cast : Kim Jongin aka Kai
Other Cast. : Park Luna, Amber Liu, Krystal Jung, Kim Kibum
Length : Sequel
Genre : Romance, Marriage Life, Family, Humor,
Rating : PG-15
A.n. : Seona: 20 yo Taemin: 21 yo

Previous Chapter: Unpredictable [Chapter 1] | New Life [Chapter 2] | Not Fair [Chapter 3] | What!? [Chapter 4]

 

Sudah 4 hari belakangan ini aku habiskan dengan sibuk pembuatan album baruku entah latihan koreo ntuk laguku nanti atau latihan vokal untuk lebih baik. Selama itu pula aku selalu pulang ke apartemen Hana eonni–managerku. Lagipula di apartemenku tidak ada siapapun, benar-benar membosankan jadi aku lebih memilih tinggal di apartemen Hana eonni.

Hari ini jadwalnya pemotretan untuk album baruku nanti. Unuk konsep kali ini merupakan konsep fantasy, kedengarannya menarik. Sekarang aku dan Hana eonni sedang di gedung SM unuk mengambil kostum pemotretan. Memang, seharusnya di ambilkan oleh asisten untuk langsung ke tempat pemotretan, tetapi aku ingin mengecek baju itu kembali dan Hana eonni ada sedikit urusan.

“Sepertinya kau sedikit kesulitan mengambil baju-baju itu, perlu bantuan?”ucap seseorang tiba-tiba.

“Ya! Kai oppa! Kau membuatku kaget!” pekikku saat mendengar suara seseorang di depanku, cukup sulit untuk melihat orang di depan karena tertutup oleh tumpukan baju ini. Tetapi dari suaranya saja aku sudah yakin jika dia Kai oppa. Untung barang-barang yang kubawa ini tidak jatuh.

“Kau masih memanggilku oppa?” tanyanya tanpa peduli dengan kata-kataku.

“Wae? Ya sudah kalau kau tidak mau.” ketusku sambil pergi melewatinya.

“Aniyo. Aku malah senang kau masih memanggilku oppa.” serunya dengan senyum di bibirnya. Tiba-tiba ia sudah berjalan sejajar denganku dan mengambil beberapa baju yang ada di tanganku.

“Aku bantu. Hari ini kau ada jadwal apa?”

“Hanya pemotretan untuk album baru nanti.” sahutku sambil membalas senyumnya sebagai tanda terima kasih.

“Hari ini aku tidak ada jadwal boleh aku ikut?”

***

“Ok! Break!”

Huahh akhirnya! Walaupun pemotretan di dalam studio aku merasa seperti sedang pemotretan di outdoor. Kenapa dingin sekali?

“Ini teh hangatnya.” seru seseorang. Tanpa ragu aku menerima cangkir tersebut seraya tersenyum.

“Gomawo oppa.” balasku. Ia menaruh mantel yang kubawa lalu menyelimutiku dengan mantel tersebut.

“Ngomong-ngomong saengil chukkae Seo.”

“Omo! Oppa masih ingat ulangtahunku? Aku bahkan sudah lupa jika hari ini ulangtahunku!” benar! Aku bahkan lupa jika hari ini hari ulangtahunku karena kesibukanku belakangan ini.

“Gomawo oppa.”

“Ne tidak masalah. Jika begitu apakah aku orang pertama yang mengucapkan ulangtahun padamu?”

“Tentu! Bahkan Hana eonni lupa jika hari ini hari ulangtahunku!” seruku sambil duduk di meja rias. Beberapa stylist mulai membetulkan tatanan makeup serta rambutku. Sedangkan Kai oppa mengambil salah satu kursi untuk duduk di sebelahku.

“Ne? Apakah ada yang memanggilku?” tiba-tiba Hana eonni menolehkan kepalanya ke arah kami.

“Noona kau melupakan sesuatu yang penting!” seru Kai oppa pada Hana eonni, sedangkan aku hanya memasang tampang tidak tahu apa-apa sambil menyesap tehku.

“Jeongmal? Apa itu?” tanyanya dengan muka tidak tahu apa-apa.

