Tags

, , , , ,

Ring, Marriage, Artist: The Truth Is [Chapter 6]

Title : Ring, Marriage, Artist
Author : taemfairy
Main Cast : Kim Seona, Lee Taemin
Support Cast : Kim Jongin aka Kai
Other Cast: Byun Baekhyun, Park Chanyeol, Park Hana
Length : Sequel
Genre : Romance, Marriage Life, Family
Rating : PG-15
A.N. : Seona: 20 yo Taemin: 21 yo

Previous Chapter: Unpredictable [Chapter 1] | New Life [Chapter 2] | Not Fair [Chapter 3] | What!? [Chapter 4] | Who [Chapter 5]

“Kenapa kau memanggil Kai dengan sebutan oppa? Dan kulihat kalian cukup dekat.”

“Itu.. Sebenarnya…” Seona menarik nafas panjang sejenak dan menghembuskannya pelan.

“Oppa pernah dengar berita tentang yeojachingu Kai oppa sebelum EXO debut?” Taemin yang awalnya diam langsung memutar kepalanya menghadap Seona dengan mimik terkejut. “Ne aku yeoja itu.”

“Kenapa kalian putus?” tanya Taemin begitu saja.

“Tentu saja karena mereka tidak mengijinkannya. Awalnya aku berencana untuk keluar dari trainee. Tapi Kai oppa memintaku untuk tetap tinggal karena ia tahu jika tidak lama lagi aku akan debut saat itu. Awalnya aku tetap ingin keluar dari trainee tapi sampai Kai oppa terus mengingatkanku pada usaha kerasku selama ini dan begitulah.”

“Kalian putus begitu saja?” tanya Taemin penasaran. Bukankah dengan begini ia bisa mengenal Seona lebih dalam lagi?

“Tentu saja tidak. Kami sering bertemu dan pergi diam-diam, tetapi saat EXO mulai sibuk dengan jadwal mereka. Kami jadi jarang bertemu dan kami memutuskan hubungan kami begitu saja.” jawab Seona jujur tanpa menutupi sedikitpun.

“Bagaimana perasaanmu sekarang?”

“Ne?”

“Apa kau masih menyukainya sampai sekarang?” tanya Taemin to the point dan membuat Seona cukup kaget.

“Mollaseo, aku sendiri masih bingung.” aku Seona.

“Walaupun kau sudah menikah denganku?” Seona terdiam, ia bingung harus memberi jawaban seperti apa pada Taemin karena ia sendiri masih bingung dengan perasaannya sekarang.

“Kalau begitu kenapa kau tidak di jodohkan dengannya saja?” ketus Taemin. Seona terdiam sejenak sambil menatap Taemin.

“Keluarga kami tidak salin mengenal. Lagipula apa hubungannya dengan perjodohan ini?”

“Tidak, hanya saja menurutku akan lebih baik jika kau di jodohkan dengannya bukan?” Seona terdiam lagi dan sesaat kemudian ia tertawa keras.

“Oppa kau cemburu?” tanya Seona di sela tawanya.

“Ne.” gumam Tarmin dan langsung bangkit berdiri dan mengusap wajahnya dengan kasar.

“Ya! Neo eodiga?” Seona menarik ujung baju Taemin.

“Aku mau melanjutkan lomba.” sahut Taemin datar.

“Oppa temani aku di sini.” rengek Seona sambil menarik tangan Taemin menyuruhnya duduk, Taemin menurut dan duduk di tempatnya semula.

“Istirahatlah.” gumam Taemin seraya mengacak rambut Seona lembut dan menyenderkan kepala Seona kepundaknya.

“Gomawoyo oppa.” ucap Seona. “Oppa kau belum menceritakan dirimu.” lanjut Seona.

“Chaega?” Seona mengangguk pelan.

“Aku idak pernah berpacaran sekalipun.”

“Kau berbohong.” cibir Seona. Taemin terkekeh pelan.

“Baiklah aku mengaku aku pernah menjalin hubungan dengan Sulli. Tapi itu tidak lama sejak kami menemukan banyak tidak kecocokan di antara kami.”

“Jeongmal? Lalu?” tanya Seona sepertinya ia mulai tertarik.

“Krystal?” tebak Seona.

“Bagaimana kau bisa tahu?” tanya Taemin sedikit terkejut.

“Hanya menebak.” sahut Seona acuh.

