Tags

, , , , , ,

Ring, Marriage, Artist: Confession [Chapter 9]-END

Title : Ring, Marriage, Artist
Author : taemfairy
Main Cast : Kim Seona, Lee Taemin
Support Cast : Kim Jongin aka Kai
Other Cast : Kim Kibum aka Key
Length : Chapter
Genre : Romantic, Family, Marriage Life
Rating : PG-15
Disclaimer : This plot belong to me and the cast belong to them self

 

“Apa kau sudah menyukai Taemin hyung?”

Seona terlihat berpikir, bimbang diantara mengatakan sejujurnya pada Jongin atau tidak. Sebenarnya ia tidak ingin Jongin merasa sedih atau mungkin marah pada dirinya juga Taemin jika ia mengatakan yang sebenarnya. Seona masih ingin bersama Jongin.

“Katakan saja, anggap aku sebagai saudaramu atau teman terdekatmu. Tunggu kita memang teman bukan?” ucap Jongin dengan senyum lebarnya. Seona hanya tersenyum tipis, ia masih memikirkan apa yang harus ia katakana pada Jongin.

“Sebenarnya aku merasakan beberapa hal yang berbeda saat bersama Taemin oppa. Aku merasa duniaku kembali utuh dan jauh lebih hangat dari baisanya. Rasanya seperti saat oppa mengisi hari-hariku saat sekolah. Tapi aku menyayanginya bukan mencintainya—“

“Kau salah Seo, itu hanya karena kau belum mau mengakuinya.” potong jongin cepat masih dengan senyumannya.

“Tapi—“

“Kurasa aku harus mundur secepatnya.” Sela Jongin untuk kedua kalinya.

“Dan kurasa perassanmu padaku juga sudah berubah, jika kau masih ingin mengatakan hal yang berlawanan dariku itu karena kau menyayangiku sebagai saudara dan temanmu. Perasaan itu lama-kelamaan akan jauh lebih kecil daripadakau mencintai Taemin hyung.” jelas Jongin kali ini ia memilih untuk tidak menatap mata Seona yang kini terus menatapnya.

“Kuharap kau tidak kesal padaku, aku melakukan ini tulus dari hatiku bukan karena suruhan dari kakek tua itu.” Seona mengernyitkan dahinya tanda tak mengerti.

“Youngmin ahjussi atau apapun itu panggilannya… Sebenarnya ia mneyuruhku untuk mendekatimu kembali. Ia melihat popularitas kita melesat saat fotoku denganmu saat bersama beredar di kalangan fans. Ia tahu jika dulu kita memiliki hubungan dan lebih konyolnya aku mengikuti apa yang ia suruh tanpa berpikir. Dan keadaan inilah yang membuatku menyesal karena telah melakukan apa yang ia suruh.” akhirnya Jongin balas menatap mata Seona yang semakin heran.

“Maksud oppa?”

“Mencintaimu semakin dalam. Aku semakin mencintaimu, bukannya membiarkan kau hilang dari bagian pentingku. Aku malah membuatmu semakin berharga dalam hidupku, seperti sudah menjadi bagian dari organ tubuhku. Sekarang aku harus membiarkanmu bersama Taemin hyung bukan?” ucap Jongin seraya tersenyum tulus. Seonaterlihat sedikit sedih, ia berpikir apa mungkin Jongin akan semakin menjauhinya layaknya tidak saling mengenal?

“Kenapa wajahmu seperti itu? Seharusnya kau senang karena aku membiarkanmu bersama Taemin hyung. Lagipula kita akan tetap menjadi teman bukan? Ahh tidak, aku lebih suka kau menjadi adikku.” tukas Jongin seraya mengelus puncak kepala Seona dengan sayang.

“Jinjja? Huahh gomawo oppa. Aku pikir kau akan meninggalkanku seperti saat itu.” pekik Seona dan langsung memeluk Jongin dengan erat.

“Maafkan aku Seo.” Jongin ikut membalas pelukan Seona sambil menepuk pelan kepalanya beberapa kali. Tepat saat itu handphone jongin bergetar dan ia segera melepas pelukan itu dan mengecek handphonenya.
“Sepertinya aku harus mengembalikanmu pada majikanmu.” canda Jongin dan membuat Seona tertawa cukup keras.