“Seona ulangtahun hari ini.”

“MWO!?” pekiknya sambil terburu-buru mengambil ipadnya dan membuka kalender atau pengingat mungkin. Ck, manager mana yang bisa melupakan ulangtahun anak asuhnya sendiri.

“Aigo mianhae Seona-ya. Happy birthday!” serunya sambil menggoyang-goyangkan lenganku.

“Sirheo-yo! Eonni melupakan ulangtahunku ini setahun sekali eonni.” rengekku dan kesal tentunya. Sedangkan Kai oppa hanya tertawa melihat tingkahku yang mungkin seperti anak kecil.

“Oh ayolah Seo! Aku sedang sibuk mengurus jadwalmu! Belum lagi berita dari Gyeongshik oppa yang menyuruhku untuk tidak memberitahumu soal shinee akan kembali dari jepang hari ini.”

“Mwo!? Mereka akan pulang hari ini!? Jeongmalyo!?” kulihat ia langsung menutup mulutnya dengan kedua tangannya dengan mata terbelalak.

“Noona kau bodoh.” ucap Kai oppa dengan nada datar membuatku terkekeh.

“Aish kenapa aku bisa kelepasan!?” runtuknya sambil memukul kepalanya beberapa kali lalu mengambil handphonenya dan mengetik sesuatu dengan cepat.

“Eonni! Kau jangan beritahu mereka jika aku sudah tahu arasseo? Aku ingin menjemput mereka.” seruku. Ia hanya mengangguk sambil tersenyum.

“Sepertinya kau senang dengan pernikahanmu ini Seo?”

“Biasa saja. Oh iya! Oppa aku sudah mulai bisa memasak!” pekikku senang seraya menggerakkan lengannya dengan antusias.

“Jeongmal? Apa itu semua demi Taemin hyung?”

“Tentu! Ia pernah mengeluh saat tahu aku tidak bisa memasak. Jadi belakangan ini aku sering pergi menemui Vic eonni dan Wookie oppa untuk belajar memasak.”

“Apakah karena itu tanganmu menjadi seperti ini?” ia mengangkat tanganku lalu menunjuk beberapa luka gores yang ada.

“Hanya luka kecil itu normal untuk orang yang sedang belajar memasak bukan?” belaku sambil menarik tanganku lalu tersenyum.

“Memang tetapi seharusnya kau bisa menjaga dirimu Seo.”

“Arasseo.” jawabku sambil tersenyum berusaha membuatnya tidak cemas hanya karena luka kecil ini.

“Ngomong-ngomong apakah kau akan memasak untukku juga?”

“Tentu saja! Aku ingin oppa mencicipi masakanku!” seruku sambil menepuk beberapa kali tangannya. Kai oppa ikut tersenyum, tangannya terulur dan seperti ingin mengacak rambutku tapi tidak jadi. Mungkin karena ia ingat jika aku masih ada jadwal pemotretan.

“Ok! Semua kembali ke posisi!”

***

Seorang yeoja membetulkan letak syalnya beberapa kali untuk menutupi mulut hingga hidungnya. Segerombolan beberapa orang di bandara tersebut meliriknya sejenak lalu berbisik pada temannya. Yeoja yang di lirik sesekali bergerak gelisah sambil memainkan iphonenya.

Apa seharusnya aku membawa kamera tadi? Rutuknya dalam hati. Padahal ia bisa bersikap normal seperti oranglain yang tidak membawa kamera saat itu. Atau mungkin karena rambut panjangnya yang di ikat ke atas serta kacamata di saat malam hari yang membuatnya mencolok dan mendapat perhatian dari mereka?

“Kyaaa Onew!”

“Minho-ya annyeong!!!”

“Key! Noonaga neomu bogoshippoyo!!!”

“Jonghyun-ah!!!!”

Sontak Seona menahan nafasnya seraya menajamkan penglihatannya. Entah bagaimana pandangannya bertemu deban pandangan Onew, sontak Seona langsung berpura-pura memainkan handphonenya. Ia benar-benar berusaha agar mereka tidak menyadari keberadaan Seona.