“Tentu saja tidak Seo, itu hanya di film high kick yang pernah kudatangi. Untuk kehidupan nyata tidak pernah.” aku Taemin.

“Oh! Aku juga pernah melihat itu! Kalian benar-benar membuatku iri!”

“Iri atau cemburu?” goda Taemin sambil mengerlingkan matanya.

“Keduanya!” seru Seona sbal sambil mengangkat kepala agar tidak menyentuh pundak Taemin lagi.

“Aigo nae buin neomu kyeo!” Taemin merangkul Seona dan mengecup pipinya dengan cepat.

“Ya!” pekik Seona lalu memukul lengan Taemin cukup keras.

***

Penghujung musim dingin mulai tiba, dan hawa musim semi sudah mulai terasa. Sudah menginjak bulan ke empat untuk pernikahan Taemin-Seona dan selama ini berjalan baik-baik saja. Kecuali foto-foto yang di ambil para fans saat Idol Star Championship.

Para fans dengan jeli mengambil foto-foto antara Seona-Kai serta Seona-Taemin. Dan foto-foto itu menimbulkan beberapa gosip beredar. Walaupun ada beberapa yang setuju dengan salah satu pasangan tersebut tetapi foto-foto itu tidak bisa membuat para fans diam begitu saja. Mereka mulai mencari informasi lebih dalam di antara keduanya walaupun hasilnya nihil.

Sedangkan pagi yang cukup sibuk di sebuah gedung entertainnet karena mereka akan mengadakan konser besar lagi di Paris. Tetapi berbeda dengan salah satu ruangan yang cukup tenang dan hanya di huni oleh dua orang. Salah satu sudah cukup berumur berpakaian rapi dan satunya lagi jauh lebih muda dan memakai baju latihannya.

“Ada apa Youngmin-ssi?”

“Kai, aku tidak mau bertele-tele dan aku akan langsung mengatakannya langsung.” ucap pria yang sudah berumur dengan sangat tegas. Namja yang di panggil Kai hanya diam menunggu kelanjutan pemimpin entertaiment itu dengan penasaran.

“Aku ingin kau kembali mendekati atau berpacaran dengan Seona. Aku tahu dulu aku pernah mengengkang hubungan kalian tapi aku ingin kalian melanjutkan kembali hubungan itu.”

“Tapi sir, Seona sudah menjadi istri Taemin hyung. Dan jika saya boleh tahu mengapa anda meminta hal itu?” Kai cukup terkejut dengan pernyataan pria di depannya. Apalagi ini termasuk hal yang sangat penting antara 3 orang.

“Kau ingat dengan foto-foto kalian bertiga yang beredar dan menghasilkan pembicaraan yang sangat menarik perhatian netizen? Jika kulihat foto yang di ambil para fans antara kau dan Seona menimbulkan banyak ketertarikan netizen dan popularitas kalian meninggi pesat! Sangat berbeda dengan foto Seona dan Taemin.

“Aku tahu jika kau masih menyukai Seona bukan?” lanjutnya. Kai hanya bisa terdiam tak bisa menjawab atau mengelak pertanyaan atasannya itu.

“Anggap saja jika Taemin dan Seona tidak memiliki hubungan apapun. Jika kau melaksanakan peraturanku, kalian tidak perlu bersembunyi aku akan membiarkan para fans mengambil foto kalian. Dan popularitas kalian akan melesat cepat.”

“Tapi…”

“Kau tidak perlu memikirkan cara yang harus kau lakukan untuk mendekati Seona. Aku akan meminta bantuan manager kalian untuk mengatur jadwal serta meminta beberapa stasiun TV untuk merekrut kalian menjadi pasangan di acara tersebut.” sela pria itu tanpa menunggu alasan Kai sedikitpun.

“Kau juga tidak perlu memberitahu soal ini pada siapapun, hanya antara kau, aku serta managermu yang tahu soal semua ini. Dan Seona hanya akan menganggap ini semua sebagai kebetulan.”

***

Dengan perlahan sepasang kaki berjalan ke satu ruangan yang mulai di penuhi oleh beberapa artis. Mereka terlihat sedang berkumpul untuk mendengar beberapa informasi atau arahan untuk acara yang akan di adakan.

“Kai kau darimana? Kami mencarimu!” seru seorang namja sambil merangkul Kai dan membimbingnya ikut berkumpul dengan yang lain.