“Baiklah sepertinya kita memang harus berakhir disini. Kau ingat saat aku debut aku meninggalkanmu begitu saja tanpa mengatakan apapun?” tanya Jongin dan langsung di jawab dengan anggukkan oleh Seona.

“Aku tidak akan melakukan itu kedua kalinya.” Seona menggunakan ekspresi wajahnya tanda tak mengerti.

“Kita cari jalan sendiri mulai saat ini dan semoga kau berbahagia dengan Taemin hyung.” ujar Jongin dengan senyuman di wajahnya dan memeluk Seona mungkin ia akan jarang bisa melakukan hal ini, tidak seperti saat dimana mereka masih bersama. Seona membalas pelukan Jongin dengan senyuamnnya yang indah.

Setelah mereka melepas pelukan mereka, Jongin kembali mengacak poni Seona dengan kekehan kecilnya, Seona iktu terkekeh pelan dan membenarkan poninya kembali. Jongin menengadahkan telapak tangannya pada Seona dan disambut dengan baik oleh Seona dengan senyumannya. Setidaknya mereka bisa membuka lembaran baru dengan keadaan yang baik.

***

Kini Seona membantu Taemin merapikan beberapa barang mereka. Setelah selesai Seona melihat kearah Taemin yang kini masih terkapar di lanati dengan keringat yang membanjiri tubuhnya. Seona mengambil baju ganti Taemin yang tersedia di tas Taemin serta handuk yang masih bersih dan menyerahkannya pada pria itu.

“Gomawo.” ucap Taemin singkat, ia masih berusaha menetralkan nafasnya yang tidak teratur. Taemin segera berdiri dan mengganti bajunyanya di tempat ia berdiri.

“Ya! Oppa kenapa langsung mengganti baju di sini?” pekik Seona seraya memukul Taemin dengan tangan kanannya sedangkan tangan kirinya ia gunakan untuk menutup matanya.

“Wae? Aku malas jika harus ke toilet terlebih dahulu, lagipula disini hanya ada istriku jadi tidak apa-apa bukan?” Seona berdecak pelan lalu mengambil botol minum Taemin dan menyerahkan botol minum itu. Taemin tersenyum senang lalu meneguk botol minum itu hingga tak bersisa.

“Apa saja yang kau lakukan dengan Jongin?” tanya Taemin tiba-tiba setelah duduk kembali di tempatnya tadi.

“Keatap, udaranya segar sekali! Ia juga mengajakku bertemu dengan member lain juga, tetapi saying Baekhyun oppa dan kyungsoo oppa sedang latihan.” jawab Seona yang kini ikut duduk di sebelah Taemin.

“Sebenarnya kenapa kau tiba-tiba keluar?” Seona terdiam, jika ia mengatakan yang sebenarnya pasti Taemin akan besar kepala!

“Ah! Apa jangan-jangan kau tidak tahan karena melihatku menari bersama Soojung? Benarkan? Aku benarkan?” tukas Taemin menaikkan intonasinya dan sedikit lebih semangat.

“Geuromyeon! Kenapa kalian harus menari seperti itu? Lagipula tangan Soojung sampai seperti ini! Siapa yang tidak kesal!” pekik Seona sambil mempraktekkan tarian Soojung saat jari lentik Soojung bermain di pundak dan punggung Taemin. Taemin tertawa puas dan segera menarik tangan Seona yang berkeliaran di punggungnya.

“Geumanhae. Kau ini lucu sekali Seo.” ucap Taemin masih tertawa dengan senang.

“Wae? Kau lebih suka jika Soojung yang melakukannya?” sahut Seona sedikit kesal, bukan ia sudah benar-benar kesal sekarang.

“Aniyo! Ya! Kau juga pasti melakukan hal seperti itu pada Jongin!” seru Taemin setelah menghentikkan tawanya.

“Aniyo!”

“Jinjja? Atau jangan-jangan kau melakukan hal yang lebih?” tanya Taemin sakartik.