Minho menepuk pundak Onew yang berhenti tiba-tiba, Onew melirik ke arah Minho lalu membisikkan sesuatu yang langsung di sambut oleh teriakkan dari para fans mereka. Minho hanya tersenyum sekilas tanpa melihat ke arah Seona lalu berjalan kembali bersama Onew.

Jonghyun terus menunduk dan di sebelahnya Key terus melambai pada fans mereka. Ia pun membisikkan sesuatu membuat Jonghyun mengangkat kepalanya lalu mencari orang yang di jelaskan Key.

Seona mengangkat kepalanya secara perlahan saat melihat 2 pasang sepatu bermerek berdiri di depannya. Ia lantas membetulkan letak syal serta kacamatanya lalu melihat ke arah 2 namja di depannya dengan was-was.

“Ia tidak pulang hari ini, ia masih memiliki schedule sendiri dan acara yang harus di datangi. Mungkin ia akan kembali besok.” ucap Key seakan yakin ia berbicara pada siapa.

“Kajja Seona-ya.” sahut Jonghyun seraya menarik lengan kiri Seona dengan pelan dan di ikuti oleh Key. Sontak fans yang melihat kejadian itu langsung mengikuti mereka dan mulai memfoto mereka dengan cepat. Dengan cepat Jonghyun berbalik membuat Seona hampir terjatuh dan ikut berbalik dan menundukkan kepalanya.

“Annyeong yeorobeun! Aku ingin menjelaskan satu hal sebelum terjadi kesalahpahaman yang besar. Yeoja di sebelahku ini adalah sepupu Taemin, ia baru kembali dari Jepang dan ia sangat ingin bertemu dengan Taemin. Ia sengaja ke bandara karena ingin cepat-cepat bertemu dengannya, tetapi sayangnya Taemin tidak pulang hari ini. Ia juga sengaja menutupi mukanya karena ia tidak ingin di ganggu kehidupannya. Jadi kumohon pada kalian semua agar tidak mencari tahu tentangnya sedikitpun. Terimakasih banyak.” Jonghyun sedikit membungkukkan badannya di ikuti oleh Seona dan Key. Mereka membungkukkan badannya sekali lagi dan memutuskan untuk meninggalkan tempat itu.

“Kamsahamnida oppa! Aku bahkan tidak memikirkan alasan apa yang harus kubuat.” bisik Seona pada Jonghyun dan Key.

“Tentu saja kan yang kau pikirkan adalah bertemu dengan Taemin bukan?” sindir Key dan langsung di balas senyuman yang besar dari Seona. Seona merapatkan syalnya dan mulai memikirkan Taemin. Entah itu apa.

“Kyaaa Taemin-ah!!!!!”

Bahkan ia merasa fans meneriaki nama Taemin padahal ia tidak pulang hari ini. Mungkin itu semua hanyalah imajinasi Seona yang ingin bertemu dengan Taemin.

“Taemin-ah!!!!!!”

Sebentar kenapa teriakkan mereka semakin jelas? Seona bertanya-tanya dalam hati. Sontak ia membalikkan badannya dan sesosok namja yang hangat memeluknya dengan cepat.

“Neomu bogoshippoyo.” bisik Taemin. Sementara Seona masih mematung di tempatnya terlalu terkejut dengan apa yang terjadi.

Kilatan kamera mulai nendekat, mereka dengan cepat ingin mengambil moment tersebut. Taemin dengan cepat menarik tangan Seona dan membawanya ke mobil Seona yang jaraknya tidak terlalu jauh denan tempat mereka sekarang.

Begitu mereka duduk di dalam mobil Seona yang sudah melesat, Seona melirik ke belakang melihat Gyeongshik–manager shinee– sudah menghadang para fans.

Seona langsung melihat ke arah Taemin dengan kening berkerut sambil melepaskan kacamata hitamnya.

“Kata Key oppa dan Jonghyun oppa, oppa tidak pulang hari ini karena masih ada schedule.” Seona sedikit memicingkan matanya ke arah Taemin. Taemin belum melepaskan senyuman yang masih menempel di bibirnya, lalu.