“Hyung, dari aku ada keperluan sedikit.” jawab Kai seadanya dan sedikit member senyum di mukanya.

“Keperluan apa?”

“Chanyeol-ssi, Kai-ssi ayo cepat kita tidak memiliki waktu yang banyak.” Seru seorang yeoja yang memegang setumpuk kertas di tangannya. Chanyeol segera berlari kecil tanpa menunggu jawaban Kai terlebih dahulu. Sedangkan Kai merasa berterimakasih pada yeoja itu, ia tidak perlu repot-repot memberitahu para memer tentang hal ini. Mungkin.

“Seperti yang kalian tahu sekitar kurang dari 3 bulan kita akan mengadakan SM concert di Paris. Dan pada konser kali ini kita akan mengubah beberapa konsep dari sebelumnya. Yang paling kita utamakan adalah battle dance yang akan di ubah secara keseluruhan. Konsep battle dance kali ini adalah couple battle dance.

“Tidak semua dari kalian akan mengikuti battle dance kali ini. Jadi dengarkan baik-baik siapa saja yang akan mengikuti acara ini dan kalian akan mendapatkan latihan yang lebih dari yang tidak mengikuti acara ini. Dengarkan baik-baik, pertama Minho-ssi dengan Yoona-ssi, Eunhyuk-ssi dengan Hyoyeon-ssi, Taemin-ssi dengan Krystal-ssi, Kai-ssi dengan Seona-ssi, Donghae-ssi dengan Yuri-ssi, Luna-ssi dengan Sehun-ssi, Key-ssi dengan Victoria-ssi, dan Kyuhyun-ssi dengan Sooyoung-ssi. Hanya ada 8 pasang yang mengikuti acara ini saya harap kalian berlatih dengan giat.

“Tidak ada konsep apapun dalam acara ini kalian bebas menari dan menciptakan gerakan apapun tetapi kalian harus menari dengan pasangan kalian masing-masing. Kalian dapat mensempurnakan gerakan kalian pada choreographer. Ada yang ingin bertanya?” jelas yeoja itu secara detail.

“Roomi-ssi.”

“Ne, Kai-ssi?” yeoja itu menoleh ke arah namja yang mengacungkan tangannya.

“Aku ingin mengganti pasangan dengan Taemin hyung.” ucap Kai jelas tanpa bertele-tele. Sontak beberapa orang yang ada di situ langsung heran dan mengerutkan kening mereka.

“Maaf tapi pasangan di sini tidak bisa di ganti Kai-ssi.” jelas yeoja itu sambil mengecek beberapa kertas di tangannya. “Ayo mulai berlatih.”

Kumpulan beberapa orang itu mulai bubar dan mencari pasangan mereka masing-masing. Seona menghampiri Kai yang sedang menunduk seperti memikirkan sesuatu.

“Oppa gwenchana?” tanya Seona pelan. Kai menolehkan kepalanya melihat Seona di depannya.

“Ah, ne gwenchana. Ayo kita buat gerakan.” Kai berusaha tersenyum agar tidak terlihat kaku atau membuat Seona bertanya lebih.

“Oppa kenapa tadi ingin ganti pasangan?” Tanya Seona tiba-tiba kini mereka mulai melakukan pemanasan terlebih dahulu.

“Aku hanya merasa lebih baik kau dengan Taemin hyung, bukankah kau ingin seperti itu?”

“Tidak dengan Taemin oppa juga tidak masalah untukku.” aku Seona seraya melipat jaketnya ke siku. Kai hanya mengangguk sekilas.

“Kau ingin konsep seperti apa?”

“Emmm, bagaimana dengan balet hiphop?”

~ ~ ~

“Ya! Taemin oppa!” teriak Krystal seraya melambaikan tangannya di depan muka Taemin.

“Ahh, ne? waeyo?” Krystal melipat kedua tangannya di depan dada dan memasang raut kesal.

“Kau selalu melihat ke arah Seona dan Kai, apa perlu kita mengganti pasangan? Sepertinya itu lebih baik agar kau lebih konsentrasi.”

“Ani, gwenchana. Ayo kita latihan.”

“Baiklah. Tapi jika oppa tidak fokus lagi aku akan langsung mengganti pasangan.” ancam Krystal dan mulai melakukan pemanasan kecil.

“Itupun jika kau bisa melakukan itu.” ledek Taemin dalam hati.

