Tags

,

New Friend or Boyfriend

Title : New Friend or Boyfriend

Author : taemfairy

Main Cast : Park Richan, Kim Kibum

Support Cast : Nicole [KARA]

Length : drabble

Genre : friendship, romance, school life

Rating : PG-13

Disclaimer : This plot belong to me and the cast belong to them self

Seorang pria memasuki kawasan sekolah barunya. Ia mengitarkan pandangannya pada suasana sekolahnya yang ramai oleh keberadaan beberapa siswa yang bersekolah pada saat itu. Ia mengalihkan pandangannya pada jam yang melingkar di pergelangannya, wajar jika banyak siswa yang berkeliaran ini masih pagi dimana para siswa akan memulai pelajarannya di pagi hari.

Pria itu menggenggam beberapa file yang dibutuhkan pihak sekolah mengenai pindahannya dari luar negeri masuk ke sekolah ini. Setelah memutar sekolah itu beberapa kali, ia tetap tidak bisa menemukan ruangan kepala sekolah yang harus ia datangi. Ok salahkan dia, mungkin dia terlalu asik dengan mengamati lingkungan sekolah barunya sehingga mungkin ia telah melewatkan ruangan itu.

Beberapa murid yang dilewatinya terus memerhatikan pria itu sambil berbisik pada temannya. Pria itu tahu jelas apa yang mungkin dikatakan mereka, pasti mereka membicarakan beberapa hal tentang dirinya sendiri yang memakai baju bebas, tidak seperti murid disini. Sekarang ia benar-benar membutuhkan temannya—yang dikatakan ibunya jika temannya itu bersekolah di sekolah yang sama dengannya. Jujur saja ia sudah mulai bosan dengan tatapan beberapa siswa yang terus mengamatinya.

Tepat dengan arah berlawanan saat pria itu sibuk merutuki siswa-siswa yang terus mengamatinya sambil melihat kearah lain. Seorang wanita dengan beberapa buku ditangannya—yang terlihat sangat berat—berjalan dengan cukup kesusahan hinggaia berhasil menjatuhkan satu buku yang sangat tebal tepat di kaki pria itu. Wanita itu segera meminta maaf seraya mengambil bukunya yang jatuh itu, ia terlihat cukup panik.

“Tidak apa-apa, perlu kubantu?” tanya pria itu ramah.

“Tidak, terimakasih aku bisa sendiri.” ucap wanita berambut panjang itu ramah sambil tersenyum. “Sekali lagi aku minta maaf, aku benar-benar tidak sengaja.”

“Tidak apa-apa. Eum, bolehkah aku bertanya sesuatu?” tanya pria itu sopan. Wanita itu segera menganggukkan kepalanya beberapa kali sambil membenarkan letak buku yang ia bawa.

“Dimana ruang kepala sekolah? Aku sudah mencarinya daritadi tapi aku belum menemukan ruangan itu.”

“Oh,kau hanya perlu naik ke lantai 3, setelah itu belok kanan kau akan menemukan ruangan yang terletak di pojok.” jelas wanita itu sambil menunjukkan arah seperlunya.

“Oh, baiklah. Terimakasih.” tukas pria itu seraya membungkukkan badannya sedikit sebagai ucapan terimakaih. Wanita itu tersenyum lalu berjalan meninggalkan pria itu.

“Ya! Kim Kibum!” teriak seorang wanita dengan rambut sepundaknya sambil berlarian menghampiri pria yang dipanggilnya.

“Nicole! Kau ini kemana saja? Aku sudah memberitahumu untuk membawaku ke ruang kepala sekolah bukan? Kau ini! Pergi sana! Aku sudah tahu letak ruangannya. Menyebalkan!” rutuk pria yang di sebut Kibum itu pada temannya.

“Aish, maafkan aku.” Nicole segera menangkupkan kedua tangannya sambil mengikuti Kibum.

“Terserah!” Nicole segera tersenyum senang dan mengikuti langkah kaki pria itu dengan santai.

“Ngomong-ngomong kau tadi berbicara padanya?” tanya Nicole. Kibum terlihat berpikir sejenak.

“Siapa yang mana?” tanya Kibum balik.