“Sebenarnya kami berencana untuk membuatkanmu kejutan, tetapi Hana noona bilang jika kau sudah tahu tentang kepulangan kami hari ini. Jadi kami mengubah total semua rencana kami, karena kami tahu kau pasti akan ke bandara. Tadi awalnya aku ingin pulang ke apartemen terlebih dahulu lalu membuatkanmu kejutan ulangtahun dan meminta mereka utuk mengatakan padamu jika aku akan pulang besok. Tetapi begitu melihat wajahmu yang sangat kecewa dan sedih aku jadi tidak tega.”

“Jadi…. Saegil chukkae Seona-ya.” Taemin menepuk puncak kepala Seona beberapa kali sambil tersenyum.

“Gomawo oppa-ya.” ucap Seona membalas senyum Taemin dan sedikit terharu.

“Ya! Uljima!”

“Aniyo! Aku hanya terharu!” seru Seona sambil memukul lengan Taemin membuat mereka tertawa bersama.

“Oppa tidak merayakan ulangtahunku? Bukankah oppa bilang akan merayakan ulangtahunku?” sindir Seona.

“Pimileyo!”

“Ah! Wae!?”

***

“Huahhh sudah lama aku tidak kembali ke sini!” seru Seona langsung menghempaskan tubuhnya ke sofa setelah melepas mantelnya.

“Jinjja? Memangnya selama ini kau tinggal dimana, huh?” Taemin mengambil gelas serta air dari kulkas lalu meneguknya sekaligus. Ia menuangkan kembali air tersebut dan memberikannya pada Seona yang duduk di ruang tamu.

“Gomawo~ tentu saja di apartemen Hana eonni. Di sini sangat sepi jika aku tinggal di sini sendiri.” protes Seona lalu meneguk air sampai habis. Taemin mendengar sambil mengangguk sekilas.

“Ngomong-ngomong bagaimana keadaanmu selama aku pergi?”

“Hm, baik-baik saja. Hanya saja belakangan ini terlalu banyak schedule! Oh! Oppa aku sudah bisa mema–. Aigo! Seharusnya aku tidak mengatakannya!” pekik Seona lalu memukul kepalanya dengan tangan kirinya dan menutup mulutnya dengan tangannya yang lain.

“Waeyo? Kau sudah bisa apa?” tanya Taemin penasaran seraya menghentikan tangan Seona yang memukul kepalanya sendiri serta tangan satunya.

“Aku tidak mau memberitahu!”

“Ya! Malhaebwa!”

“Sirheoyo!”

“Ya! Seona! Malhaebwa ppalli!” paksa Taemin sambil mengguncang-guncangkan tubuh Seona.

“Ahh arasseo!” Taemin menghentikan aktifitasnya sejenak, Seona menarik nafas lalu menghembuskannya perlahan.

“Aku sudah mulai belajar memasak. Walaupun tidak sehebat dan memasak seenak Key oppa tapi aku sedang berusaha. Dan mulai bisa memasak.” aku Seona sambil tertunduk, entah memikirkan apa.

“Jeongmal!? Untuk apa belajar memasak Seo? Ngomong-ngomong kenapa jarimu jadi penuh luka begini? Jangan-jangan karena kau tidak berhati-hati saat memasak?” tuntut Taemin saat ia tidak sengaja menggenggam tangan Seona dan menyadari terdapat beberapa luka di jarinya.

“Ne. Tentu saja aku tidak mau memalukanmu! Lagipula aku juga jngin menjadi istri yang baik untuk oppa. Aku sedikit tersinggung saat kau dan Key oppa mengatakan seharusnya perempuan bisa memasak. Tetapi aku sudah mulai terbiasa dengan pisau serta minyak yang panas.” belas Seona menatap Taemin mantap agar ia tidak cemas.

“Aigo… Mianhae Seona-ya~ seharusnya aku tidak mengatakan itu padamu. Kalau begitu sekarang kau tidak perlu belajar memasak lagi. Aku suka istri apa adanya. Tidak memasak bukan masalah bagiku.”