***

Seona mengerjapkan matanya berkali-kali saat mencium wangi yang menggugah seleranya saat ia tidur. Ia merenggakan sedikit badannya lalu mengucek matanya dengan kasar lalu ia turun dari kasur yang sangat nyaman. Ia membuka pintu kamar dengan perlahan dan seketika bau makanan yang membuatnya langsung lapar terhirup dengan mudahnya. Seona berjalan pelan ke meja makan dan memerhatikan punggung yang sedang memasak.

“Kenapa pagi-pagi begini sudah memasak? Ini baru jam setengah 4 kurang eonni.” Rengek Seona lalu mengangkat kakinya ke kursi dan memeluk kakinya.

“Kau lupa hari ini kau ada schedule shooting MV pagi ini?” protes Hana tanpa melihat kearah Seona. “Lalu jam 11 nanti kau ada latihan dengan Kai, pada jam 4 nanti kau harus shooting satu reality show baru, jam 9 malam kau melanjutkan shooting MV lagi. Dan setelah itu kau akan latihan lagi dengan Kai tentunya.”

“Aigo, kenapa banyak sekali jadwal hari ini? Aku masih lelah dengan latihan kemarin.” keluh Seona.

“Mian Seona-ya, aku tidak punya pilihan lain. Tetapi alan kuusahakan besok kau untuk istirahat satu hari.” sahut Hana merasa tidak enak dengan anak didiknya itu. “sekarang kau mandi lalu sarapan dan setelah itu kita lakukan semuanya dengan penuh ceria. Seona hwaiting!”

Seona mengangguk lesu lalu menarik kakinya untuk mengambil peralatan mandinya. Setelah itu ia mengambil beberapa keperluannya untuk hari ini dan mulai bersiap untuk melakukan jadwalnya.

“Sepagi ini kau sudah ada jadwal?”

“Ne, mian membuat oppa bangun. Hari ini ada banyak schedule, mungkin akan pulang sangat larut. Aku pergi dulu. Annyeong.” Seru Seona lalu melambaikan tangannya sebelum menutup pintu apartemen.

***

“Apakah kalian memikirkan baju yang akan kalian pakai untuk konsep kalian?” tanya salah seorang pelatih ketika Seona dan Kai sedang berada di sebuah ruang latihan koreografi.

“Kami belum sempat memikirkannya.” aku Kai sambil meneguk minumannya.

“Kalau begitu kalian bisa memikirkannya sendiri nanti. Untuk konsep yang kalian ambil cukup menarik, kalian sudah memikirkan beberapa gerakan?”

“Sudah.” sahut Seona lalu bangkit berdiri di ikuti oleh Kai dan mereka mulai menarikan tarian yang sudah mereka pikirkan beberapa hari yang lalu.

“Bagus! Tetapi di bagian ini, Kai seharusnya tanganmu berada di pinggang Seona dan di saat beberapa gerakan seharusnya kalian menyamakannya saja tidak perlu berbeda. Aku akan membantu kalian menambah beberapa gerakan serta memasukkan lagu ke dalam tarian kalian.” sang pelatih terlihat memikirkan sedikit gerakan dan…

“Baiklah ayo kita lanjutkan kembali latihan kita.”

~ ~ ~

“Oh! Taemin-ah kenapa kau kesini? Bukankah jadwal latihanmu jam 3 nanti? Ini baru jam 2.” seru pelatiha Shin yang saat itu sedang melatih Kai dan Seona.

“Ahh ye, aku hanya ingin melihat sebentar aku ada perlu dengan Seona.” sahut Taemin sopan, Seona langsung menghampiri Taemin.

“Waeyo?”

“Aku hanya ingin mengingatkanmu untuk makan setelah selesai kita makan siang terlebih dahulu baru kau boleh melanjutkan jadwalmu.”

“Baiklah nanti kita bertemu di sini saja oke?” Taemin mengangguk sekilas lalu pamit pada Kai serta pelatih Shin baru meninggalkan tempat itu.

“Dia sangat perhatian padamu.” gumam Kai cukup pelan tapi masih bisa di dengar oleh Seona. Seona hanya tersenyum tipis lalu mulai berlatih lagi.

***

Seona memasuki salah satu gedung stasiun TV yang terkenal di Korea bersama managernya. Seona segera di tarik ke salah satu ruang bintang tamu untuk mengganti pakaiannya serta makeup. Seona memakai dress selutut berwarna soft pastel dan ikat pinggang cukup besar berwarna coklat muda di pinggang disertai heels berwarna putih.