“Mwo?” pekik Seona tidak terima. Seketika Taemin memajukan tubuhnya hingga tubuhnya menempel pada Seona. Ia juga mendekatkan wajahnya dengan Seona hingga jaraknya hanya terpaut beberapa kurang dari 5 senti. Seona membelalakan matnya dan tidak bergerak sedikitpun karena terlalu kaget. Seona bsia merasakan hembusan nafas hangat Taemin dan membuat jantungnya berdetak jauh lebih cepat.

“Jadi kau melakukan itu juga?” Taemin kembali ke dalam posisi semula dengan wajah masamnya.

“Ne? A..aniyo!” pekik Seona cepat meskipun sedikit gugup. Ia bahkan masih bisa merasakan detak jantungnya yang berdegup dengan cepat karena ulah Taemin.

“Sudahlah, aku tahu dari ekspresimu.” elak Taemin masih tidak mau melihat wajah Seona.

“Sudah kukatakan aku tidak melakukannya!”

“Ya! Kenapa malah kau yang kesal? Seharusnya aku yang kesal! Kau pasti mencium Jongin saat kalian menari bukan?” ucap Taemin semakin kesal.

“Sudah kukatakan tidak! Aku gugup karena oppa tiba-tiba mendekatkan wajah oppa!” sahut Seona dengan cepat, selang beberapa detik ia sadar dengan apa yang baru ia katakan ketika Taemin kini melihatnya dengan tatapan tidak percaya.

Aish! Kenapa aku semakin bodoh!? rutuk Seona berkali-kali.

“Benarkah?” tanya Taemin kini wajah kesalnya mulai berubah menjadi senyuman. Seona yang sedari tadi melihat kearah Taemin kini mengalihkan pandangannya dan ia tidak menjawab pertanyaan Taemin.

“Apakah itu berarti? Kau—“

“Permisi. Taemin-ssi, Seona-ssi, kalian di minta untuk menemui Kim sajangnim.” seorang wanita memotong perkataan Taemin setelah terdengar suara pintu berderit. Taemin dan Seona melihat kearah wanita itu dan mengangguk.

Setelah wanita itu pergi Seona segera mengambil tasnya dan beranjak dari studio. Seona merasakan aliran listrik yang menyengat saat merasakan tangan hangat dan besar Taemin menyelinap di anatara jari-jarinya. Seona melirik kearah Taemin yang kini tengah menatap Seona dengan senyuman yang besar. Saat merasakan hangat mulai berjalar hingga wajahnya Seona segera memalingkan wajahnya.

***

Ruangan yang biasa digunakan untuk pertemuan itu, kini hanya di isi 4 orang. Salah seorang pria yang telah berumur kini menautkan kedua jarinya di atas dagunya, ia tampak memikirkan perkataan yang baru di ucapkan salah satu dari 3 orang itu. Di sebelah kirinya terdapat seorang pria dengan pakaian santainya dan ia terus menatap kearah pria itu dengan tatapan serius. Sedangkan disisi lainnya sepasang wanita dan pria hanya menatap bingung pada pria tua itu.

“Jadi, kau ingin bebas dari rencanaku ini Jongin?” tanya pria tua itu masih memikirkan pertimbangan Jongin.

“Ne, sajangnim. Aku ingin Seona dan Taemin hyung lebih sering bersama di saat realityshow dan apapun. Bahkan jika boleh, aku ingin status mereka segera dipublikasikan.” sahut Jongin dengan mantap. Setelah berbicara dengan Seona diatap ia benar-benar memikirkan keputusannya dengan matang. Bahkan member lain yang tidak mengetahui apapun terus meneriakinya yang terlihat mematung saat mereka sedang latihan.

“Kenapa kau melakukan ini? Seharusnya kau berpikir dengan caraku yang menyatukanmu dengan Seona kembali akan membuat popularitas kalian semakin meningkat. Apa kalian tidak tahu jika jadwal kalian yang semakin banyak bersama itu karena popularitas kalian yang meningkat pesat karena kalian bersama? Kalian tahu berapa banyak fans yang menyetujui hubungan kalian?” tukas Kim sajangnim yang terlihat masih tidak setuju dengan permintaan Jongin yang menurutnya tidak masuk akal.