“Andweyo! Aku harus bisa memasak! Jika tidak bisa siapa yang akan memasak untukmu? Key oppa? Aku tidak mau kau bergantung padanya oppa.” rengek Seona.

“Pokoknya kau harus berhenti belajar memasak!”

“Ahh andwae! Sirheoyo!!” pekik Seona dan memukul lengan Taemin.

“Aish, ne ne kau boleh melanjutkan kegiatan belajar memasakmu itu. Tapi aku tidak mau kau melukai dirimu lagi seperti ini, arachi?”

“NE! Gomawo oppa!!” seru Seona dan memeluk Taemin sambil tersenyum lebar.

“Ne~” Taemin membalas pelukan Seona juga mengusap kepala Seona lembut. “Oh! Aku memiliki sesuatu untukmu.” kata Taemin seraya mengeluarkan sesuatu yang menjuntai dari tangan Taemin.

Seona menyentuh kalung berwarna perak tersebut dengan bandulan mahkota kecil yang indah.

“Aku tidak menyiapkan kado surprise untukmu yang meriah. Aku juga tidak merayakan ulangtahunmu. Aku tidak memberi sebuah kado yang berarti dan special untukmu. Aku juga tidak menyiapkan kue ulangtahunmu.” ujar Taemin seraya mengalung kalung tersebut di leher jenjang Seona.

Seona tidak melepaskan padangannya dari kalung tersebut dan menyentuhnya dengan lembut.

“Neomu yeppo.” gumamnya sambil menyentuh bandulan kalung tersebut.

“Maaf aku tidak merayakan ulangtahunmu hari ini.” sahut Taemin dengan lirih.

“Aniyo oppa. Bagiku saat oppa sudah pulang dan mengingat ulangtahunku aku sudah sangat senang. Dan menurutku kalung ini sangat berarti, neomu neomu gomawoyo oppa.” gumam Seona sambil menatap Taemin lembut dan memeluknya.

“Saengil chukkae Seona-ya.” balas Taemin seraya mencium kening Seona. Mereka terdiam beberapa saat dalam posisi yang sama.

“Ngomong-ngomong apa kau memiliki schedule besok?” tanya Taemin seraya melepaskan pelukannya kini Taemin memainkan jemari Seona.

“Sepertinya ada pemotretan tetapi aku tidak yakin, yang kutahu pasti adalah aku akan mengikuti idol star championship beberapa hari lagi.” jawab Seona mantap.

“Jeongmal? Berarti itu adalah kali pertamanya kita tampil bersama di satu acara.”

“Jinjjayo?” pekik Seona senang.

“Ne. Sudah malam lebih baik kita istirahat.” ucap Taemin seraya menarik Seona ke kamar.

***

Hari ini adalah hari untuk recording idolstar championship. Kebetulan acara ini di langsungkan pada musim dingin, sehingga para artis melakukan acara ini di dalam gedung stadium. Beberapa artis dari berbagai entertaiment datang untuk meramaikan acara ini. Seona serta shinee, fx dan beberapa member exo ikut memeriahkan acara ini dan mewakili SM.

Para fans serta para artis ikut mendukung artis se managementnya dengan semangat. Para fans tidak luput dari pengamatan serta kamera mereka. Serta handbanner untuk mendukung artis mereka.

“Bagaimana dengan persiapan album barumu?” tanya Amber yang sedang duduk di sebelah kiri Seona.

“Lumayan. Ada beberapa dance move yang sering aku lupa. Kudengar fx sedang sibuk dengan jepang?” jawab Seona santai. Sesekali ia mengalihkan pandangannya ke arah pertandingan kebetulan saat ini adalah bagian namja untuk berlari estafet.

“Tentu! Kami terus berlatih dan mengolah vocal kami. Cukup lelah memang, apalagi kami juga mengisi beberapa acara di korea sehingga terpaksa kami harus bolak-balik korea jepang.” protes Amber.

“Jeongmal? Aigo… Eonni hwaiting.” seru Seona sambil tersenyum lebar.