“Eonni, sebenarnya ini acara apa?” tanya Seona penasaran.

“Can you do it.” jawab Hana santai sambil mengamati penampilan Seona.

“Ne? Tapi mengapa aku berpakaian seperti ini?”

“Mereka bilang hari ini adalah episode special. Kau lakukan saja seperti biasa oke?” Seona terligat ragu sebelum akhirnya ia mengangguk pelan.

“10 menit lagi! Para artis harap segera berkumpul!” seru seseorang yang dengan cepat berpindah ke ruangan lainnya memanggil artis lainnya.

Seona segera naik ke panggung, ia melihat beberapa kursi yang sudah ditaruh dengan rapi dengan nama artis di beleah kanan kursi tersebut. Seona menemukan namanya dan duduk di kursi tersebut. Ia mengamati beberapa artis yang masuk, Seona menyapa mereka dengan ramah. Ternyata tidak hanya dia yang memakai baju seperti itu, semua artis memakai baju yang hampir sama dengannya. Artis pria tentu memakai jas dengan kemeja atau kaos di dalam. Seona cukup kaget saat melihat Kai masuk ke ruang tersebut, Kai memakai jas hitam dengan kaos berwarna putih dengan sedikit corak di kaosnya.

Di belakang Kai ada Baekhyun yang memakai jas biru tua dengan kaos putih sama seperti Kai. Seona melihat ke kursi di sebelah kirinya yang masih kosong, ia segera melihat ke papan nama yang ada. Ia membelalakkan matanya saat melihat nama Kai tertulis jelas di papan tersebut. Mengapa bisa kebetulan sekali?

“Seo?”

“Oh! Hai Seona! Apa kabar?” sapa Baekhyun ramah dengan senyum lebarnya.

“Ahh ye… Annyeong Baekhyun oppa, Kai oppa.” Seona berusaha terlihat seperti biasa tetapi sepertinya itu tidak berhasil di depan mata Kai. Ia sudah hafal dengan gerak gerik Seona.

“Walaupun aku sudah sering mendengar Seona memanggilmu dengan oppa aku masih bingung kenapa Seona memanggilmu oppa. Bukankah Seona seumuran denganmu?”

“Memang, tapi Seona berulangtahun di bulan november berbeda denganku yang di awal tahun. Sudahlah hyung sebentar lagi akan dimulai.” ucap Kai seraya menarik Baekhyun untuk duduk. Dan benar saja acarapun sudah di mulai dan di bawa oleh MC dengan pembuka terlebih dahulu.

“Ah, aku senang sekali di episode ini mereka memberiku baju yang tidak kalah bagus dengan para bintang tamu hari ini. Hari ini berhubung dengan episode special kami sengaja memasangkan beberapa artis. Dan kami kehadiran artis pendatang baru yang sudah berkilau, Kim Seona!” sontak tepuk tangan dengan meriah, Seona segera berdiri dan membungkukkan badannya sejenak dan memutuskan untuk duduk kembali. Lalu sang pembawa acarapun kembali memperkenalkan beberapa artis yang hadir pada acara tersebut.

“Mungkin hampir semua artis yang hadir pada acara ini merasa bingung dengan episode ini. Sebenarnya kali ini kita akan membahas tentang masalah artis yang selalu tertangkap melakukan hal aneh serta mengejutkan saat di belakang kamera. Dan kami semua mendapatkan foto serta ideo dari para fans yang berhasil mengabadikan moment tersebut! Hahaha! Lihat bahkan wajah para aris disini mulai terkejut! Ini pasti menarik sekali selama bukan saya yang menjadi korban. Kita akan tahu lebih jelasnya setelah ini.”

Para artis yang sedang duduk sekeika tercengang saat kru acara tersebutkan menandakan istirahat untuk beberapa menit saja. Sebenarnya ini jarang terjadi, mungkin terjadi sesuatu yang kebetulan mendesak. Beberapa kru mulai memasuki panggung acara tersebut dengan membawa mic yang cukup banyak. Kru tersebut segera menyerahkan mic tersebut pada beberapa artis yang kebetulan belum memakai mic sama sekali dan salah satunya adalah Seona. Salah satu kru tersebut segera memberikan mic tersebut pada Seona dan berlalu begitu saja. Sedangkan Seona bingung dengan bagaimana menyimpan mic tersebut agar tidak terlihat saat siaran, karena biasanya ada orang yang membantunya memasang alat tersebut.