“Aku rasa aku bisa meningkatkan popularitasku serta anggota memberku dengan cara lain sajangnim. Maaf jika aku lancang, tapi sebenarnya aku ingin Seona bahagia bersama Taemin hyung. Juga, sebenarnya aku sudah memberitahu ide anda kepada mereka.” sahut Jongin tanpa sedikit penyesalan.

“Aku bingung Jongin, bukankah kau masih mencintai Seona?” Taemin yang berada di ruangan itu juga sontak membeku dan sangat penasaran dengan jawaban Jongin. Ia bahkan merasakan detak jantungnya yang berdetak lebih cepat.

“Memang aku masih mencintai Seona, tapi aku akan berusaha untuk mengubah rasa itu menjadi rasa sayangku pada adik. Aku akan tetap memilih kebahagian Seona, sajangnim. Aku tidak ingin ia merasa tersiksa karena semua ini.” Taemin mematung di tempat, ia memikirkan banyak hal. Mulai dari apakah Seona masih menyukai Jongin, mengapa Jongin merelakan perasaannya sendiri.

“Aku juga akan membantu mereka agar hubungan mereka mulai diterima oleh masyarakat sajangnim.” ucap Jongin yang membuat Kim sajangnim sedikit kaget dan… tersentuh?

Kim sajangnim memundurkan sandaran kursinya dan melipat kedua tangannya di depan dadanya, terlihat kerutan di dahinya dan membuatnya terlihat sedikit lebih tua. Ada sedikti perasaannya untuk tidak mengabulkan permintaan Jongin demi keegoisannya sendiri. Di lain pihak, ia juga ingin mengabulkan permintaan Jongin karena ketulusan Jongin.

“Asal kalian tahu, ini termasuk salah satu pilihan yang sulit.” Jongin, Seona serta Taemin melihat kearah pria itu dengan tatapan bertanya.

“Jongin, sepertinya aku akan mengabulkan permintaanmu. Seona dan Taemin, kuharap kalian tidak mempublikasikan tentang pernikahan kalian terlebih dahulu. Kita tunggu proses dan tanggapan para masyarakat. Aku tidak mau tahu, dengan cara apapun kuharap kalian bisa membuat para fans setuju dengan hubungan kalian. Hingga saat kita mengumumkan tentang pernikahan kalian mereka tidak kecewa. Dan kuharap usaha dan permintaan Jongin adalah yang terbaik.” ucap pria itu, setelah itu ia beranjak keluar dari ruangan itu. Mereka membungkuk sekilas pada pria itu. Tuan Kim menepuk pundak Jongin dan Taemin beberapa kali sebelum ia keluar dari ruangan itu dengan perasaan lega. Setidaknya ia berhasil mengambil keputusan yang tidak mengambil keegoisannya.

“Jongin oppa? Sejak Kapan oppa sudah memberitahu Taemin oppa soal rencananya?” Seona segera menghampiri Jongin yang hendak meninggalkan ruangan itu.

“Aku memberitahunya saat aku mengantarmu sampai apartemen kemarin.”

Setelah Jongin membaringkan Seona di ranjangnya, Taemin terus melihat kearah Seona yang kini menggeliat pelan di ranjangnya dengan nyaman. Taemin mengalihkan perhatiannya kearah Jongin yang kini terus melihat kearah Seona dengan tatapan yang sulit untuk ditebak.

“Kau mau teh?” tawar Taemin seraya berjalan keluar dari kamarnya.

“Sepertinya tidak usah hyung, aku sudah mau pulang. Mungkin mereka sudah menungguku di bawah.” Jongin tersadar dari lamunan singkatnya lalu mengikuti Taemin dan berjalan ke pintu apartemen tersebut.

“Hyung..” panggil Jongin pelan.

“Ne, waeyo?”

“Hyung, ada hal yang ingin aku sampaikan.” Taemin mengernyit pelan dan ia hanya berdiri mematung di depan pintu apartemennya.