“Seo! Kau juga mengisi acara ini?” tanya seseorang begitu melihat Seona dan langsung duduk di sebelah kanan Seona.

“Kai oppa!” pekik Seona.

“Oh Amber noona! Annyeong.” sapa Kai ramah saat melihat Amber. Amber menyapanya kembali dan tersenyum sebagai jawaban dan kembali fokus pada pertandingan.

“Bukankah tahun lalu kau tidak ikut?” tanya Kai lagi pada Seona.

“Ne, tahun lalu aku sibuk latihan dan perform di mana-mana.” jawab Seona.

“Oh. Kau megikuti lomba apa saja, Seo?”

“Aku mengikuti lari estafet serta lari jarak jauh.” balas Seona sambil memainkan resleting jaket yang ia pakai. “Kalau oppa?”

“Aku mengikuti semuanya.” sahut Kai sambil terus melihat ke arah pertandingan.

“Jeongmal? Huahh daebak! Oppa harus menang!” seru Seona sambil melihat ke arah Kai.

“Aku sudah kalah saat lari jarak jauh.” sahut Kai datar.

“Ne? Kalau begitu oppa harus menang di lomba berikutnya arachi?”

“Ne arasseo aku akan berusaha. Kau juga Seo hwaiting!” seru Kai sambil mengepalkan tangan kirinya.

“Ne! Hwaiting!” balas Seona tak kalah semangat. Kai terkekeh pelan dan mengacak poni Seona hingga berantakan. Seona memberengutkan mukanya dan tertawa pelan.

“Seona-ya ppalli!” teriak Luna sambil melambaikan tangannya ke arah Seona menyuruh Seona untuk segera siap di posisinya.

“Ne! Oppa annyeong!” seru Seona lalu berlari ke arah lapangan untuk bersiap berlari estafet.

Seona mulai melakukan pemanasan kecil dan merenggangkan tubuhnya. Ia melihat ke peserta di sebelahnya.

“Annyeonghaseyo sunbaenim.” ucap Seona ramah sambil membungkukkan badannya sedikit.

“Ah ne annyeonghaseyo.” balas Bora ramah. Seona kemudian mulai berlari di tempat lalu melihat ke arah Luna yang sudah mengambil ancang-ancang untuk berlari.

Luna terus berlari sambil membawa tabung estafet, begitu sampai pada pelari kedua Amber langsung menerima tabung tersebut dengan cepat dan memberikannya pada Krystal, pelari ketiga. Seona merasakan degup jantungnya semakin cepat saat ia melihat Krystal mulai berlari mendekatinya. Ia mulai berlari kecil, begitu medapatkan tabung tersebut ia dengan cepat berlari.

Ia bisa menangkap sosok Bora dari sampingnya. Ia juga mendengar teriakan sebagai tanda pendukung sangat terdengar jelas. Seona sudah mencapai garis akhir, dengan cepat mengedarkan pandangannya ke arah monitor besar yang menampilkan adengan dengan pelan. Artis SM mulai mengerubungi Seona, tiba-tiba mereka bersorak meneriaki nama Seona. Seona masih bingung dengan hasil yang di tayangkan, tiba-tiba ia berteriak histeris dan melompat-lompat di tempat.

Lalu Seona melompat-lompat dan berlari untuk mengambil mendali dan mengucapkan beberapa kata. Ia kembali ke tempatnya masih dengan senyuman lebar yang masih menempel di bibirnya. Saat menemukan Krystal, Luna dan Amber, ia langsung menghampiri mereka sambil berlari.

“Ya!” teriak Seona dan merangkul Amber dan Krystal dan berdiri di tengah-tengah mereka.

“Oh Seona-ya! Chukkae! Kau benar-benar hebat tadi!” seru Luna dan di setujui oleh Krystal dan Amber.

“Gomawo~ aku tidak bisa melakukannya jika tidak ada kalian. Lagipula ini semua juga berkat kalian yang sudah berusaha. Jeongmal gomawo.” ujar Seona sambil sedikit membungkukkan badannya dan senyuman yang tidak lepas dari bibirnya.

“Seo. Chukkaeyo!” ujar seseorang tepat di belakang Seona.