Kai yang mengamati Seona yang tengah sibuk memasang sendiri mic tersebut tetapi yang terjadi malah kabel-kabel tersebut menjadi kusut dan para kru meminta para artis yang baru mendapat mic segera memasangnya karena durasi acara tersebut. Seona merutuk kesal saat melihat artis yang lain di bantu oleh assistennya ntuk memasang mic sedangkan ia tidak.

Kai terkekeh pelan melihat Seona yang berusaha merapikan kabel mic tersebut. Seona tersontak pelan saat merasakan tangan Kai meraih mic miliknya dan mulai membantu Seona memasangkan mic tersebut. Dngan terampil Kai menjelit mic tersebut ke dress yang Seona pakai lalu menarik kabelnya ke belakang dan menyimpan mic itu di selipan ikat pinggang besar yang di pakai Seona.

“Kamsahamnida.” ujar Seona sedikit membungkukkan badannya.

“Sama-sama, kenapa tiba-tiba berbicara dengan formal eum?” sindir Kai seraya duduk kembali di tempatnya.

“A… Anieyo.” Kai tertawa pelan lalu merapikan rambut Seona yang sedikit berantakan dengan lembut. Kali ini Seona hanya tersenyum dengan sedikit canggung saat senyum Kai membuat degup jantungnya berdetak dengan cepat. Dengan cepat Seona kembali memfokuskan dirinya pada saat salah satu kru meneriakan tanda untuk bersiap-siap.

“Seperti yang kita katakan tadi pada episode special ini kami akan menguak dan menanyakan semua artis saat di belakang panggung. Pertama-tama kita akan membahas tentang salah satu artis solo yang mulai mengepakkan sayapnya, Kim Seona!” seru sang pembawa acara sontak tepuk tanganpun mulai terdengar meriah, bahkan Seona ikut bertepk tangan dan sesekali membungkukkan badannya dalam posisi duduk.

“Bagaimana kabar albummu? Kami dengar sebentar lagi kau akan mengeluarkan album baru lagi.”

“Ne, aku benar-benar mengharap partisipasi masyarakat dalam album baruku nanti.” ucap Seona dengan senyum yang mengembang.

“Tentu saja, kami juga mengharapkan kau membocorlan sedikit dari albummu bagaimana Seona-ssi?”

“Maaf untuk itu, aku tidak bisa memberitahu kalian karena itu akan menjadi kejutan.” tutur Seona dengan senyumnya yang semakin lebar. Sang MC hanya tertawa kecil dan mengangguk pelan.

“Baiklah, sesuai dengan tema kita hari ini. Akan kita mulai dari artis Kim Seona terlebih dahulu. Setelah kita mengadakan break sejenak salah satu kameramen kami mendapat sebuah info yang cukup menarik. Kameramen kami mengatakan saat para kru memberi mic pada beberapa artis Kai-ssi membantu Seona-ssi memakaikan micnya. Dan bukan hanya itu, Kai-ssi merapikan rambut Seona-ssi.” sontak teriakan beberapa penontonpun menjadi ricuh, tidak hanya penonton beberapa artispun melakukan hal yang sama. Seona melirik sekilas ke arah Kai yang terlihat santai dan hanya tersenyum samar.

“Bagaimana menurut anda Kai-ssi, Seona-ssi?”

“Kami teman se-agensi, bukankah itu wajar jika kami saling membantu? Lagipula aku dan Seona cukup dekat.” jawab Kai ringan.

“Benarkah? Dan kami juga mendapat beberapa foto yang membuktikan kedekatan Seona dan Kai dari beberapa fans dan internet. Kita tanya dari pendapat Seona. Seona-ssi?”

“N..ne? eung, apa yang di katakan Kai-ssi itu benar. Kami satu agensi dan kami juga dekat dengan senior kami, entah untuk berbagi atau apapun itu. Aku dan Kai hanya berbeda beberapa bulan dan menurutku itu yang membuat kami dekat. Aku sendiri juga cukup dekat dengan Sehun-ssi, Sulli-ssi dan Krystal-ssi.”

“Jinjja? Bagaimana jika kita meminta Seona-ssi dan Kai-ssi untuk saling bertatapan selama 5 detik?” cetus salah satu artis yang menjadi bintang tamu pada saat itu. Sepertinya artis lain mulai tertarik pada topik yang di buat sekarang.