“Pasti kau cukup heran karena belakangan ini aku dapat dengan mudah menemui Seona dimanapun, bahkan kami di pasangkan saat SMTown nanti dan beberapa acara. Padahal beberapa staff di SM seharusnya tahu bahwa yang menjadi pasangan Seona adalah kau bukan aku. Ini semua ulah Kim Sajangnim, ia memintaku untuk mendekati Seona kembali dengan alas an agar popularitas kami semakin membaik. Beliau menyuruh untuk tidak memberitahu siapapun termasuk Seona, hanya managerku dan manager Seona serta Kim Sajangnim yang tahu soal ini. Dan kini orangnya bertambah. Aku hanya ingin hyung tidak salah paham padaku dan membuat persahabatan kita merenggang, aku akan memikirkan jalan yang terbaik untuk ini.” jelas Jongin panjang lebar. Sedangkan Taemin terlihat memikirkan tentang semua yang baru Jongin katakan, ia merasa ini semua terlalu cepat karena tiba-tiba Jongin memberitahu semuanya.

“Jongin-ah, aku akan membela semua keputusanmu. Jika Seona lebih memilihmu aku juga terima, semua keputusan ada di tangan Seona. Tapi jika Seona lebih memilihku, kumohon pada saat itu juga kau merelakannya dengan ikhlas.”

“Tentu saja, aku hanya ingin meminta pendapat hyung saja. Baiklah aku pulang sekarang, pasti Baekhyun hyung sudah menungguku di bawah.” tukas Jongin seraya melangkah pergi dari apartemen Taemin.

“Baiklah, hati-hati di jalan Jongin-ah.”

Jongin mengacak pelan rambut Seona, saat Seona hanya membulatkan mulutnya sebagai tanda bahwa ia mengerti.

“Jadi, apa yang akan kalian lakukan?” tanya Jongin.

“Molla, mungkin kita akan melakukan semuanya seperti biasa.” sahut Seona yang langsung mendapat tatapan tajam dari Taemin.

“Tidak bisa! Kita harus melakukan sesuatu mulai hari ini!” tukas Taemin cepat.

“Mungkin kalian bisa mengitari jalan Apgujeong berdua tanpa penyamaran yang lengkap dan tentu saja tanpa pegangan tangan. Bersikaplah normal dengan begitu saja aku yakin banyak yang akan mengikuti kalian berdua.” ujar Jongin seakan sudah mengerti seluk-beluk dunia fans.

“Baiklah, tidak ada salahnmya jika kita mengikuti saran Jongin.” ucap Taemin dengan semangat.

“Apa? Itu terlalu cepat!”

“Tidak Seo, Taemin hyung ingin lebih cepat agar kalian tidak perlu susah-susah menyembunyikan perasaan kalian.” seru Jongin dan langsung mendapat teriakan dari Seona dan Taemin.

“Aish, terserah kalian sajalah aku mau kembali ke ruanganku. Member lain pasti sudah menungguku, annyeong.” tukas Jongin seraya berjalan cepat meninggalkan Seona dan Taemin setelah sukses mengacak rambut Seona dengan kasar.

Seona meleletkan lidahnya pada Jongin dan merapikan rambutnya yang benar-benar tidak rapi karena tingkah Jongin, kali ini ia memilih untuk menggerai rambutnya. Taemin terkekeh pelan dan ikut membantu Seona menyisir rambutnya dengan jarinya sendiri.

“Sepertinya kau sudah jauh lebih baik, kau benar-benar terlihat jauh lebih sehat sekarang.” sahut Taemin masih merapikan rambut Seona, dan hal sederhana itu cukup untuk membuat detak jantung Seona berpacu cepat.

“Tentu saja, aku kan wanita yang kuat.” jawab Seona berusaha mengalihkan gugupnya. “Jadi, sekarang apa yang akan kita lakukan?”

“Tentu saja melaksanakan saran Jongin tadi, kajja.” Dengan semangat Taemin menarik pergelangan Seona segera keluar dari ruangan besar itu.