“Oppa!” pekik Seona dan langsung memeluk Taemin dengan semangat.

“Gomawoyo.” lanjut Seona belum melepas pelukannya. Krystal, Amber dan Luna tertawa melihat tingkah Seona. Seona langsung melepas pelukannya dan tertawa pelan.

“Kita duduk di sana saja otte? Mereka suka bergosip.” sindir Taemin. Seona tertawa pelan lalu mengikuti langkah Taemin, yang sebelumnya mendapat protes dari mereka.

“Kau benar-benar hebat Seo padahal hanya beda sedikit.” puji Taemin begitu mereka duduk di salah satu tempat di arena lapangan tersebut.

“Aniyo itu juga berkat Luna eonni, Amber eonni, serta Krystal sehingga aku bisa menang.” sahut Seona sambil meneguk air yang di ambilnya.

“Oppa sudah bermain tadi?” tanya Seona.

“Ne. Tetapi aku kalah dan tentu saja Minho hyung yang selalu menang.” ketus Taemin.

“Ah tadi aku melihatnya saat berlari! Benar-benar cepat!” puji Seona.

“Benarkah? Lalu apa kau melihatku saat aku berlari?”

“Keuromyeon!” seru Seona sambil tersenyum lebar. Taemin terkekeh pelan lalu mengacak rambut Seona sekilas.

“Taemin-ah! Seona-ya! Sudah waktunya untuk break dan makan siang.”teriak Key sambil melambaikan tangan kirinya.

“Kajja.” sahut Taemin, ia hendak menautkan jarinya dengan Seona tetapi ia teringat akan keberadaannya. Jika ia melakukan itu oasti akan banyak berita yang akan mereka buat. Taemin mengurungkan niatnya dan hanya membantu Seona untuk berdiri.

~ ~ ~

“Selamat makan!” seru Seona yang kini memegang sumpitnya dan bersiap untuk makan. Sekarang para artis berada di satu ruangan untuk makan. Tentunya para fans tetap berada di lapangan indoor, tentu saja alasannya agar para artis merasa nyaman untuk makan.

“Ne.” sahut Key dan mulai melahap makanannya. Seona duduk di antara Taemin dan Key, meja makan itu berbentuk bundar dan makanan di sediakan adalah lunch box yang terbilang cukup menguras dompet perusahaan TV tersebut.

Seona menyuapkan makanannya terlebih dahulu pada Taemin lalu memakannya sendiri. Taemin hanya terkekeh pelan melihat tingkah Seona lalu melakukan hal yang sama pada Seona. Key dan member lainnya hanya mendengus pelan melihat tingkah keduanya. Setelah selesai makan siang, mereka memanfaatkan sisa waku yang diberikan lebih dari satu jam untuk tidur atau berbincang santai.

Setelah waktu istirahat habis para artis kembali ke lapangan indoor untuk bersiap-siap kembali. Pertandingan langsung di lanjutkan dengan lari 100 meter yeoja. Para artis yang mengikuti lomba ini langsung berkumpul dan bersiap-siap.

Seona, Sulli, Bomi serta salah satu artis pedatang baru mulai berjalan ke garis start. Ketika bunyi start terdengar mereka mulai berlari dengan cepat. Saat sudah mendekati aris finish iba-tiba Seona terjatuh tanpa sebab. Ia tidak bergerak dari posisinya sedikitpun.

Taemin yang awalnya terus memperhatikan pertandingan sambil duduk di sebelah Minho terlonjak dan langsung berdiri. Ia berpikir jika Seona pasti akan berdiri lagi dan menyelesaikan pertandingannya. Tetapi ia sudah menunggu beberapa detik dan melihat Seona tidak kunjung berdiri, serta artis pendatang baru yang sudah memenangkan perlombaan tersebut. Taemin langusng berlari ke arah Seona dan tidak memedulikan kamera yang mulai mengamati dan memotretnya.

“Ya! Seona-ya neo gwenchana?” tanya Taemin sambil membantu Seona duduk di tengah lapangan.