Seona semakin panik dan terus melihat ke arah Kai dan artis yang lain, seakan menanyakan apa yang harus ia perbuat. Kai hanya menggeleng pelan, ia berpikir jika apa yang mereka katakan hanya seperti anak kecil.

Tanpa menunggu persetujuan dari Seona maupun Kai, sang MC mulai mengarahkan Seona dan Kai agar saling berhadapan. Pembawa acara tersebut menaruh kertas pemandunya di antara mereka. Dalam hitungan ketiga sang pembawa acara mengangkat kertas yang ia pegang.

Seona yang awalnya tertawa pelan berubah serius saat sang pembawa acara mengangkat kertasnya. Tepat saat itu kedua matanya bertemu dengan Kai.

1 detik

2 detik

Tiba-tiba Seona tertawa keras karena tidak tahan melihat ekspresi Kai yang sangat serius.

“Eii.” teriak penonton dan bintang tamu saat itu.

“Waeyo, Seona-ssi?” tanya pembawa acara sedikit tertawa melihat reaksi Seona yang masih tertawa sambil menutup mulutnya dengan punggung tangannya.

“Kai, kau terlalu serius. Wajahmu menjadi lucu.” ucap Seona dan membuat beberapa artis ikut tertawa pelan.

“Baiklah mari kita lakukan sekali lagi.” ujar sang MC seakan kurang puas.

“Lebih baik tidak, aku tidak sanggup melihat wajah Kai yang terlalu serius.” canda Seona sambil terkekeh pelan.

“Baiklah kalau begitu, Kai beri pelukan pada Seona dan kita akan mengakhiri sesi ini.” ucap sang MC sambil menggerakan tangannya, menyuruh Kai untuk segera memeluk Seona. Kai segera bangkit dari kursinya, diikuti oleh Seona. Kemudian dengan cukup perlahan Kai mengangkat kedua tangannya memeluk Seona dan menepuk punggung Seona dengan pelan.

Beberapa penonton dan bintang tamu saat itupun bertepuk tangan dan tepat pada saat itupun sang MC mengganti topik ke artis lainnya.

~ ~ ~

“Seo? Kau masih punya jadwal hari ini? Ini sudah malam.”

“Oh Kai oppa, annyeong Baekhyun oppa.” sapa Seona ramah seraya membungkukkan badannya sedikit. “Setelah ini aku akan shooting MV ku lagi.”

“Apa? Bukankah setelah itu kau ada jadwal untuk latihan lagi denganku ” protes Kai. Seona hanya mengangguk pelan.

“Hyung, sepertinya aku akan ikut Seona sekalian. Setelah itu aku akan langsung pergi latihan.” ujar Kai pada Baekhyun yang berada di sampingnya.

“Arasseo, aku pulang dulu kalau begitu annyeong.” Baekhyun melambaikan tangannya ke arah Kai dan Seona lalu segera berbalik menuju vannya.

“Kajja.” seru Kai lalu menarik tangan Seona ke arah van milik Seona. “Gwenchana? Kau terlihat sedikit pucat Seo.”

“Jeongmal? Mungkin karena sedikit kedinginan.” sontak Kai melepas jaket yang dipakainya lalu menyelimuti Seona dengan jaketnya.

“Na gwenchana oppa.”

“Pakai saja, aku tidak apa-apa.”

“Gomawo.” tukas Seona seraya tersenyum ramah. Kai membalas senyuman Seona lalu mengacak pelan rambut Seona.

Sesi shooting MV hanya berlangsung seiktar 3jam dan akan di lanjutkan beberapa hari kedepan. Kai ikut membantu Seona saat shooting MV, ia yang dengan cepat bisa menghafal gerakan dance membantu Seona saat ia lupa. Kai juga terlihat sangat menjaga Seona, saat break Kai segera memberi Seona jaketnya dan memberinya minuman hangat. Saat sutradara mengucapkan selesaipun Seona menghela nafasnya dengan berat. Setidaknya tinggal satu jadwal lagi dan ia pun selesai.

“Kau sudah siap?” tanya Kai saat melihat Seona keluar dari ruang ganti dengan pakaian hang jauh lebih nyaman. Seona menganggukan kepalanya pelan dan berusaha tersenyum.