Seperti yang di sarankan Jongin, Seona dan Taemin memilih untuk tidak memakai penyamaran. Walaupun Seona sempat memprotes beberapa kali dan tetap ingin menggunakan setidaknya topi yang selalu dibawanya, akhirnya Taemin mengalah dan membiarkan Seona memakai topinya.

Kini mereka berada di tengah keramaian sore hari di Apgujeong, Seona berjalan di depan sedangkan Taemin menyisakan jarak beberapa senti di belakang Seona. Taemin memilih untuk memberikan jarak agar ia tidak menggenggam tangan Seona. Taemin menyadari beberapa orang berbisik kearah mereka dan mengambil gambar mereka, hal ini sukses membuat senyum Taemin mengembang dan di sambut oleh pekikkan kecil beberapa orang yang menguntitnya. Tepat saat Taemin sedang asik mengamati beberapa orang yang kini mengabadikan dirinya tanapa penyamaran di jalan, Seona menghentikkan langkahnya menghadap Taemin dan membuat Taemin tidak sengaja menabrak Seona pelan.

“Waeyo?” tanya Taemin polos.

“Kenapa oppa malah melihat kearah mereka?” tanya Seona balik.

“Kenapa kau berhenti tiba-tiba?”

“Aku lapar, ingin mampir ke kedai jajangmyeon di situ. Kudengar jajangmyeon di situ enak.” sahut Seona dengan nada merajuk meski sedikit kesal karena Taemin tidak menjawab pertanyaannya.

“Baiklah, kajja.” tukas Taemin dan kini ia yang berjalan mendahului Seona, dan untuk kesekian kalinya Taemin harus menahan keinginannya untuk tidak merangkul ataupun menggenggam tangan Seona. Baiklah harus ia akui, ia memang sangat ingin menggenggam tangan Seona sekarang.

***

D-3 to SMTown Paris

Hari ini berita keberangkatan beberapa artis SMEnt ke Paris untuk mengadakan konser tahunan mereka. Tak terasa latihan mereka untuk penampilan kali ini berjalan cepat, mungkin karena tujuan kali ini kebanyakan adalah kota favorite beberapa artis SM termasuk Seona. Bahkan ia sudah menghitung berapa hari lagi saat keberangkatan mereka tiba. Dengan antusias Seona terus menghitung mundur hari hingga hari keberangkatan. Seona serta staff dan managernya mendapat flight yang sama bersama member SHINee, EXO, serta f(x).

Sudah seperti biasanyastaff akan mengambil foto mereka, baik secara diam-diam maupun terang-terangan. Mereka mengabadikan hampir semua moment artis besar itu kedalam kamera lalu menyebarkannya melalui facebook dan jaringan social lainnya. Foto itu menyebar dengan cepat, sama halnay dengan kejadian Seona dan Taemin yang kini sudah banyak foto mereka bersama menyebar luas di netizen.

Taemin dan Seona mulai menunjukkan kedekatannya di depan public, bahkan Taemin sempat memasukkan foto selca mereka berdua kedalam me2day SHINee. Untungnya hubungan mereka dapat diterima dengan baik oleh netizen, meski ada beberapa masalah, bahkan masalah itu juga menimpa Seona dan Taemin membuat mereka bertengkar kecil.

“Jongin oppa, bolehkah aku duduk denganmu?” tanya Seona dengan senyuman yang merekah lebar di wajahnya.

“Tentu saja!” sahut Jongin dengan senyuman yang tak kalah lebar, sekarang Jongin sudah menganggap Seona sebagai adiknya bahkan member EXO lainnya menjadi lebih akrab dengan Seona kembali.

“Ya! Seona-ya, seharusnya kau duduk denganku!” seru Taemin, ia segera menarik tangan Seona agar cepat berpindah.

“Aku ingin bersama Jongin oppa, kita sudah lama tidak duduk bersama!” rengek Seona enggan beranjak sedikitpun dari kursinya.

“Lagipula oppa bisa duduk bersama yang lain.”

“Aish, tidak bisa. Kau harus menemaniku.” balas Taemin tidak kalah sengit.

“Aku tidak mau.” rengek Seona, ia bahkan ikut menarik baju lengan Jongin.