“Aish, Park Richan! Wanita yang berambut panjang dan membawa banyak buku itu.” pekik Nicole, memangnya berapa banyak orang yang sudah berbicara pada Kibum?

“Oh jadi namanya Park Richan. Tentu saja! Memangnya kenapa?”

“Tidak apa-apa, aku hanya menyarankanmu agar kau tidak terlalu dekat dengannya.”

“Kenapa?” tanya Kibum penasaran sambil melirik kearah Nicole dengan alisnya yang tertaut.

“Dia itu tidak mau berteman dengan siapapun, maksudku siapapun yang berteman dengannya pasti akan dia jauhi. Dia itu aneh.”

“Apa? Hanya seperti itu kau katakana aneh? Jangan bercanda Nicole.”

“Aku tidak bercanda Kibum! Bahkan sudah ada beberapa orang yang dekat dengannya bertanya mengapa Richan-ssi menjauhinya, lalu ia hanya tersenyum dan pergi begitu saja.” jelas Nicole.

“Ya sudah kalau begitu aku akan menjadi teman pertamanya.” sahut Kibum asal dan membuka pintu kepala sekolah yang berhasil ia temukan.

“Hei! Kibum! Sudah kukatakan tidak boleh!” teriak Nicole tepat saat pintu itu tertutup. Ada sesuatu yang ia takutkan, entah itu apa ia sendiri bahkan bingung. Mungkinkah….

***

Suasana kelas yang begitu ricuh sontak menjadi sunyi saat seorang guru menghampiri kelas itu. Seorang wanita yang sedari tadi membaca novel barunya hanya melirik sekilas pada guru tersebut dan meneruskan bacaannya. Ia jauh lebih tertarik pada bukunya itu pada saat arahan dari guru di pagi hari.

“Selamat pagi! Mulai hari ini kita akan kedatangan murid baru dari pindahan Amerika. Kim Kibum-ssi silahkan masuk.” Tepat pada saat itu seorang pria yang dipanggil Kibum berjalan mendekati guru itu. Wanita itu hanya melirik sekilas lagi untuk melihat murid baru yang mulai menarik perhatian beberapa murid perempuan.

“Hai. Namaku Kim Kibum, kalian bisa memanggilku Kibum. Mohon bantuannya.” Kibum sudah terlihat memakai seragam yang sama dengan siswa lainnya. Itulah yang bisa dilihat perbedaannya oleh wanita itu.

“Baiklah kalau begitu, semoga kalian semua bsia berteman baik dengan Kibum. Nah, Kibum-ssi kau boleh duduk di sebelah Richan, ia adalah siswa teladan di kelas ini. Mungkin ia bisa membantumu dalam pembelajaran.” Richan sontak melihat sekilas ke gurunya sambil mengangguk pelan. Setelah guru itu keluar dari ruangan, Kibum segera menghampiri mejanya dan menaruh barangnya.

“Hai Richan-ssi. Mohon bantuanmu dan kuharap kau mau menjadi temanku.” Ujar kibum terang-terangan dan cukup membuat richan kembali melihat kearahnya sambil tersenyum.

“Hai, namaku Park Richan. Senang berkenalan denganmu.” sahutnya singkat dengan sebuah senyuman yang terbentuk di wajahnya dan cukup membuat kibum menayadari bahwa yeoja didepannya ini cukup cantik.

Hari-hari Kibum dan Richan pun mulai terjalin, beberapa murid melihat mereka seakan tahu apa yang akan terjadi pada akhirnya. Dan itu selalu akan terjadi.

Kibum terus berusaha untuk mendapatkan duduk di sebelah Richan meskipun itu adalah saat pembelajaran praktik. Ia juga pasti akan meminta bantuan Richan yang lebih pandai darinya untuk mengajarinya beberapa pelajaran yang tidak ia mengerti. Sebagai gantinya Kibum mengajari Richan bahasa inggris yang ia mengerti. Hingga saat yang selalu orang katakanpun terjadi.

Kibum yang selalu duduk di sebelah Richan akan ditolak oleh Richan sendiri, atau saat Kibum menanyakan beberapa hal pada Richan pasti ia akan menjawab seadanya saja. Atau ia akan menjawab.