“Jika aku bisa, aku ingin menghentikan jadwalmu dan memberimu pulang sekarang.” ucap Kai lalu melingkarkan tangannya ke pundak Seona. Seona hanya terkekeh pelan menanggapi perkataan Kai dan segera melangkahkan kakinya ke van.

Saat di van, Seona lebih memilih untuk diam dan mengistirahatkan dirinya. Setidaknya beberapa menit untuk memejamkan mata sudah membuatnya lebih baik. Kai memperhatikan Seona yang terlihat sangat lelah, kepala Seona tersandar ke kaca mobil. Dengan perlahan Kai menarik pelan kepala Seona ke pundaknya.

“Gomawo oppa.” gumam Seona pelan. Kai tidak menanggapi perkataan Seona.

Kai menepuk pelan pundak Seona saat mereka sudah sampai di gedung SM untuk latihan. Seona mendongakkan kepalanya dan mengusap matanya perlahan. Saat ia hendak mengambil tasnya, tangan Kai sudah mengambilnya terlebih dahulu. Seona hanya tersenyum sebagai ucapan terimakasih. Untuk kesekian kalinya Kai merangkul Seona dengan tangannya.

Begitu mereka masuk ke dalam studio mereka melihat ruangan itu kosong. Berarti sang pelatih tidak datang, mungkin karena lupa atau memiliki urusan penting sehingga lupa dengan jadwal latihan Seona dan Kai yang terlalu larut. Seona menghela nafasnya dengan kasar, Kai yang melihatnya hanya bisa menggeleng pelan dan mulai menyalakan lagu.

“Jika kau lelah aku bisa latihan sendiri.” ucap Kai mengerti dengan tatapan Seona padanya.

“Baiklah aku ikut.” Seona mendekati Kai dan mengambil posisi, Kai hanya terkekeh pelan dan mulai mengikuti ritme lagu dengan gerakan yang sudah dihafalnya.

“Ya! Kenapa kau tidak berpindah?” sontak Kai menghentikan gerakannya dan melirik ke arah Seon yang terlihat memegang kepalanya dengan tangan kanannya.

“Ah ye, jwesonghamnida.” ucap Seona lalu berjalan ke arah Kai, tepat saat langkah ketiga Seona terhuyung pelan. Kai segera menghampiri Seona, ia segera meraih pinggang Seona dan suara berdebampun terdengar.

“Seona-ya, gwenchana?” panggil Kai seraya menepuk pelan pipi Seona yang ambruk di atas badannya. Seona tidak bergerak sedikitpun, dengan perlahan Kai sedikit mengangkat badan Seona dan ia menaruh kepala Seona tepat di pangkuannya. Dengan susah ia merogoh tasnya dan mengambil obat dan menaruhnya di hidung Seona. Seona mengerjapkan matanya perlahan ia hendak bangun tetapi Kai sudah menahannya terlebih dahulu.

“Apa lau ingin pulang sekarang?” tanya Kai dengan tatapan khawatir.

“Tapi bagaimana dengan latihannya?”

“Aku bisa mengatakannya pada sonsaengnim besok. Kesehatanmu lebih penting Seo.”

“Terserah oppa saja.” ujar Seona. Kai segera meraih minuman yang di bawa Seona dan memberikannya. Seona segera menerimanya dan meneguk setengah botol itu.

Kai meraih tas Seona dan membantunya berdiri, mereka melangkah ke arah basement dan segera naik ke van milik Seona. Seona mengistirahatkan kepalanya ke pundak Kai dan memejamkan matanya. Letak dorm Seona dengan SM memang tidak terlalu jauh. Saat di mobil Kai memberitahu salah satu membernya agar menjemputnya di apartemen Seona.

Saat mereka sudah sampai di basement, Kai sadar jika Seona sudah terlelap ia merasa tidak tega jika harus membangunkannya. Kai memutuskan untuk menggendong Seona. Untu g manager Hana sudah memberitahu nomor apartemen Seona dan Taemin dan itu membuat Kai lebih mudah. Sesampai di lantai apartemen Seona, Kai terus mencari nomor apartemen Seona. Saat ia sudah menemukannya ia memencet bel dengan cukup kesulitan.

“Kai? Seo? Ada apa dengan Seona?”

Tobecontinue

Maaf telat bgt >< sampe lebih dari 2 bulan😥 lagi ilang ide nyaa huhuuuu makanya di sini panjang bgt kann??? maaf bgt yaaa😥