“Sudahlah Taemin hyung duduk disini saja biar aku yang pindah.” sahut Jongin sambil beranjak dari kursinya.

“Ya! Jongin oppa! Kenapa oppa pindah?” seru Seona tak terima.

“Aku malu Seo, kalian berdua berteriak dan menarik perhatian sekali.” jawab Jongin sambil terkekeh pelan. Seona memalingkan wajahnya dan melipat kedua tangannya di depan dada begitu melihat Taemin dengan puas duduk di tempat Jongin.

“Seona-ya, jangan kesal. Seharusnya kau senang karena aku duduk di sebelahmu.” ujar Taemin seraya memajukan badannya agar melihat wajah Seona lebih jelas. Seona menghiraukan perkataan Taemin dan tetap memilih diam.

“Ya! Jika kau masih kesal kau akan kucium!”

“Itu karena oppa! Aku ingin duduk dengan—“ Seona merasakan jantungnya berdegup jauh lebih cepat saat merasakan bibir Taemin menyatu dengannya.

“Sudah kukatakan bukan? Jika kau masih kesal kau akan kucium.” sahut seraya mengerlingkan salah satu matanya, berusaha bersikap normal padahal jauh dari jantungnya yang berdegup sangat cepat seakan-akan jantugnnya akan keluar dari rongganya.

Seona memilih untuk diam dan tidak membalas perkataan Taemin. Ia masih bias merasakan hangat bibir Taemin yang saat melumat bibirnya. Entah sudah berapa lama Taemin tidak menyentuh bibirnya itu. Mungkin sejak mereka berciuman di kamar, hari dimana Jongin memutuskan untuk membiarkan Seona bersama Taemin. Dan sepanjang perjalan menuju Paris itulah Seona berusaha untuk pura-pura tertidur. Meskipun ia dapat mendengar suara merdu Taemin yang menyanyikan beberapa lagu.

~ ~ ~

“Huah.. lelahnya. Padahal kita hanya duduk di pesawat dan tidur-tiduran. Kenapa bisa selelah ini?” protes Seona seraya duduk di salah satu sofa yang ada.

Setelah menempuh jarak Seoul-Paris yang cukup jauh, begitu sampai di Paris rombongan bus besar sudah menunggu mereka dengan sigap. Begitu semua artis masuk ke dalam bus, bus segera membawa mereka ke hotel yang cukup ternama di Paris. Satu kamar berisi dua sampai tiga orang, dan Seona mendapat kamar yang sama dengan suaminya. Padahal biasanya ia selalu sekamar dengan managernya.

“Ini sudah biasa, kau akan merasakan betapa lelahnya naik pesawat setelah ini. Ini baru permulaan, jadwal sesungguhnya untukmu belum terlihat. Kau akan merasakan penerbangan dari Seoul, London dan Beijing tanpa istirahat.” ujar Taemin seakan bangga, karena ia terlihat biasa saja. Seona hanya membulatkan mulutnya tanda mengerti, sepertinya ia mulai lelah untuk member komentar atau apapun.

“Cepat mandi, setelah ini kita akan berkeliling sejenak, kau lupa?”

“Oh! Aku hampir lupa!” Seona segera beranjak dari sofanya dan segera mengambil beberapa barangnya yang di perlukan. Taemin melihat tingkah Seona tepat di sebelahnya dan hanya tersenyum melihat tingkah ceroboh Seona, Seona terus menjatuhkan barang-barangnya dan membuat kegaduhan kecil. Tanpa Taemin sadari ia tertawa kecil melihat Seona secara reflek ia menarik pergelangan tangan Seona saat Seona melewatinya.

“Waeyo?” tanya Seona polos dengan kedua matanya yang membulat saat melihat Taemin.

“Aniya, aku hanya ingin melihatmu sebentar.” ucap Taemin masih dengan senyuman di wajahnya, Seona terkekeh pelan lalu mendorong Taemin pelan.

“Kita harus cepat, jika kau ingin berjalan-jalan di Paris.” sahut Seona hendak melepaskan pegangan Taemin. Dengan cepat Taemin menggunakan tangannya yang lain untuk memegang pergelangan Seona, membuat Seona tertawa pelan.