“Appoyo oppa.” balas Seona dengan mata yang mulai memerah. Tanpa di minta Taemin langsung menggendong Seona yang sontak membuat teriakan fans semakin terdengar.

“Oppa! Nanti fansmu marah!” keluh Seona kaget dengan situasi sekarang apalagi ditambah dengan banyak kamera fans yang mengatah ke mereka.

“Itu bisa di jelaskan nanti lagipula lambat laun mereka akan mengetahui status kita.” sahut Taemin datar dan terus berjalan masuk ke gedung tempat mereka makan siang tadi. “Dan sekarang kakimu lebih penting tahu! Kau mau lukamu itu terinfeksi?”

Seona terdiam dan tidak menanggapi sedikitpun. Ketika sudah di dalam gedung, Taemin menduduki Seona di salah satu kursi. Key datang dengan membawa beberapa obat.

“Aku mendapatkan ini dari coordi noona.” sahut Key tanpa di tanya. Ia memghampiri Seona dan mulai mengobati luka di lutut Seona yang mulai berdarah dan memar. Seona mencengkram lengan Taemin saat Key mengobati lukanya.

“Kenapa kau bisa tiba-tiba terjatuh huh?” tanya Taemin dengan alisnya uang berkerut.

“Mollayo. Aku merasa kakiku tiba-tiba keram.”

“Jeongmal? Yang kiri atau kanan?”

“Kanan.” keluh Seona. Taemin berjalan ke kaki kanan Seona dan mulai memijitnya pelan.

“Ya! Andwae! Aku tidak meminta oppa memijitnya!” pekik Seona.

“Memang kau tidak memintanya aku yang mau melakukannya.” Key hanya bisa menggeleng pelan melihat mereka berdua sambil merapikan obat yang di bawanya tadi dan keluar meninggalkan mereka berdua.

“Gomawo Key oppa!” teriak Seona. Key membalikkan badannya sejenak dan tersenyum lalu melambaikan tangan kirinya.

“Kupikir awalnya kau ini orang yang suka marah dan mandiri. Ternyata kau sangat manja.” cibir Taemin tiba-tiba saat Key sudah menutup pintunya.

“Apakah mukaku terlihat menyeramkan?”

“Aniyo. Hanya saja aku tidak mengira kau orang yang sangat manja.” Seona terkekeh mendengar perkataan Taemin. Ia menyingkirkan tangan Taemin dari kakinya dan menyuruhnya duduk di sebelahnya.

“Kau pasti lelah, istirahatlah.” gumam Taemin seraya menarik kepala Seona ke arah pundaknya.

“Gomawo oppa.” balas Seona. Seona mengurung niatnya untuk menutup matanya saat menyadari pintu ruangan tersebut terbuka secara perlahan.

“Seona-ya, neo gwenchana?”

“Kai oppa!” seru Seona begitu menyadari namja yang kini berdiri di depan pintu dan berjalan masuk. Seona menegakkan badannya.

“Gwenchana?” tanya Kai lagi.

“Ne gwenchana. Kenapa oppa ke sini?”

“Aniyo aku hanya khawatir kau terjatuh tadi.” sahutnya. “Oh hyung! Kau tidak ikut lomba? Aku sekalian mencarimu dan memberitahumu jika kau masih ada lomba.” lanjutnya seraya berdiri di sebelah Seona.

“Ani, kau bilang pada Onew hyung untuk gantikan aku. Aku mau menjaga Seona.”

“Ani kau ikut lomba saja aku sudah lebih baik.” Seona tersenyum berusaha meyakinkan Taemin.

“Aku tidak mau Seo.” ketus Taemin bersikeras.

“Baiklah aku sampaikan pada Onew hyung, annyeong! Cepat sembuh Seo.” Kai mengacak rambut Seona lalu melambai ke arah mereka. Setelah Kai pergi mereka terdiam cukup lama.

“Kenapa kau memanggil Kai dengan sebutan oppa? Dan kulihat kalian cukup dekat.” Taemin memecahkan keheningan tersebut dan melihat ke depan dengan tatapan kosong.

“Itu…”

;

Tobecontinue