“Kau bisa tanyakan pada temanmu yang lain atau songsaemnim Kibum.”
Awalnya Kibum hanya merasa Richan mulai kesal karena Kibum selalu bertanya padanya. Tiba-tiba Kibum teringat akan kata-kata Nicole saat ia memasuki sekolah untuk pertama kalinya. Rasa penasaran Kibum akan sikap Richan membuatnya semakin mendekati Richan bukan menjauhinya.

“Richan-a, kenapa kau menjauhiku?” tanya Kibum terus terang saat bel pulang sekolah berbunyi beberapa saat lalu. Apa yang di katakan Nicole benar, Richan hanya tersenyum lalu beranjak meninggalkan kelas yang mulai sepi.

“Kau harus menjelaskannya padaku, kau mungkin bisa melakukan itu pada teman-temanmu yang lain tapi tidak denganku.” ucap Kibum terbesit suara kesal dalam nadanya.

“Kau mau tahu? Atau kau ingin melihat rumahku yang begitu besar lalu memanfaatkan uangku? Atau kau ingin memanfaatku yang memiliki ayah sebagai donasi terbesar untuk sekolah ini? Kau sudah mendengar semuanya sekarang kau puas?”

“Apa yangkau bicarakan Richan-a? Aku bukan orang seperti itu.”

“Teman-temanku selalu memanfaatkan keberadaanku. Mereka bilang kita ini sahabat, tetapi mereka selalu meminta barang-barang dariku saat mereka berjalan bersamaku. Aku pernah memberitahu mereka tentang keberadaan ayahku yang merupakan pemberi donasi terbesar untuk sekolah, aku menyuruh mereka untuk diam dan jangan memberitahu yang lain. Mereka memanfaatkan keadaan itu dan mengancamku untuk membeli mereka apapun.” jelas Richan dan mulai terisak.

“Ayah mengecek tabunganku, ia kaget karena uangku habis dan aku memberitahu yang sebenarnya. Sejak saat itu ayah selalu menyuruhku untuk tidak berteman dengan siapapun dan meninggalkan semua temanku. Maka dari itu aku tidak mau berteman lagi, aku takut di manfaatkan lagi Kibum-ah.” seru Richan terisak. Kibum segera menarik Richan dan memeluknya berusaha menenangkan wanita di hadapannya yang baru ia ketahui alasannya.

“Aku tidak seperti itu Richan-ah, tidak akan. Aku menyayangimu. Aku lebih suka melihatmu tersenyum dan tidak menjauhiku. Kumohon Richan-ah kau harus percaya padaku.” ujar Kibum seraya mengelus puncak kepala Richan dengan saying. Richan menganggukkan kepalanya perlahan dan sukses membuat Kibum tersenyum lebar.

“Lagipula aku tidak mau menjadi temanmu.”

“Apa?” sahut Richan sedikit memekik dan melepaskan pelukan Kibum yang ia rasa itu pelukan terhangat yang pernah ia dapat.

“Aku ingin menjadi pacarmu.” tukas Kibum dengan senyum lebarnya dan sorot matanya yang lembut. Richan tertawa keras untuk pertama kalinya Kibum dengar membuat Kibum mau tidak mau iktu tertawa. Richan mengangguk sekilas membuat kedua mata Kibum hampir keluar dengan detak jantungnya yang berdebar cepat.

“Really?” tanya Kibum berusaha memastikan.

“Eum!” seru Richan dengan menganggukkan kepalanya beberapa kali. Kibum segera merengkuh Richan kedalam pelukannya dan mencium kilas bibir Richan yang membuat Richan kaget dan memukul Kibum beberapa kali.

 

END

Huahhhhh maaf banget baru di post huhuhuhuhu dan juga maaf kalo tidak memuaskan, Richan-ssi jeongmal mianhae huhuhuhu pasti ga suka yaaa huhuhuhuhu

Buat readers thankyou for reading ehehhe sebenernya ini ff request yang sudah lama belum aku buat maafkan aku Richan-ssi huhuhuhu uda mana gabagus dan pendek lagi huhuhuhu mian mian

Leave your comment here aku akan menerima segala bentuk kritikkan kalian bye~