“Baiklah 1 menit saja. Oppa kenapa?”

“Apa kau tahu, aku sangat suka melihat matamu?”

“Oppa ini kenapa tiba-tiba begitu? Aneh sekali.” sahut Seona seraya terkekeh pelan.

“Aku serius Seo, sebenarnya aku sudah tahu soal perjodohan ini. Awalnya aku tidak setuju sama sepertimu, tetapi setelah eomma menyuruhku untuk melihat fotomu terlebih dahulu aku berubah pikiran. Sejak saat itu diam-diam aku mencari info tentangmu, awalnya aku penasaran dengan sosokmu yang sebenarnya. Banyak fansmu yang mengatakan kau sangat baik dan perhatian, yahh meskipun kau ini termasuk bawel dalam arti perhatian. Dengarkanku kali ini saja, kau pasti sudah sering mendengar dari orang bahwa aku sering mengucapkan ini berkali-kali pada semua orang. Tapi untuk mulai dari hari ini aku akan jarang mengatakannya dan aku hanya akan mengatakannya padamu seorang.”

“Saranghae Seona-ya.” Taemin mengecup pelan kening Seona yang masih mematung di tempatnya.

“Na..do.” ucap Seona sedikit terbata seraya menundukkan kepalanya sedikit.

Taemin tersenyum senang dan segera memeluk Seona ke dalam pelukannya dan Seona ikut membalas pelukkan Taemin dengan senyum merekah di wajah keduanya. Taemin sedikit mendekatkan wajahnya pada Seona, hingga Taemin bisa merasakan nafas Seona yang menghembus dengan pelan. Ia tersenyum ringan saat melihat wajah Seona sudah memerah dan menutup kedua matanya. Seona bisa merasakan tangan Taemin yang menempel di pinggang serta pipinya yang memanas, Seona juga merasakan lembut bibir Taemin yang menempel di bibirnya sendiri. Taemin membimbing tangan Seona dan menaruhnya di pundaknya.

Tingtong…

Tepat saat Taemin hendak memperdalam ciumannya, ia mengerang pelan. Kenapa di saat seperti ini ada yang mengganggu? Apa ia harus menaruh tanda Don’t Disturb di depan pintunya? Dengan cepat Seona melepaskan tangannya dari Taemin dengan wajah yang memerah, sedangkan Taemin ia sudah beranjak dengan langkah lebar ke depan pintu.

“Waeyo?” ketus Taemin sedikit kesal.

“Ya! Kau ini kenapa, aku hanya ingin mengingatkanmu untuk bergegas sebentar lagi kami akan berangkat.” ujar Key tak mau kalah.

“Ne, arasseo.” ucap Taemin dan langsung menutup pintunya tanpa menunggu jawaban atau perkataan saudaranya lagi.

“Waeyo?” tanya Seona tepat di depan pintu kamar mandi.

“Key hyung menyuruh kita untuk lebih cepat.” sahut Taemin pendek.

“Oppa ini kenapa lagi?” tanya Seona lagi penasaran karena tiba-tiba Taemin terkesan marah.

“Ani! Aku tidak mau tahu setelah ini kita harus meminta Sooman ahjussi dan orangtua kita untuk member kita libur!” tukas Taemin tegas.

“Mwo? Untuk apa?”

“Kita harus berbulan madu setelah ini!”

“MWO?!”

 

END

 

cuap-cuap terakhir:

mohon maaf sebesar-besarnya atas kelalaian saya dalam membuat ff ini sehingga terlambat lebih dari 2bulan bahkan hampir 3 bulan. saya selalu ingat dengan ff ini tetapi waktu saya untuk menggunakan komputer serta online di komputer sudah sangat jarang. di tambahekarang sudah kelas 12 :”

dengan ini saya juga meminta maaf karena ff ini berakhir secepat ini. terimakasih sudah menunggu ff ini. mohon maaf sebesar-besarnya untuk kedepannya saya akan usahakan untuk terus mengetik. *bow* terimakasih ^^

 

best regrads,

taemfairy